komisi-ii-dpr-ri-pantau-kesiapan-pilkada-slemanWakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menerima cinderamata dari Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung. (istimewa


bid-jalasutra

Komisi II DPR RI Pantau Kesiapan Pilkada Sleman


SHARE

KORANBERNAS.ID -- Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun beserta Sekda Sumadi menerima kunjungan kerja Komisi II DPR RI di Aula lantai III Setda Kabupaten Sleman, Senin (9/12/2019). Kunjungan Kerja ini membahas persiapan dan kelengkapan Kabupaten Sleman pada Pilkada 2020 mendatang. Hadir pula dalam Penerimaan Kunjungan Kerja tersebut Ketua KPU dan Bawaslu Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.

Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mengatakan kunjungannya ke Kabupaten Sleman kali ini adalah untuk memantau sejauh mana kesiapan Kabupaten Sleman dalam mempersiapkan Pemilihan Kepala Daera (Pilkada) tahun 2020 mendatang.


Baca Lainnya :

Wakil Bupati Sri Muslimatun menjelaskan dan mengkonfirmasi kesiapan Kabupaten Sleman menjelang pelaksanaan Pilkada tahun depan. Diantaranya, Kabupaten Sleman telah melakukan Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

"Hibah yang diberikan kepada KPU mencapai Rp 25,154 miliar. Dan hibah yang diberikan kepada Bawaslu mencapai Rp 7,605 miliar,” kata Sri Muslimatun.


Baca Lainnya :

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sleman juga akan melakukan sosialisasi ke masyarakat di 17 kecamatan mengenai Pilkada tahun 2020. Menurut Sri Muslimatun, guna menunjang kelancaran pelaksanaan Pilkada 2020, Pemkab Sleman juga membentuk Tim Desk Pilkada bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman.

“Tim tersebut berfungsi untuk memantau dan memonitor, menampung masalah serta melaporkan pelaksanaan tahapan Pilkada,” ujarnya.

Sri Muslimatun menambahkan, terdapat 1.599 Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk gelaran Pilkada tahun 2020. Sri Muslimatun juga mengingatkan, tahun 2020 Kabupaten Sleman juga akan melaksanakan Pilkades secara Elektronik atau E-Voting. Pelaksanaan E-Voting tersebut untuk mengisi 49 Jabatan kepala Desa yang kosong. Dan Pelaksanaan Pilkades dengan sistem E-Voting tersebut merupakan yang pertama kali di DIY. (eru)


TAGS:

SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini