atas

Keterlibatan Masyarakat Tekan Peredaran Narkoba

Selasa, 18 Sep 2018 | 14:39:42 WIB, Dilihat 566 Kali - Oleh Prasetiyo

SHARE


Keterlibatan Masyarakat Tekan Peredaran Narkoba Kepala BNNK Purbalingga, Istantiyono (prasetiyo/koranbernas.id)

Baca Juga : RS Mata Dr Yap Buka Layanan Pendaftaran Online


KORANBERNAS.ID — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga terus gencar melakukan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat (P2M), agar kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) dapat ditekan. Saat ini Purbalingga tak luput menjadi daerah sasaran narkotika, sehingga perlu diwaspadai.

“Berdasarkan pantauan kami, Purbalingga masih sebatas lokasi peredaran narkotika dalam jumlah kecil atau target pemasaran. Modusnya adalah beli putus dengan transaksi menggunakan pesan singkat dan transfer uang. Rata-rata yang kami tangani pemakai. Namun tidak menutup kemungkinan untuk penjualan bisa saja terjadi di sini. Sehingga kami bersama kepolisian, tetap harus waspada,” papar Kepala BNNK Purbalingga, Istantiyono di Purbalingga, Minggu (9/9/2018).

Sebagai bentuk dari kewaspadaan itu, lanjut Istantiyono,pihaknya terus gencar melakukan pencegahan dan P2M. Wujud kegiatannya, advokasi dilingkungan pendidikan dasar dengan telah terbentuknya 30 relawan di 10 lokasi.Juga advokasi di elemen organisasi kemasyarakatan (Ormas) dengan telah terbentuk 30 relawan di enam organisasi.

Selain itu publikasi melalui media luar ruangan seperti spanduk, baliho dan banner, di mana saat ini telah terpasang di 68 lokasi strategis di seluruh Purbalingga.”Sedangkan untuk sosialisasi, sejak awal Januari hingga awal September 2018 ini, kami telah melakukan 98 kali, dengan jumlah peserta mencapai 19.742 orang,” ujar Istantiyono.

Istantiyono juga menjelaskan, dalam kurun waktu delapan bulan terakhir ini, pihaknya telah memberikan layanan rehabilitasi medis rawat jalan terhadap empat klien di RSUD dr Goetheng Tarunadibrata Purbalingga,dan satu klien di RSU Harapan Ibu Purbalingga. Serta memberikan rujukan layanan rehabilitasi medis rawat inap terhadap satru klien ke Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Soerojo, Magelang.

“Perlu diketahui juga,pada awal September 2018,kami kembali memberikan layanan rehabilitasi medis rawat jalan terhadap dua klien lapor diri sukarela (voluntary) di RSUD dr Goetheng Tarunadibrata Purbalingga,”ujar Istantiyono.

Istantiyono menekankan, bagi klien korban narkoba yang lapor diri ke BNNK Purbalingga, akan direhabilitasi secara medis tanpa dipungut biaya,dan tidak diproses secara hukum.

“Ini perlu kami tekankan kepada masyarakat, agar tahu, bahwa masyarakat yang menjadi korban narkoba, segera menghubungi kami.Tidak usah takut,” tandasnya.

Berbeda jika tidak lapor diri, dan tertangkap petugas, maka Istantiyono menegaskan,hal itu akan diproses sesuai hukum. Dalam hal ini, selama kurun waktu 1 Januari – 31 Agustus 2018, BNNK Purbalingga telah menyelesaikan empat laporan kasus narkotika, dengan rincian tiga kasus di tahun 2017, dan satu kasus di tahun 2018.

“Satu kasus di tahun 2018 dengan dua tersangka saat ini masih dalamproses persidangan,” ujarnya. (yve)



Minggu, 16 Sep 2018, 14:39:42 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1463 View
RS Mata Dr Yap Buka Layanan Pendaftaran Online
Kamis, 13 Sep 2018, 14:39:42 WIB Oleh : Sholihul Hadi 438 View
Wakaf Sumur Bikin Warga Dusun Lega
Rabu, 12 Sep 2018, 14:39:42 WIB Oleh : Sholihul Hadi 13 View
Tampil Cantik pun Butuh Sentuhan Teknologi

Tuliskan Komentar