atas1

Kiai Jazir Ingatkan Pentingnya Lestarikan Pertemuan Trah

Minggu, 23 Jun 2019 | 17:02:12 WIB, Dilihat 649 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Kiai Jazir Ingatkan Pentingnya Lestarikan Pertemuan Trah Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta KH Jazir ASP. (arie giyarto/koranbernas.id)

Baca Juga : Pakai Kursi Roda, Lansia 83 Tahun Ini Rajin Pengajian


KORANBERNAS.ID -- Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta KH Mohammad Jazir ASP menegaskan, tradisi pertemuan trah harus dilestarikan.

Ini sangat penting agar antarsaudara dekat tetap saling kenal. "Jangan sampai anak-anak kepaten obor, mereka harus paham sangkan paraning dumadi," kata dia.

Berbicara pada acara halal bilhalal bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Yogyakarta serta IKKR di gedung PWI Jalan Gambiran, Sabtu (22/6/2019), Jazir khawatir karena tradisi itu cenderung semakin pudar.

Akibatnya banyak remaja tidak tahu silsilah keluarganya.  Bahkan nama neneknya saja tidak tahu, apalagi buyut, canggah atau wareng.

Padahal dengan tetap berada dalam ikatan keluarga yang hangat dan saling mengenal dekat, kata Jazir, kalau ada persoalan sosial akan lebih mudah diselesaikan dengan pendekatan keluarga. Tidak sesulit dengan pendekatan politik maupun hukum.

Dia  mengingatkan, orang tua berperan penting merekatkan tali persaudaraan yang cenderung semakin rapuh. Sebagai orang yang mengetahui silsilah, orang tua wajib menjelaskan pada anak cucunya.

“Orang yang sudah tua bukan berarti kehilangan makna. Tetapi justru berperan penting merekatkan kekerabatan dengan menjelaskan silsilah keluarga. Jangan sampai Syawalan hanya sekadar berkumpul dan makan-makan,” ungkapnya.

Bahkan menurut dia, kekerabatan yang hangat akan mampu menyelesaikan masalah nasib anak-anak yatim di keluarganya secara gotong royong.

Selain itu, juga bermanfaat untuk pengentasan kemiskinan internal. “Yang nampu bersama-sama peduli kepada keluarga yang perlu dibantu,” tambahnya.

Keluarga inti

Adanya kecenderungan keluarga mengarah ke nuclear family atau keluarga inti hal ini sulit dilaksanakan. Ditambah perkembangan teknologi yang membuat komunikasi tidak secara personal tatap muka, membuat  kekerabatan antarsaudara cenderung kian rapuh.

Menurut Kiai Jazir yang dikenal sebagai pencetus manajemen masjid yang luar biasa ini, trah dan syawalan harus tetap dilestarikan dengan menjaga esensi merekatkan kekerabatan.

Situasi bangsa yang cenderung terbelah akibat perbedaan pilihan politik yang terjadi akhir-akhir ini, bisa diselesaikan dengan pendekatan kekerabatan.

Masing-masing harus merasa wajib menjaga kesatuan dan persatuan bangsa sebagaaimana diamanatkan oleh para pahlawan dan pendiri bangsa ini.

Dia mengatakan, saat ini bangsa Indonesia menghadapi krisis narasi dan kepemimpinan. Sebagaimana pernah disampaikan Bung Karno jauh hari sebelum proklamasi, hanya orang-orang kaya raya yang bisa mendirikan partai politik.

Sehingga, yang terlibat di dalamnya bukan lagi pejuang politik tetapi sekadar buruh politik dari yang punya modal.

Ketua IKWI Cabang Yogyakarta Hj Sri Suryawidati Idham Samawi berharap melalui halal bilhalal mampu meningkatkan kekerabatan antaranggota guna mencapai kesejahteraan keluarga. (sol)



Minggu, 23 Jun 2019, 17:02:12 WIB Oleh : Arie Giyarto 606 View
Pakai Kursi Roda, Lansia 83 Tahun Ini Rajin Pengajian
Sabtu, 22 Jun 2019, 17:02:12 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 2740 View
Siap-siap, Indonesia Bakal Produksi Massal Mobil Listrik
Sabtu, 22 Jun 2019, 17:02:12 WIB Oleh : Masal Gurusinga 628 View
HGB Pasar Klaten Dua Versi, Pedagang Bingung

Tuliskan Komentar