TNI-stipram

Keterwakilan Perempuan Masih Rendah

Kamis, 08 Nov 2018 | 00:42:02 WIB, Dilihat 87 Kali - Oleh W Asmani

SHARE


Keterwakilan Perempuan Masih Rendah Para perwakilan caleg yang hadir untuk Deklarasi Bersama anti isu SARA, antihoax dan anti ujaran kebencian untuk Pemilu damai di Hotel Arjuna, Rabu (7/11/2018).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Hoaks Sarumpaet Bagian dari Perilaku Menyimpang Hanum Rais


KORANBERNAS.ID --Keterwakilan perempuan di legislatif masih rendah. Meski banyak calon legislatif (caleg) dari perempuan, namun hanya sedikit yang menduduki posisi di DPR atau DPRD.

Pada pemilu tahun 2014 misalnya, caleg perempuan di DIY mencapai 40 persen diatas batasan aturan UU Pemilusebesar 30 persen. Namun sayangnya dari jumlah tersebut, keterwakilian perempuan di legislatif DIY baru sebesar 11persen

"Selain itu angka keberhasilan indek pemberdayaan perempuan di DIY masih rendah sebesar 69,32 persen,  dibanding dengan indek nasional sebesar 71,39 persen," papar Nelly Tristiana,  Kepala Bidang Pengembangan Perempuan, Badan Pemberdayaan perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY, dalam Rembug Perempuan Calon Legislatif 2019 "Menang Bersama Perempuan"  Perempuan Bersuara,  Media Mewartakan" serta  deklarasi bersama para caleg, untuk Anti SARA dan antihoax dan anti ujaran kebencian untuk Pemilu damai di Hotel Arjuna, Rabu (7/11/2018).

Karenanya menurut Nelly, berbagai upaya mendorong agar indeks pemberdayaan perempuan bisa naik terus dilakukan. Salah satunya memberikan pelatihan kepada para caleg.

"Kami masih akan memberikan pelatihan kepada caleg untuk pembahasan masalah yang mereka hadapi di lapangan," katanya.

Sementara Deputi Pengelolaan Pengetahuan IDEA (LSM),  Triwahyuni Suci Wulandari mengatakan total caleg DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota se-DIY pada 2019 mendatang mencapai 2.829 orang. Dari jumlah itu, caleg perempuan sebanyak 1.239 orang.

"Dari angka tersebut syarat ketetapan kuota minimal 30 persen caleg perempuan sudah terpenuhi," katanya.

Meski jumlahnya banyak, caleg perempuan masih mendapatkan nomer urut 3 kebawah. Hal ini bisa disebabkan perekrutan caleg hanya sebatas untuk memenuhi kuota sehingga kualitas caleg kurang mendapat perhatian.

"Perlu adanya upaya meningkatkan kesadaran caleg perempuan untuk tidak sekedar memenuhi kuota,  tetapi dengan strategi untuk kompetisi caleg," terang Suci.

Anggota IDEA lainnya,  Wasingatu Zakiyah mengajak para caleg untuk menyampaikan persoalan yang dialami dilapangan.

"Peta persoalan harus ada, pada pertemuan berikutnya,  kita akan membahas bersama," ujar Zakiyah.(yve)



Kamis, 01 Nov 2018, 00:42:02 WIB Oleh : W Asmani 137 View
Hoaks Sarumpaet Bagian dari Perilaku Menyimpang Hanum Rais
Jumat, 14 Sep 2018, 00:42:02 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 130 View
Ternyata Perempuan-perempuan Ini Membuat Jokowi Pusing
Jumat, 14 Sep 2018, 00:42:02 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 190 View
Jokowi Minta Perempuan Jadi Ibu Bangsa

Tuliskan Komentar