atas

Korban Terdampak Bencana Butuh Hunian Nyaman

Senin, 14 Jan 2019 | 16:56:21 WIB, Dilihat 442 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Korban Terdampak Bencana Butuh Hunian Nyaman Peresmian Hunian Nyaman Terpadu untuk korban terdampak bencana di Sulawesi Tengah. (istimewa)

Baca Juga : Terharu Peroleh Hadiah Umrah Gratis


KORANBERNAS.ID -- Sejak bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi melanda Sulawesi Tengah pada 28 September 2018, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berikhtiar memberikan bantuan dan dukungan terbaik untuk korban terdampak bencana.

Salah satu fokus utama lembaga kemanudiaan ini adalah menyiapkan Hunian Nyaman Terpadu atau Integrated Community Shelter (ICS). Sejak awal Oktober 2018, ACT gencar membangun ICS di Palu, Sigi dan Donggala.

Pada Selasa (8/1/2019) silam, tujuh kompleks ICS itu diresmikan, dari sebelas kompleks ICS yang disiapkan. Peresmian dipusatkan di ICS Desa Lolu Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi.

Tampak hadir Senior Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur, Wakil Bupati Sigi, Paulina, Bupati Donggala Kasman Lassa serta  CEO Kitabisa.com, M Alfatih Timur.

Syuhelmaidi Syukur mengatakan, pembangunan ICS di Sulawesi Tengah tujuannya sama, supaya ACT bisa secara terpadu melayani korban terdampak bencana.

“Kami tahu, Allah SWT selalu berbuat total mengurus setiap hamba-Nya tanpa terkecuali. Maka ACT tidak boleh berlaku setengah-setengah. Mengerahkan semua kekuatan dan kemampuan adalah bagian dari cara ACT merespons dan menangani setiap masalah pascabencana secara cepat, total, dan tuntas. Tentu dengan manajemen kebencanaan yang total pula,” kata Syuhelmaidi.

Tujuh kompleks ICS yang diresmikan meliputi ICS Duyu, ICS Ulujadi, dan ICS Habib Soleh di Kota Palu; ICS Lolu, ICS Sibalaya, ICS Soulowe di Kabupaten Sigi serta ICS Wani di Kabupaten Donggala.

Jumlah total yang sudah terbangun di semua kompleks itu sebanyak 656 unit, dari 1.168 unit yang disiapkan.

Hunian Nyaman Terpadu yang dibangun ACT di Sulawesi Tengah. (istimewa)

Insya Allah, masa pemulihan pascabencana Sulawesi Tengah tidak hanya sampai di sini. Kami sedang dalam tahap pembangunan satu kompleks ICS lagi. Target ACT membangun 11 kompleks ICS, tiga yang tersisa sudah dalam tahap persiapan, tinggal eksekusi pembangunannya. Kami mohon doa dan dukungan dari semua masyarakat Indonesia agar ikhtiar-ikhtiar ini terwujud,” papar Syuhelmaidi.

Satu dari tujuh kompleks yaitu ICS Desa Lolu dilengkapi sarana layanan logistik pengungsi. Bekerja sama dengan Global Wakaf, ACT menghadirkan juga Humanity Distribution Center (HDC).

Menurut Syuhelmaidi, HDC hadir untuk menjadi sarana penopang masa pemulihan pascabencana, terutama bagi warga terdampak di sekitar Desa Lolu.

“Desa Lolu kami pilih sebagai lokasi HDC karena lahannya luas, menampung 160 unit shelter. Kondisi lingkungan dan masyarakatnya pun kondusif. Desa Lolu juga menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi besar. HDC ini menjadi tahap pertama, sambil kita mempersiapkan aksi-aksi selanjutnya,” ungkap Syuhelmaidi.

Koordinator HDC Rizky Wihardi memaparkan, HDC menjadi pusat layanan logistik untuk warga terdampak bencana yang berada di sekitar Desa Lolu.

Sebelumnya, para penerima manfaat HDC juga mendapat Humanity Card sebagai alat tukar barang logistik. Setiap keluarga mendapat satu kartu untuk pengambilan satu kali per dua minggu.

“HDC di ICS Desa Lolu siap untuk melayani 4.200 keluarga atau setara 16.000 jiwa. Dihitung per hari, HDC mampu mendistribusikan 300 paket logistik secara gratis bagi para warga terdampak. Tahap pertama dalam pemulihan, insya Allah HDC hadir selama tiga bulan ke depan,” tambah Rizky. (sol)



Senin, 14 Jan 2019, 16:56:21 WIB Oleh : Sholihul Hadi 597 View
Terharu Peroleh Hadiah Umrah Gratis
Senin, 14 Jan 2019, 16:56:21 WIB Oleh : Nila Jalasutra 382 View
Di Desa Ini Rentan Terjadi Gesekan
Senin, 14 Jan 2019, 16:56:21 WIB Oleh : Endri Yarsana 435 View
Warga Turun ke Sungai Bersihkan Sampah

Tuliskan Komentar