atas

Kementerian KP Berikan Skim Pinjaman Super Lunak

Rabu, 09 Jan 2019 | 18:40:55 WIB, Dilihat 123 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Kementerian KP Berikan Skim Pinjaman Super Lunak Sri Muslimatun MKes menerima pinjaman modal kerja bagi usaha kelautan perikanan dalam acara Sosialisasi Pinjaman Dana Bergulir LPMUKP, Rabu (09/01/2019). (istimewa)

Baca Juga : Ini Penyerapan Tabung Melon di Bantul


KORANBERNAS.ID--Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) menyalurkan pinjaman modal kerja bagi usaha kelautan perikanan di Kabupaten Sleman. Penyaluran dilakukan dalam acara Sosialisasi Pinjaman Dana Bergulir LPMUKP di Gedung Minapolitan, Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah Sleman, Rabu (09/01/2019).

Penyerahan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal KKP Ir Nilanto Perbowo di dampingi Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun kepada Pokdakan Mino Ngremboko sebesar Rp 1,35 miliar untuk 20 anggotanya. Juga kepada Pokdakan Ngupaya Mina sebesar Rp 500 juta. Total ada Rp 8,45 miliar pinjaman modal yang diserahkan untuk 5 pelaku usaha yang ada di DIY.

Direktur LPMUKP, Syarif Syahrial juga memberikan sosialiasi mengenai dana pinjaman dengan LPMUKP. Dengan sosialisasi ini diharapkan nelayan dan para pelaku usaha perikanan di Kabupaten Sleman dapat memajukan usaha mereka dengan meminjam dana modal ke LPMUKP yang berpendampingan dan bunga rendah. Sehingga para pelaku usaha kelautan dan perikanan dapat hidup sejahtera.

Nilanto Perbowo mengatakan pinjaman tersebut berbeda dengan skema kredit perbankan. Program tersebut merupakan kemudahan akses yang diberikan pemerintah untuk memperoleh modal usaha bagi masyarakat dengan skema yang lebih mudah.

“Beda dengan perbankan. Ini adalah Badan Layanan Usaha yang anggaran dimiliki oleh pemerintah. Maka tidak mengikuti semua ketentuan perbankan, salah satu kemudahannya bunga bisa 3 – 4 persen,” katanya.

Ia juga berpesan kepada pelaku usaha yang mendapat pinjaman modal agar dapat memaksimalkan bantuan tersebut untuk meningkatkan usahanya.

“Jika mendapatkan modal usaha, jangan dipelesetkan membeli sepeda motor, harus disiplin dan betul – betul untuk modal usaha,” kata Nilanto.

Nilanto berharap pelaku usaha perikanan di Kabupaten Sleman sperti budidaya ikan hias dan minapadi untuk selalu meningkatkan produktifitasnya dan menghindari penggunaan bahan – bahan berbahaya, terlebih untuk minapadi.

“Tanpa menggunkan bahan –bahan anorganik sepeti pestisida dapat menaikan produktifitas dan harga jual, dan masyarakat pun lebih menyukai hasil yang organik,” katanya.

Sri Muslimatun sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan sosialisasi Dana Bergulir BLU LPMUKP tersebut. Ia mengatakan kegiatan produksi perikanan di Kabupaten Sleman meningkat 12% dari tahun sebelumnya.

“Keberhasilan tersebut dipengaruhi oleh pendampingan yang intensif kepada seluruh pelaku bidang perikanan melalui pelatihan, pendampingan, bantuan permodalan melalui UPT Pengelolaan Dana Penguatan Modal sebagai BLUD Pemkab Sleman, serta sarana penunjang lainnya seperti benih ikan dan pakan,” kata Sri Muslimatun.

Ia berharap dengan bantuan modal usaha dari LPMUKP tersebut mampu meningkatakan pembangunan sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan bagi para pelaku usaha di Kabupaten Sleman. (SM)



Rabu, 09 Jan 2019, 18:40:55 WIB Oleh : Sari Wijaya 121 View
Ini Penyerapan Tabung Melon di Bantul
Rabu, 09 Jan 2019, 18:40:55 WIB Oleh : Nila Jalasutra 106 View
Pertama Kalinya, Korpri Jajaran Aparatur Pemerintah Desa Terima Tali Asih
Rabu, 09 Jan 2019, 18:40:55 WIB Oleh : Nanang WH 168 View
Polisi Tangkap Guru Ngaji Diduga Berbuat Cabul

Tuliskan Komentar