TNI-stipram

Konflik Bisnis pun Berakhir Damai setelah Ngopi Bareng

Kamis, 08 Nov 2018 | 21:52:36 WIB, Dilihat 86 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Konflik Bisnis pun Berakhir Damai setelah Ngopi Bareng Didampingi kuasa hukumnya, Retno Rosyati SE MM, menyampaikan keterangan pers di Watu Lumpang Resto, Kamis (08/11/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Air Sumur Bor Ini Sangat Jernih namun Terbuang Sia-sia


KORANBERNAS.ID – Bagi pebisnis, konflik internal maupun eksternal kadang-kadang harus dijalani sebagai ujian. Diperlukan jiwa besar untuk mengakui kesalahan demi tercapai kedamaian.

Inilah pilihan Retno Rosyati SE MM. Melalui acara ngopi bareng di Watu Lumpang Resto Banguntapan Bantul, Kamis (08/11/2018), wanita pengusaha kelahiran Ciamis Jawa Barat 30 tahun silam itu memutuskan untuk mengakhiri konflik dengan kolega bisnisnya, dr Gideon Hartono.

Kedua belah pihak pun menandatangani kesepakatan damai sekaligus mengakhiri perseteruan bisnis yang terjadi sejak 2014.

Retno sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada Gideon Hartono, menysul kasus dugaan penipuan dan penggelapan secara hukum tidak terbukti.

Kepada wartawan didampingi kuasanya hukumnya, Bedi Setiawan Al Fahmi SH MKn, wanita yang beralamat di Dukuh Demangan Sewon Bantul ini menyampaikan klarifikasi tanpa bermaksud mencari siapa yang salah dan siapa yang benar.

“Sudah ada kesepakatan damai, selesai dengan cara musyawarah dan mufakat. Karena secara sah dan secara hukum tidak terbukti maka kami tidak akan melakukan upaya hukum,” kata Bedi.

Dia menjelaskan, waktu itu kliennya merasa kecewa atas hambatan-hambatan terkait proses perizinan pendirian Apotek K-24 Yos Sudarso Gombong Jawa Tengah.

Kekecewaan yang sudah terekspos ke publik itu ternyata tidak benar. “Segala dugaan kami terhadap PT K-24 Indonesia dan Bapak Gideon Hartono yang pernah kami sampaikan adalah tidak benar dan tidak ditemukan unsur pidananya,” kata dia.

Hal ini dikuatkan dengan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) Polda DIY Nomor: S.Tap/184/II/2018/Direskrimum Tanggal 20 Februari 2018.

Menurut Bedi, kliennya menyadari dan memahami serta dengan kerendahan hati meminta maaf kepada Gideon Hartono dan PT K-24 Indonesia.

“Kami berharap rekan-rekan media dapat membantu saya memulihkan nama baik Bapak Gideon Hartono dan PT K-24 Indonesia,” sambung Retno.

Selain sebagai pelajaran bagi dirinya, secara pribadi Retno Rosyati juga masih berminat menjalin kerja sama menjadi franchise (waralaba) Apotek K-24.

“Saya pebisnis. Kita sama-sama sudah berdamai agar ke depan lebih baik lagi. Nama baik itu yang kita utamakan,” ujar pengusaha yang kini menekuni bisnis besi dan baja itu. (sol)



Kamis, 08 Nov 2018, 21:52:36 WIB Oleh : Masal Gurusinga 11063 View
Air Sumur Bor Ini Sangat Jernih namun Terbuang Sia-sia
Kamis, 08 Nov 2018, 21:52:36 WIB Oleh : Nila Jalasutra 50 View
Lapor ke Nomor Ini jika Terjadi Pelanggaran Tata Ruang
Kamis, 08 Nov 2018, 21:52:36 WIB Oleh : Sholihul Hadi 77 View
Generasi Milenial Lari Kencang, Pemerintah Ketinggalan

Tuliskan Komentar