atas1

Kemandirian Pangan Tanggung Jawab Bersama

Senin, 14 Okt 2019 | 10:33:41 WIB, Dilihat 313 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Kemandirian Pangan Tanggung Jawab Bersama Seminar kemandirian pangan bekerja sama dengan Pertamina TBBM Rewulu  di kampus UMBY Jalan Wates Km 10 Sedayu Bantul. (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Tidak Boros, Listrik Tenaga Surya Terangi Embung di Bantul


KORANBERNAS.ID -- Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himatepa) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) kembali mengadakan Seminar Nasional bertema Peran Masyarakat dalam Kemandirian Pangan Nasional di Kampus 1 Jalan  Wates KM 10 Sedayu Bantul.

Bekerja sama dengan Pertamina TBBM Rewulu, seminar dihadiri lebih kurang 100 peserta terdiri dari mahasiswa PTN/PTS di Jawa, Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina dari beberapa cabang di Indonesia, Karang Taruna Argomulyo serta akademisi.

Adapun keynote speaker Prof Dr Ir Dwiyati Pujimulyani MP selaku Guru Besar Ilmu Pangan UMBY. Dia memaparkan materinya mengenai Pemanfaatan Sumber Daya Lokal dalam Pemberdayaan Masyarakat.

"Kegiatan ini kami adakan Sabtu silam," kata Widarta SE MM, Humas UMBY kepada koranbernas.id, Senin (14/10/2019).

Prof Dwiyati mengatakan  UMKM mampu menjadi ujung tombak pengembangan ekonomi di Indonesia. Pemberdayaan sumber daya alam dan manusia yang baik akan mampu menghasilkan perpaduan yang baik.

“Tahan banting merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam berusaha. Jujur, ulet dan mau berproses adalah jalan yang harus ditempuh. Jika dulu hanya membuat kapsul untuk lima  botol, kini rata-rata dalam satu hari produk dapat terjual 1.000 botol,” kata Direktur sekaligus owner Kunir Putih "Windra Mekar" ini.

Untuk mengatasi tingginya permintaan konsumen, industri melaksanakan pemberdayaan kepada masyarakat.

Pemberdayaan dimulai dari hulu hingga hilir. Mulai dari penanaman hingga proses penyelesaian produk. Hal ini sangat membantu pemenuhan hidup masyarakat. Dalam seminggu lebih kurang 90 orang bekerja di industri kapsul kunir putih tersebut.

"Ini merupakan salah satu contoh pengoptimalan pengolahan potensi lokal," katanya.

Rantai panjang

Sedangkan Zukhruf Arifin selaku Community Development Officcer TBBM Rewulu menjabarkan mengenai program unggulan Pertamina yaitu Desa Berbasis Masyarakat Mandiri melaui Japangmas dan Mandiri Benih.

Fokus program ini untuk mencegah rantai panjang pada distribusi pangan. "Rantai panjang distribusi pangan menyebabkan tingginya harga suatu produk," katanya.

Ketua panitia seminar, Suryati, mengatakan terwujudnya kemandirian pangan merupakan tanggung jawab bersama.

Seminar tersebut dimaksudkan agar banyak pihak semakin paham dan turut berperan mewujudkan kemandirian pangan.

“Diskusi apik melalui seminar nasional yang terselenggara di Kampus I UMBY ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang banyak untuk masyarakat, khususnya kemandirian pangan di Desa Argomulyo Sedayu Bantul,” paparnya.

Demi terwujudnya kemandirian pangan diperlukan kerja sama antarsemua komponen. “Terwujudnya kemandirian pangan merupakan tanggung jawab kita semua,” ujar Suryati. (sol)



Minggu, 13 Okt 2019, 10:33:41 WIB Oleh : Sholihul Hadi 226 View
Tidak Boros, Listrik Tenaga Surya Terangi Embung di Bantul
Minggu, 13 Okt 2019, 10:33:41 WIB Oleh : Sholihul Hadi 346 View
Begini Aksi Didi Kempot Saat Hibur Nasabah Bank
Minggu, 13 Okt 2019, 10:33:41 WIB Oleh : W Asmani 232 View
Obat Adalah Racun Jangan Minum jika Tak Sakit

Tuliskan Komentar