atas

Ki Seno Nugroho Hibur Wisatawan Malioboro
Tampil di Halaman DPRD DIY, Peringati Hari Pahlawan

Sabtu, 17 Nov 2018 | 00:21:10 WIB, Dilihat 433 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Ki Seno Nugroho Hibur Wisatawan Malioboro Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menyerahkan gunungan wayang diterima Ki Seno Nugroho, Jumat (16/11/2018). (istimewa)

Baca Juga : Kelangkaan Pupuk Melanda Klaten


KORANBERNAS.ID – Dalang kondang Ki Seno Nugroho, Jumat (16/11/2018) malam tampil di Halaman Gedung DPRD DIY Jalan Malioboro 54 Yogyakarta .

Tak hanya ditonton warga Malioboro, pergelaran wayang kulit semalam suntuk itu juga menghibur wisatawan yang menikmati suasana kawasan Malioboro.

Malam itu, diperkuat oleh delapan orang pesindhen dalang yang memiliki banyak penggemar itu membawakan lakon Wahyu Makutharama.

Sebelum pentas dimulai, Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto didampingi Sekretaris DPRD DIY Drs Beni Suharsono MSi menyerahkan gunungan wayang diterima Ki Seno Nugroho.

Menurut Eko Suwanto, pergelaran wayang kulit kali ini dalam rangka memperingati hari Pahlawan. “Melalui pergelaran wayang semalam suntuk ini ada harapan bersama untuk meneladani dan menggali lagi jiwa kebangsaan,” ujarnya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY ini lebih jauh menyampaikan DPRD DIY sengaja menghadirkan seni tradisi sebagai upaya menjaga dan merawat NKRI serta keistimewaan DIY.

Dia mengatakan, pahlawan merupakan sosok yang punya keikhlasan,  kerelaan untuk mengedepankan kepentingan bangsa.

Sempat menyapa tamu undangan dari berbagai kalangan termasuk wisatawan yang mampir ke DPRD, Eko Suwanto menambahkan, pilihan lakon itu memerlukan pemikiran panjang.

Ki Seno Nugroho sebelumnya juga tampil di DPRD DIY membawakan lakon Duryudana Gugur.

Pergelaran wayang kulit Ki Seno Nugroho lakon Wahyu Makutharama di halaman DPRD DIY, Jumat (16/11/2018) malam. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Kali ini, Ki Seno Nugroho lewat tokoh wayang Begawan Kesawasidhi diharapkan bisa memberikan ujaran kebaikan dan memaknai hasta brata.

Yaitu, pratiwi,  surya, candra,  samirana,  jaladri, tirta, kartika dan dahana sebagai nilai dasar yang bisa diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dia menegaskan Yogyakarta memiliki akar sejarah kebangsaan yang kuat,  dalam catatan sejarah Sri Sultan HB IX dam  Paku Alam VIII menjaga kemerdekaan RI.

"Ada peran sejarah, kepahlawanan yang bisa jadi teladan.  Bung Karno dan Bung Hatta memberikan contoh bagaimana kita mencintai bangsa Indonesia. Juga ada Ki Bagus Hadikusumo,  KH Ahmad Dahlan yang memberikan contoh ikhlas berkorban dan berjuang demi kepentingan bangsa," kata Eko Suwanto yang maju kembali sebagai Caleg DPRD DIY pada Pemilu 2019.

Menurut dia, inilah saatnya menggali kembali jiwa kebangsaan, komitmen perjuangan dan merawat ke-indonesia-an serta menjaga keistimewaan DIY.

“Kita berdoa bersama semoga Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Sri Sultan HB X dan Wakil Gubernur Paku Alam X selalu sehat dan mengayomi rakyat Jogja,” tandasnya.

Lakon Wahyu Makutharma semoga menjadi inspirasi anggota DPRD DIY agar selalu berada di jalan yang lurus dan jalan yang benar. (sol)



Jumat, 16 Nov 2018, 00:21:10 WIB Oleh : Masal Gurusinga 123 View
Kelangkaan Pupuk Melanda Klaten
Jumat, 16 Nov 2018, 00:21:10 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 1078 View
Ngayogjazz 2018 Dijamin Spektakuler
Jumat, 16 Nov 2018, 00:21:10 WIB Oleh : Arie Giyarto 224 View
Guru dan Dosen Baca Puisi di Sastra Bulan Purnama

Tuliskan Komentar