atas1

Kota Yogyakarta Menuju Smart City

Senin, 06 Jan 2020 | 12:10:34 WIB, Dilihat 766 Kali
Penulis : Pangky Febriantanto
Redaktur

SHARE


Kota Yogyakarta Menuju Smart City Pangky Febriantanto, S.IP, M.IP (Foto: Dokumen Pribadi/Koran Bernas).

Baca Juga : Pergantian Tahun dan Keceriaan Hidup


MEMASUKI era digital dan industri 4.0, Kota Yogyakarta diharapkan menjadi sebuah kota yang lebih modern. Terlebih, sebagai ibukota pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagai pusat pelayanan jasa, tentu Kota Yogyakarta dituntut untuk lebih inovatif dalam pelayanan publik, yang selaras dengan kemajuan teknologi. Dan konsep Smart City yang dibangun oleh Pemerintah Kota Yogyakarta dapat menjadi salah satu inovasi yang sekaligus menjadi pendorong kemajuan sebuah kota yang terkenal dengan kota pelajar dan kota budaya tersebut.

Secara umum, kunci dari Smart City adalah inovasi, terutama bidang teknologi dan juga kemudahan layanan kepada publik. Dengan kata lain, Smart City merupakan sebuah kota yang mampu mengoptimalkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengintegrasikan segala infrastruktur dan pelayanan publik yang efektif dan efisien. Konsep Smart City juga sudah mendapat payung hukum serta tertulis jelas dalam Peraturan Walikota Nomor 15 Tahun 2015 Tentang E-Government. Di mana, terdapat visi yang menyebutkan “Terwujudnya E-Government sebagai sarana sistem informasi pengelolaan Kota Yogyakarta yang handal dalam mendukung pelayanan publik yang efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan partisipatif, sehingga menjadi Yogyakarta Smart City”. Dan dalam produk hukum tersebut juga disebutkan bahwa tahun 2019 merupakan tahun yang memasuki pengembangan tahap II yang mana terdapat aspek-aspek kunci dalam mencapai Smart City. Yaitu Infrastruktur TIK yang modern, peningkatan layanan publik berbasis citizen centris, infrastruktur yang cerdas, transparansi hasil kinerja, serta kepemimpinan dengan visi jelas dan konsisten tentang kota masa depan.

 

Aplikasi Pendukung

Salah satu pendorong kemajuan Kota Yogyakarta dalam konsep Smart City yang sudah terimplementasikan adalah aplikasi Jogja Smart Service. Aplikasi tersebut sangat mendukung aspek infrastruktur TIK yang modern dan aspek transparansi hasil kinerja. Aplikasi yang baru diluncurkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta pada pertengahan tahun 2018 tersebut, tidak hanya memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan umum saja, namun juga mengakses kegawatdaruratan, informasi dan pengaduan ke pemerintah daerah, data dan informasi, sampai dengan informasi event. Bila dijumlahkan terdapat lebih dari 30 layanan yang dapat diakses, termasuk layanan mengakses layanan wifi gratis di lebih dari 100 titik yang tersebar di Kota Yogyakarta. Layanan wifi gratis tersebut mendukung aspek infrastruktur yang cerdas. Aplikasi yang dapat diunduh melalui ponsel pintar (smartphone) berplatform android tersebut tidak hanya dapat diunduh oleh warga Kota Yogyakarta saja. Namun juga warga yang tidak ber-KTP Kota Yogyakarta juga dapat menggunakan aplikasi Jogja Smart Service selama yang bersangkutan berada atau tinggal di wilayah hukum Kota Yogyakarta.

Tentu bukan hanya aplikasi Jogja Smart Service saja yang menjadi satu-satunya inovasi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengembangkan smart city. Ada pula aplikasi JogjaBike-InaBike yang ditujukan kepada wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogyakarta. Aplikasi JogjaBike-InaBike yang sudah diunduh oleh wisatawan digunakan untuk membuka kunci sepeda khas Yogyakarta yang ada di shelter-shelter tertentu untuk berkeliling Kota Yogyakarta. Selain untuk mendukung perkembangan pariwisata, adanya aplikasi JogjaBike-InaBike juga digunakan untuk mendukung kreativitas Kota Yogyakarta serta mendorong Kota Yogyakarta yang ramah lingkungan.

Realisasi dan prinsip kerja Smart City dari Aplikasi Jogja Smart Service dan JogjaBike-InaBike tersebut menjadi factor utama yang mengantarkan Kota Yogyakarta meraih Smart City Award dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Selain itu, Kota Yogyakarta juga dipilih oleh pemerintah pusat sebagai salah satu kota pertama dalam Gerakan Menuju 100 Smart City. Kedua hal tersebut tentu menjadi pelecut untuk terus mematangkan Kota Yogyakarta sebagai Smart City.

Meski demikian, Pemerintah Kota Yogyakarta masih perlu membumikan secara masif tentang aplikasi pendukung tersebut, terutama aplikasi Jogja Smart Service. Menurut data, sampai September 2019 hanya kurang dari 20.000 kali aplikasi Jogja Smart Service yang diunduh. Sedangkan Pemerintah Kota Yogyakarta telah menargetkan lebih dari 200.000 warga Kota Yogyakarta yang mengunduh sekaligus memanfaatkannya. Pemerintah Kota Yogyakarta perlu mensosialisasikan sekaligus membumikan aplikasi tersebut dengan menggandeng dukungan dari tokoh masyarakat baik dari unsur perempuan, pemuda, sampai unsur perangkat wilayah sampai tingkat RT. Hal tersebut perlu dilakukan agar masyarakat banyak mengunduh dan memanfaatkan aplikasi, sehingga mengoptimalkan aspek layanan publik berbasis citizen centris yang menggunakan internet sebagai pengganti layanan tatap muka. Di samping itu, Pemerintah Kota Yogyakarta selaku pengelola aplikasi juga wajib untuk meng-update serta mengembangkan aplikasi Jogja Smart Service yang lebih baik lagi, agar aspek kepemimpinan dengan visi yang jelas dan konsisten tentang kota masa depan dapat diimplementasikan. ***

 

Pangky Febriantanto, S.IP, M.IP

Dosen SFGE Kulon Progo & Peneliti Sosial Politik/Wakil Ketua KNPI Kota Yogyakarta



Senin, 06 Jan 2020, 12:10:34 WIB Oleh : Prof. Dr. Sudjito Atmoredjo, S.H., M.Si. 777 View
Pergantian Tahun dan Keceriaan Hidup
Senin, 06 Jan 2020, 12:10:34 WIB Oleh : Sarwono, MA 556 View
Kepustakawanan dan Keistimewaan DIY
Minggu, 05 Jan 2020, 12:10:34 WIB Oleh : Arie Giyarto 490 View
Antologi Kepak Sayap Waktu Karya 49 Penyair Diluncurkan

Tuliskan Komentar