atas1

Macet Total, Warga Pertanyakan Aset Bank Sampah

Senin, 06 Mei 2019 | 23:06:40 WIB, Dilihat 368 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Macet Total, Warga Pertanyakan Aset Bank Sampah Sarwono, pengelola sampah warga di wilayah RW 7 dan RW 8 Desa Sabrang Delanggu membakar sampah di pekarangan bank sampah Desa Sabrang. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Rekapitulasi Berjalan Lancar dan Transparan di DIY


KORANBERNAS.ID -- Sejumlah warga Desa Sabrang Kecamatan Delanggu Kabupaten Klaten Jawa Tengah merasa prihatin dengan kondisi bank sampah yang tidak beroperasi.

Selain karena tidak adanya aktivitas, warga juga mempertanyakan status bangunan itu beserta aset-asetnya.

Menurut warga, sudah sekitar dua tahun ini aktivitas di bank sampah itu macet total. Anggaran yang diokasikan untuk membangun, membeli peralatan dan honor petugas saat itu tidak sedikit jumlahnya.

"Sebenarnya pada awal-awal beroperasi dulu ada yang mengelola sampah di sini. Tapi macet total. Sudah sekitar dua tahun macetnya," kata Sarwono, warga RT 3 RW 7 Desa Sabrang Kecamatan Delanggu, Senin (6/5/2019).

Karena pengelola sampah yang lama macet total, Sarwono berinisiatif mengelola sampah di desanya. Setiap hari dia berkeliling ke rumah warga mengambil sampah dengan sepeda motor Viar, aset bank sampah tahun 2015.

Untuk menggunakan sepeda motor itu pun, kata dia, tidak mudah karena sempat rusak. Saat diambil kondisinya memprihatinkan.

“Saya harus mengganti kampas kopling habis Rp 240 ribu. Itu saya bayar sendiri. Pajaknya juga tidak tahu apakah sudah dibayar atau belum karena sampai sekarang STNK-nya tidak diserahkan ke saya," terang Sarwono.

Selama sekitar delapan bulan ini, sampah warga di wilayah RW 7 dan RW 8 dikelola sendiri oleh Sarwono. Kunci bank sampah masih dibawa pengurus lama sehingga sampah warga dari dua RW itu dibuang dan ditumpuk di pekarangan bank sampah.

Sampah plastik dan kertas dibakar meski menimbulkan kepulan asap cukup pekat.

Ditemui di sela-sela membakar sampah di pekarangan bank sampah, Sarwono mengaku sebenarnya ada pemikiran mengajak teman untuk mengelola sampah itu.

Namun dengan pertimbangan biaya operasional dan komitmen mengelola sampah, akhirnya pemikiran itu belum terealisasi.

Dia berharap setelah Kepala Desa Sabrang yang baru dilantik pada 16 Mei mendatang ada pertemuan antara tokoh masyarakat, perangkat desa dan pengelola sampah yang lama untuk membahas keberlangsungan bank sampah di Desa Sabrang.

“Mudah-mudahan ada keputusan dan komitmen bersama. Kalau nanti pengelola yang lama tidak mau dan sulit diajak kerja sama ya minggir saja," ujarnya.

Keprihatinan juga disampaikan pengurus BPD Sabrang,  Yulianto, dan mantan Ketua BPD yang kini menjabat Ketua TPK (Tim Pengelola Kegiatan) Desa Sabrang, Sudarmaji.

Menurut mereka, sejak awal tidak pernah diajak rembugan soal pembangunan bank sampah.

"Bank sampah itu dibangun di sana pun tidak pernah ngajak BPD. Belakangan kami tahu ada yang aneh dan kami koordinasikan ke Lingkungan Hidup," terang mereka.

Kepala Desa Sabrang, Rohmad Wiyono, belum bisa dikonfirmasi terkait bank sampah di desanya. Saat dihubungi dia mengatakan sedang berada di Semarang.

Informasi yang dihimpun di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Klaten, bank sampah Desa Sabrang Delanggu dibangun tahun 2015 bersamaan dengan pembangunan sembilan unit bank sampah lainnya.

Pembangunan bank sampah dimaksudkan sebagai salah satu upaya penanganan masalah sampah di Kabupaten Klaten dengan konsep pemberdayaan masyarakat.

Selain membangun gedung disertai mesin pencacah sampah organik dan kendaraan operasional roda tiga, bahkan pada awal beroperasi DLHK masih memberikan honor kepada petugas selama beberapa bulan lamanya.

Sayangnya, setelah pengelolaannya diserahkan ke pemerintah desa ternyata aktivitasnya macet total. Penanganan sampah di Desa Sabrang tidak maksimal. (sol)



Senin, 06 Mei 2019, 23:06:40 WIB Oleh : Rosihan Anwar 605 View
Rekapitulasi Berjalan Lancar dan Transparan di DIY
Senin, 06 Mei 2019, 23:06:40 WIB Oleh : Rob Sumiarno 4186 View
Dekat Bandara Termewah di Indonesia, Hutan Mangrove Ini Makin Strategis
Senin, 06 Mei 2019, 23:06:40 WIB Oleh : Rob Sumiarno 8885 View
Semua Bertepuk Tangan Saat Pesawat Mendarat

Tuliskan Komentar