atas1

KSEI dan 105 Pelaku Pasar Modal Jalin Kerjasama

Selasa, 25 Des 2018 | 20:52:12 WIB, Dilihat 409 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


KSEI dan 105 Pelaku Pasar Modal Jalin Kerjasama Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi memaparkan data pertumbuhan investor di industri pasar modal Indonesia, beberapa waktu lalu.(istimewa)

Baca Juga : Terkait Pemilu, Ini Larangan bagi Masjid


KORANBERNAS.ID--Sebanyak 106 pelaku industri Pasar Modal Indonesia melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, terkait Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dalam layanan jasa pasar modal.

Penandatanganan tersebut dilakukan secara serentak oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh dengan perwakilan masing-masing perusahaan, yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), The Indonesian Capital Market Institute (TICMI) Perusahaan Efek, Manajer Investasi, dan Agen Penjual Reksa Dana.

Turut hadir dan menyaksikan penandatanganan tersebut Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fakhri Hilmi, serta Direksi dan Komisaris Self Regulatory Organizations (SRO).

Kerja sama tersebut merupakan inisiatif KSEI sebagai salah satu upaya untuk mempercepat dan mempermudah proses pembukaan rekening di pasar modal.

Terdapat 106 pelaku industri pasar modal Indonesia yang menandatangani perjanjian kerja sama dengan Ditjen Dukcapil. Terdiri dari 78 Perusahaan Efek, 19 Manajer Investasi, 6 Agen Penjual Reksadana, dan 3 Lembaga Penunjang Pasar Modal (BEI, KSEI dan TICMI).

Kerja sama antara Ditjen Dukcapil dan pelaku industri pasar modal telah berlangsung sejak 22 November 2016. Saat itu 100 Pelaku Industri Pasar Modal Indonesia melakukan penandatangan sehingga menciptakan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Terbanyak Dalam Satu Hari.

“Masa perjanjian kerja sama tersebut berakhir tahun ini. Namun, para pelaku industri Pasar Modal Indonesia bermaksud melaksanakan perpanjangan perjanjian kerja sama dengan Ditjen Dukcapil karena banyaknya manfaat yang diperoleh, terutama untuk proses percepatan pembukaan rekening investasi dan peningkatan kualitas data investor. Penandatanganan telah dilakukan 21 Desember lalu,” kata Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi dalam rilis ke Redaksi koranbernas.id, Selasa (25/12/2018).

KSEI telah menjalin kerja sama dengan Ditjen Dukcapil untuk pemanfaatan data kependudukan sejak tahun 2014. Perpanjangan perjanjian kerja sama Ditjen Dukcapil dengan pelaku industri pasar modal ini merupakan upaya dari KSEI dengan dukungan dari pelaku Pasar Modal Indonesia terkait simplifikasi pembukaan rekening pasar modal.

“Kerja sama para pelaku industri pasar modal dengan Ditjen Dukcapil dalam pemanfaatan data kependudukan, mempercepat proses pembukaan rekening efek, yang sebelumnya bisa mencapai 2 minggu, sekarang menjadi kurang dari satu jam. Pemanfaatan basis data KTP elektronik diharapkan dapat meningkatkan kualitas data calon nasabah untuk proses KYC (Know Your Client) yang lebih baik karena pengecekan data nasabah langsung ke database KTP elektronik. Jadi bisa divalidasi kebenaran identitasnya, ”tambahnya.

Simplifikasi pembukaan rekening efek dapat mengatasi kendala atas lamanya waktu pembukaan rekening efek yang umumnya dialami oleh masyarakat di daerah, terutama di luar Jawa.

Belum banyak Perusahaan Sekuritas yang mampu membuka banyak cabang hingga ke pelosok daerah.

Pengiriman formulir dan dokumen dari daerah ke kantor pusat juga dapat menjadi kendala, karena selain memakan waktu lama, kesalahan dalam pengisian formulir dan tidak lengkapnya dokumen akan menyulitkan Perusahaan Sekuritas untuk kembali menghubungi calon nasabah.

Jumlah investor yang tercatat di industri pasar modal per 17 Desember 2018 telah mencapai 1.606.481 atau meningkat 43% sejak akhir tahun 2017.

Dari jumlah tersebut, investor di Indonesia masih terpusat di Jawa sebanyak 73,57% dengan total nilai aset mencapai 96%. Investor terbanyak kedua ada di Sumatera sebanyak 14%.

KSEI berharap simplifikasi pembukaan rekening investasi juga dapat membuat penyebaran investor semakin merata hingga ke seluruh daerah di Indonesia.

Zudan Arif Fakrulloh menyambut gembira adanya perjanjian kerja sama dengan para pelaku industri pasar modal ini.

“Secara keseluruhan, sudah lebih dari 1.000 institusi yang melakukan kerja sama dengan Ditjen Dukcapil terkait pemanfaatan data kependudukan,” kata Zudan.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I OJK Fakhri Hilmi menyampaikan apresiasi kepada KSEI dan SRO atas inisiatif yang telah dilakukan untuk memfasilitasi terlaksananya kerja sama para pelaku di industri pasar modal dengan Ditjen Dukcapil.

Fakhri menyampaikan, perkembangan teknologi yang terus bergerak dinamis harus dapat dimanfaatkan para pelaku pasar modal. “Kami sangat berterima kasih sekali dengan inisiatif ini, dan mudah-mudahan impian

kita dapat tercapai, yaitu investor lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Tekanan di pasar modal bisa kita redam apabila basis investorretail sangat kuat,” kata Fakhri. (SM)



Selasa, 25 Des 2018, 20:52:12 WIB Oleh : Sari Wijaya 568 View
Terkait Pemilu, Ini Larangan bagi Masjid
Selasa, 25 Des 2018, 20:52:12 WIB Oleh : Sari Wijaya 1047 View
Ribuan Pelayat Ikut Mengantar Jenazah Andi Seventeen
Selasa, 25 Des 2018, 20:52:12 WIB Oleh : Sholihul Hadi 433 View
Pagi Buta, Warga Dikejutkan Kobaran Api dari GL Zoo

Tuliskan Komentar