atas1

Ketupat Masih Laris Manis

Selasa, 11 Jun 2019 | 23:43:02 WIB, Dilihat 129 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Ketupat Masih Laris Manis Sarmini, pedagang klontongan ketupat di Pasar Karangan Kecamatan Karanganom saat melayani pembeli, Selasa (11/6/2019) pagi.(masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Syawalan, Harga Pokok Stabil


KORANBERNAS.ID -- Syawalan benar-benar membawa berkah bagi pedagang klontongan ketupat di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Klaten. Sehari menjelang syawalan permintaan akan klontongan ketupat meningkat tajam. Tak ayal, kondisi itupun mendatangkan rejeki bagi pedagang klontongan ketupat.

Adalah Sarnini, pedagang klontongan ketupat di Pasar Karangan Desa Karangan Kecamatan Karanganom Klaten. Saat ditemui pada Selasa (11/6/2019) pagi di Pasar Karangan, dia menceritakan jika pada hari Senin (10/6/2019) bisa menjual 3000 biji klontongan ketupat. Dan sehari sebelumnya atau Minggu (9/6) bisa menjual 5000 biji klontongan ketupat.

"Jualan klontongan ketupat ini sudah saya jalani sejak kecil. Sejak kelas 3 SD saya sudah berjualan membantu ibu saya," kata warga Dukuh Tanjunganom Desa Karangan itu kepada koran bernas.

Ia menambahkan satu klontongan ketupat dijual dengan harga Rp 1000. Dan satu ikat berisi 10 biji dijual dengan Rp 10 ribu. Namun tidak jarang ada warga yang menawar tiga ikat dengan Rp 20 ribu.

Selain menjual klontongan jadi, Sarmini juga menjual janurnya saja. Hanya saja kata dia, harganya lebih murah yakni Rp 7000 untuk 10 lembar janur. Meski demikian tetap saja banyak warga yang membeli.

Senada dikemukakan Tugino, pedagang klontongan ketupat lainnya. Warga Desa Mundu Kecamatan Tulung itu menceritakan dirinya baru hari Selasa (11/6/2019) berjualan klontongan di Pasar Karangan.

Sebelumnya kata dia, dirinya berjualan klontongan ketupat di Sukoharjo. Baik di Klaten maupun Sukoharjo, permintaan klontongan ketupat sebelum lebaran dan menjelang syawalan cukup tinggi.

Diakui, saat ini mencari janur untuk bahan baku klontongan ketupat memang sulit. Dirinya terpaksa mencari ke kawasan lereng Gunung Merapi di Kecamatan Kemalang yang lokasinya sangat jauh dari Pasar Karangan.

Pemandangan serupa terjadi di Pasar Klaten dan Pasar Srago. Di dua pasar tradisional itu para pedagang klontongan ketupat benar-benar ketiban rejeki karena banyaknya permintaan masyarakat yang ingin merayakan syawalan. Meski demikian mereka mengaku tidak mau mengambil untung banyak-banyak.

"Saya dan teman-teman lainnya sama. Satu klontongan ketupat dijual Rp 1000. Biar kompak dan tidak banyak-banyak mengambil untung," ujar Rahmad, pedagang klontongan ketupat di Pasar Srago Kelurahan Mojayan Kecamatan Klaten Tengah. (yve)



Selasa, 11 Jun 2019, 23:43:02 WIB Oleh : Masal Gurusinga 179 View
Syawalan, Harga Pokok Stabil
Selasa, 11 Jun 2019, 23:43:02 WIB Oleh : Nila Jalasutra 193 View
Warga Sleman Sungkem Pangabekten ke Sultan
Selasa, 11 Jun 2019, 23:43:02 WIB Oleh : Rosihan Anwar 171 View
Ryamizard Dinginkan Tensi Lewat Silaturahmi

Tuliskan Komentar