atas1

Lebaran di Jepang Dapat Kupon Makan Gratis

Senin, 10 Jun 2019 | 15:31:36 WIB, Dilihat 617 Kali - Oleh Prasetiyo

SHARE


Lebaran di Jepang Dapat Kupon Makan Gratis Warga mengikuti Sholat Ied di Masjid Osaka, Jepang.(istimewa)

Baca Juga : Lebaran Hari Kelima, Terminal Purworejo Sepi


KORANBERNAS.ID--Lebaran kali ini, dirasakan berbeda oleh Aliya Fahmara  (15), yang baru saja lulus dari SMP Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan.Pasalnya, selama dua minggu (30 Mei - 13 Juni/2019), Aliya  tengah menimmati liburan di Jepang bersama keluarganya, yang terdiri  H.Mohammad Dess Syabar  (52, ayah), Hj.Dian Kurniasarie  (48, ibu), dan  Fathiyya Inara (13, adik).

Aliya yang suka berselancar di jagad maya dan sering membuka www.koranbernas.id mengaku, lebaran di Jepang sungguh mengesankan. Ini pengalaman pertama bagi Aliya, lebaran di negara Sakura itu. 

"Sama seperti di Indonesia, Shalat Idul Fitri di Jepang dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2019," ujar Aliya Fahmara mengawali kisahnya kepada koranbernas.id, Sabtu (8/6/2019) melalui Alief Einstein, dosen Fakultas Peternakan Unsoed dan juga Ketua Departemen Humas - Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini.

Aliya yang juga keponakan Alief Einstein ini menceritakan, pada 1 Syawal 1440 H ini,  Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang berada di Osaka Jepang menyelanggarakan shalat Idul Fitri bersama seluruh warga muslim Indonesia Kansai Jepang di Sakai City Industrial Promotion Center Building. Sakai city berlokasi di sisi sebelah selatan Prefecture Osaka. Untuk mengakses lokasi tersebut tersedia subway Midosuji line atau Nakai Koya line dengan pemberhentian terakhir di stasiun Nakamozu. 

"Pagi sekitar jam 07.00 mengenakan pakaian terbaik, saya beserta ayah, ibu dan adik meninggalkan apartment di sekitar Nipponbashi menuju Sakai City dengan menggunakan subway Midosuji line dari stasiun Namba. Selama perjalanan dalam hati saya kumandangkan takbir memuji Allah swt. Setelah melalui 11 stasiun, akhirnya kami tiba di stasiun terakhir dari subway Midosuji line di stasiun Nakamozu," tutur Aliya Fahmara yang setelah tamat SMP ini akan melanjutkan ke SMA Al Azhar 1 Jalan Sisingamangaraja Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Saat keluar dari kereta, ujar Aliya,  tampak terlihat beberapa group warga Muslim Indonesia yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, pekerja, atau turis seperti saya menuju lokasi Industrial Promotion Center Building. Bagi pelajar, mahasiswa, atau pekerja Indonesia di Kansai Jepang pada umumnya mereka mengambil cuti selama satu hari, sehingga mereka dapat menjalan ibadah Shalat Ied dan bersilaturahmi dengan warga muslim Indonesia lainnya.

Sesuai aturan di Jepang, pihak manajemen gedung baru membuka gedung bagi panitia Idul Fitri KJRI Osaka untuk mempersiapkan pelaksanaan Shalat Ied  pada pukul 08.00. Dengan sigap dan penuh semangat panitia mempersiapkan tempat wudhu baik untuk jamaah pria maupun wanita serta shaf shalat.

"Persiapan selesai sekitar pukul 09.30 dan jamaah diperbolehkan untuk mengambil wudhu serta memasuki lokasi shalat," ujar Aliya.

Sekitar 1200 jamaah hadir turut serta dalam ibadah Shalat Ied, sehingga panitia harus  mengatur sedemikian rupa,  agar semua jamaah mendapat tempat untuk shalat dengan lokasi yang terbatas.

Rangkaian kegiatan Shalat IED dimulai sekitar pukul 09.45 dengan diawali sambutan dari Mirza Nurhidayat selaku Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka Jepang.

Mirza Nurhidayat menyampaikan bahwa pelaksanaan shalat Idul Fitri merupakan acara tahunan dari KJRI Osaka, dan bertujuan untuk memberikan tempat bagi warga muslim Indonesia di Kansai untuk beribadah shalat Ied bersama dan menjaga silaturahmi antara warga.

Shalat Ied itu sendiri dipimpin oleh imam Ustadz Herizal Adhardi,  pimpinan proyek pembangunan Masjid Istiqlal Osaka. Sebelum pelaksanaan shalat Ied, Herizal Adhardi mengajak kepada warga muslim Indonesia yang berada di Jepang,  menyisihkan sebagian hartanya dalam bentuk infak untuk pembangunan masjid.

Dapat Kupon Makanan Indonesia

Setelah shalat Ied, untuk mengurangi rasa kangen terhadap makanan khas Indonesia, panitia telah menyiapkan  ketupat, sayur opor, oseng kentang, oseng tempe dan sebagainya. Sebelumnya, warga muslim Indonesia yang ikut shalat Ied diberi kupon, lalu setelah shalat Ied, ditukar dengan paket aneka makanan khas Indoensia itu.

Aliya juga menuturkan, sempat mengalami  beberapa hari puasa Ramadan di Jepang. "Waktu berpuasa di Jepang lebih lama dari waktu berpuasa di Indonesia. Di Jepang, 16 Jam tanpa makan minum. Terakhir makan sahur saat masuk waktu Shalat Subuh sekitar pukul 03.00 dinihari dan berbuka di pukul 19.00 saat masuk waktu Shalat Magrib," kisahnya.

Selama Ramadan di Jepang, Aliya bersama keluarganya  sempat mengunjungi Osaka Masjid, Kyoto Masjid, dan Kobe Muslim Mosque. Sedangkan untuk urusan makanan halal saat berbuka mauoun makan Sahur di Osaka tidak menjadi kendala. 

"Semua informasi lokasi makanan halal di sekitar Dotonbori dan Shinsaibashi tersedia di Google," ujarnya. (yve)



Senin, 10 Jun 2019, 15:31:36 WIB Oleh : W Asmani 755 View
Lebaran Hari Kelima, Terminal Purworejo Sepi
Senin, 10 Jun 2019, 15:31:36 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 503 View
ASN Bolos Harus Bawa Surat Dokter
Senin, 10 Jun 2019, 15:31:36 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 438 View
Ribuan Warga Antri Salami Sultan

Tuliskan Komentar