TNI-stipram

Kontingen BPSMI DKI Jakarta Dilempar Sepatu
Disertai Tepuk Tangan Saat Tampil di Lomba Monolog Peksiminas

Jumat, 19 Okt 2018 | 13:35:40 WIB, Dilihat 137 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Kontingen BPSMI DKI Jakarta Dilempar Sepatu Penampilan kontingen Pengda BPSMI DKI Jakarta pada lomba Monolog Peksiminas XIV, Jumat (19/10/2018) di Kampus ISI Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Mahasiswa dari 33 Provinsi Memotret Tugu Jogja


KORANBERNAS.ID – Tirai hitam terbuka. Gelap berganti redup. Panggung disiram lampu kekuningan begitu sesosok lelaki berambut gimbal itu berjalan pelan-pelan. Rebana di tangannya dipukul bertalu-talu seraya meneriakkan kata-kata asing.

Itulah penampilan kontingen Pengurus Daerah Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (Pengda BPSMI) DKI Jakarta tatkala berlaga di ajang Lomba Monolog Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XIV 2018, Jumat (19/10/2018), di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Meski berbekal properti minim hanya berupa tali Pramuka yang dibentangkan sedemikian rupa hingga mirip ruang penjara, kontingen DKI Jakarta berhasil memukau penonton saat membawakan lakon berjudul Prodo Imitatio karya Arthur S Nalan.

Selain memperoleh “hadiah” dilempar sepatu dari arah kiri panggung, penampilannya memperoleh tepuk tangan dari penonton yang memenuhi Auditorium Teater FSP ISI Yogyakarta.

Mungkin saja, sepatu itu bagian dari kelengkapan pentas yang sengaja dilempar oleh kru panggung sebagai penanda durasi 15 menit sudah terlampaui.

Selain DKI Jakarta, tampil pula kontingen dari Pengda BPSMI Lampung, Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Tengah, Aceh, DIY, Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi Tenggara, Maluku serta Bengkulu.

Adapun kriteria penilaian meliputi keaktoran, vokal, kelenturan, komunikatif dan kerja sama. Penataan artistik meliputi tata pentas, tata cahaya, tata suara, tata rias serta busana juga menjadi pertimbangan dewan juri untuk memilih pemenang. Sedangkan tema bebas, asalkan tidak bertentangan dengan nilai dan etika bangsa Indonesia.

Peksiminas XIV 2018 juga diisi Sarasehan Kebudayaan. Kali ini tampil sebagai narasumber Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Dr Suminto A Sayuti.

Membawakan makalahnya berjudul Meng-Indonesia, Prof Suminto antara lain memaparkan mengenai kebesaran bangsa Indonesia yang ditopang oleh manusia-manusia berjiwa besar serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya.

Menurut dia, kebudayaan merupakan faktor penting membangun kejayaan bangsa. “Melalui jalan kebudayaan suatu bangsa akan mampu menghargai harkat dan martabat dirinya, sekaligus menghargai perjalanan historis yang telah dilaluinya,” ujarnya.

Dengan kemampuan menghormati dan menghargai kebudayaan sendiri suatu bangsa akan mampu mempertahankan diri tatkala bergaul dengan bangsa-bangsa lain secara egaliter.

“Kebudayaan adalah jalan untuk membangun sikap mental dan kesadaran yang semuanya bermuara pada jati diri,” tandasnya.

Ketua Panitia Peksiminas XIV 2018, Drs Anusapati MFA, di sela-sela Seminar Budaya di Kampus ISI Yogyakarta mengemukakan, sebagai tuan rumah ISI Yogyakarta merasa bangga event itu berjalan lancar sesuai jadwal dan rencana awal.

Apalagi duta seni dari 33 provinsi yang mengikuti 15 tangkai lomba dan satu eksibisi hampir semuanya berkualitas bagus. Selain menggembirakan, karya para mahasiswa terutama penulisan puisi, cerpen, maupun lakon, juga mencerminkan keberagaman sosial budaya masing-masing daerah.

“Sangat menarik karena keberagaman itulah yang kemudian mengikat kita sebagai satu bangsa, sesuai tujuan Peksiminas untuk memperkaya khasanah seni bangsa Indonesia,” ucapnya. (sol)



Rabu, 17 Okt 2018, 13:35:40 WIB Oleh : Sholihul Hadi 150 View
Mahasiswa dari 33 Provinsi Memotret Tugu Jogja
Rabu, 17 Okt 2018, 13:35:40 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 257 View
Desain Bagus Teryata Tak Cukup, Harus Cerdas
Selasa, 16 Okt 2018, 13:35:40 WIB Oleh : Sholihul Hadi 119 View
Seni Itu Indah, Bisa Dinginkan Politik yang Panas

Tuliskan Komentar