atas1

Kesehatanku Hari Ini
Oleh: Dokter Frederik Kosasih

Kamis, 21 Mei 2020 | 21:28:39 WIB, Dilihat 1268 Kali
Penulis : Redaktur
Redaktur

SHARE


Kesehatanku Hari Ini Dokter Frederik Kosasih (memegang mikrofon) saat memberi ceramah tentang air minum sehat. (dok. v.kirjito/koranbernas.id)

Baca Juga : Tanggap Darurat Harus Mendapat Dukungan Warga


PADA tanggal 19 Mei 2020 ada penyemprotan DB (Demam Berdarah). Tujuannya membasmi nyamuk pembawa virus DB. Maksud yang baik demi masyarakat tidak terjangkit dan sakit DB.

Tetapi apakah hanya nyamuk yang mati? Bagaimana dengan bermacam-macam serangga lainnya? Bisa jadi ikut mati semuanya. Padahal serangga lainnya tidak sejahat nyamuk.

Barangkali perlu belajar dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam konteks pandemi Covid-19. Trump mau menggunakan klorokuin untuk pencegahan virus Corona. Krolokuin itu biasa dipakai untuk mencegah malaria. Apakah covid-19 ini sama atau mirip dengan malaria? Walaupun presiden, apakah beranggapan klorokuin itu “obat dewa? Walaupun Trump seorang presiden, dia bukanlah seorang dokter.

Kiranya kita perlu lebih banyak belajar tentang science. Ilmu kedokteran yang ada sekarang perlu ada beberapa pemyempurnaan. Faktor air yang dikonsumsi, terutama air yang diminum setiap hari, perlu dipelajari lagi secara lebih detil dan saintifik.

Rumus kimia air adalah  H2O. Sejauh mana peran unsur O(ksigen) terlarut di air minum itu dalam metabolisme di sel-sel tubuh? (apakah kita tahu organ apa yang menyebabkan pembuluh limfe mengalir?).

Perlu juga belajarlah dari kitab suci. Inspirasi untuk pengetahuan ada di sana. Memang perlu kita gali dan banyak yang belum kita ketahui karena keterbatasan manusia. Bukan berarti kita tidak harus berpikir.

Rasanya di saat pandemi corona ini sedang krisis public health. Mungkin permasalahan dasarnya justru pada tubuh manusia sekarang. Bukan hanya semata-mata virus covid-19.

Tubuh yang bagus, sehat, darahnya sehat, tidak akan mudah terkena covid-19. Seperti penyakit tipus yang ada carrier. Katanya kumannya sembunyi. Tapi menurut saya, karena tubuhnya sehat. Maka harus bertanya, kenapa sampai kumannya harus bersembunyi di empedu sehingga gejala sakit tidak timbul?

Demikian juga covid-19 ini. Perlu seperti tipus, covid-19 harus dibuat menjadi “bagian” dari tubuh kita. Dan harus kita buat bagaimana dia tidak aktif.

Kita perlu belajar mengenali secara nyata, dengan data-data empirik, sejauh mana kesehatan kita saat ini. Tidak harus menggunakan peralatan yang canggih dan mahal seperti laboratorium. Alarm tubuh kita sudah memberikan begitu banyak sensor. Kita manfaatkan lebih teliti, sehingga tidak perlu biaya ekstra, dan tidak sulit.

Kita bisa mengamati sejauh mana metabolisme tubuh bekerja optimal, tidak menyisakan banyak residu di dalam tubuh. Bagaimana caranya?

Kita perhatikan dengan cermat kotoran tubuh kita setiap hari. Berikut ini bisa menjadi panduan kecil.

  1. Urin

(*)       : Sangat pesing, kuning, keruh, tidak lancar, sedikit.

(**)     : Sedikit berbau pesing, kuning jernih, lancar, berbusa.

(***)   : Tidak berbau, jernih ke arah putih, lancar.

2. Feses/BAB

(*)   : Tidak rutin, bau menyengat sampai harus menutup hidung sendiri, berdarah, hanya sedikit, tidak berbentuk (cair atau keras dan susah keluar).

(**) : Rutin, berbau biasa, berbentuk kental lembek.

(***) : Tidak berbau, rutin, lancar, berbentuk, lembek, besar, panjang, terapung, tidak diawali sakit perut, tidak lengket, mudah dibersihkan.

3. Keringat

(*)   : Sangat berbau, mengganggu (bisa dicek dari keluhan teman). Demikian juga bau pakaian, selimut, bantal, sprei. Harus memakai pewangi.

(**) : Berbau tanpa mengganggu orang lain.  Kadang-kadang memakai pewangi.

(***) : Tidak berbau baik pada pakaian, selimut, bantal, sprei. Tidak pernah menggunakan pewangi.

4. Bau mulut

(*)   : Sangat bau pada bangun tidur pagi hari, waktu tidur malam. Sering ada teman yang mengeluh, atau waktu bicara teman menutup hidung atau menoleh tidak nyaman.

(**) : Kalau lelah pada siang hari, sebelum makan mulut berbau.

(***) : Mulut tidak pernah bau yang mengganggu diri sendiri maupun orang lain.

5. Buang Angin (Kentut)

(*)   : Sangt bau, sulit keluar, jarang keluar atau sebaliknya sering, mengganggu diri sendirim orang sekitar.

(**) : Berbau sedang, mudah keluar, sedikit mengganggu.

(***) :Tidak berbau, mudah keluar, tidak terlalu sering, tidak lebih 8 kali per hari.

6.  Tidur malam

(*)     : Sulit tidur, tidak nyenyak, sering terbangun dan gelisah. Mimpi bermacam-macam, kadang mimpi yang menakutkan.

(**)   : Bisa tidur, tapi sering terbangun, tidak gelisah, cepat tidur lagi. Kadang bermimpi menyenangkan.

(***) : Cepat tidur, nyenyak, pulas, jarang bermimpi.

7.  Bangun Tidur

(*)     : Selalu terlambat bangun, malas bangun, badan masih lelah, tidak semangat.

(**)   : Kadang-kadang terlambat bangun, badan cukup enak, masih agak malas untuk mandi, lambat bersemangat.

(***) : Bangun tepat pada waktunya, badan segar, langsung bersemangat untuk mandi dan persiapan kegiatan.

8. Berat badan

(*)   : Tidak seimbang berat dan tinggi badan (kegemukan/kurus), mudah lelah, sering pusing, mudah terserang flu pada pergantian musim.

(**) : Cukup seimbang, tapi masih mudah lelah, kadang-kadang pusing, mudah terserang flu pada pergantian musim namun cepat sembuh tanpa obat. Cukup istirahat, tidur.

(***) :Seimbang, harmonis, tidak mudah lelah, tidak pernah pusing, tahan terhadap virus flu pada pergantian musim.

9. Stamina

 (*)  : Lesu, cepat lelah, menimbulkan rasa sakit bagian-bagian badan, banyak pekerjaan tidak selesai.

(**) : Cukup semangat pada awal namun tidak lama, cepat tergoda untuk istirahat, cari kegiatan lain. Memerlukan pemulihan dengan pijat, minuman suplemen, cepat mengeluh.

(***) :Bersemangat, tidak cepat lelah, pekerjaan selesai, cepat menemukan solusi, mengambil keputusan, tidak ada keluhan, badan nyaman selama kegiatan/bekerja.

10. Konsentrasi

 (*)  : Sulit konsentrasi, sulit mengerti isinya, pikiran ke mana-mana, beralih pada hal lain yang menyenangkan, mudah lupa, sering membuat kesalahan, tidak tuntas, mudah bosan.

(**) : Bisa konsentrasi, mengerti isinya, tetapi cepat lelah dan berpindah pada hal lain.

(***) :Bisa konsetrasi, cepat menangkap, bisa bertahan cukup lama, mudah mengingat, cepat menemukan solusi, kreatif dll.

Silahkan membuat tabel untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh Anda, seperti berikut ini:

Ini contoh orang yang sangat sehat, tanpa keluhan, tanpa obat. Semuanya bintang tiga (***). Ideal sekali.

No

Obyek survei

     Bintang (*)

   

*

**

***

1

Urin

   

***

2

Feses

   

***

3

Keringat

   

***

4

Bau Mulut

 

 

***

5

Buang Angin

 

 

***

6

Tidur malam

 

 

***

7

Bangun tidur

 

 

***

8

Berat badan

 

 

***

9

Stamina

 

 

***

10

Daya konsentrasi

 

 

***

 

Jumlah

0

0

30

 

Kondisi kesehatan

   

100%

 

Untuk membuat prosentase perkiraan kesehatan tubuh, rumusnya adalah: jumlah semua bintang (*) dibagi 30 dikalikan 100.

Semoga memberi inspirasi yang bermanfaat.

Frederik Kosasih

Praktisi Kesehatan dan Pemerhati Air Hujan, tinggal di Denpasar



Kamis, 21 Mei 2020, 21:28:39 WIB Oleh : Sholihul Hadi 118 View
Tanggap Darurat Harus Mendapat Dukungan Warga
Kamis, 21 Mei 2020, 21:28:39 WIB Oleh : Nanang WH 150 View
Baznas Kebumen Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Pandemi Covid-19
Kamis, 21 Mei 2020, 21:28:39 WIB Oleh : Nanang WH 244 View
Bupati Kebumen Imbau Masyarakat Gelar Shalat Idul Fitri di Rumah

Tuliskan Komentar