atas1

Keluarga Ini Tak Persoalkan Satpol PP Bongkar Rumahnya

Rabu, 10 Jul 2019 | 22:47:22 WIB, Dilihat 303 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Keluarga Ini Tak Persoalkan Satpol PP Bongkar Rumahnya Pemilik bangunan di atas saluran di depan Pasar Jeblog Kecamatan Karanganom Klaten mempersilahkan Satpol PP membongkar bangunan miliknya.(masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Polusi Udara Jadi Darurat Global


KORANBERNAS.ID --Pemilik rumah di atas saluran di depan Pasar Jeblog Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten mempersilahkan Satpol PP membongkar rumahnya. Sebab pada akhir Juni 2019 kemarin rumah dan juga toko itu telah dikosongkan pemiliknya.

"Keluarga sudah tidak masalah. Dan sudah dikosongkan. Silahkan Satpol PP kalau mau membongkar," kata Kepala Desa Jeblog Henry Prakoso, Rabu (10/7/2019).

Henry Prakoso merupakan satu diantara sekian putera pendiri bangunan diatas saluran di depan Pasar Jeblog. Bangunan berlantai dua yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan toko itu sepeninggal orang tua ditempati oleh Danan Joyo, putera bungsu pendiri bangunan itu.

Karena bangunan itu berdiri diatas saluran dan tidak memiliki sertifikat maka Pemkab Klaten menilai telah melanggar peraturan yang berlaku diantaranya undang-undang pengairan.

Dan sekitar 2 tahun lalu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Klaten telah menyurati seluruh pemilik rumah yang berdiri diatas saluran disekitar Pasar Jeblog hingga Umbul Ponggok Polanharjo yang berjumlah 12 bangunan.

Menindaklanjuti surat itu dan untuk menjaga keindahan Pasar Jeblog dan saluran yang ada dibawahnya maka Pemkab Klaten melalui Satpol PP telah melakukan koordinasi dengan Danan Joyo, pemilik bangunan di depan Pasar Jeblog,  Camat Karanganom dan Pemerintah Desa Jeblog terkait rencana penertiban dan pembongkaran.

Beberapa kali pertemuan telah dilakukan pihak terkait dengan keluarga Danan Joyo. Dan pemilik bangunanpun diinformasikan menyanggupi membongkar sendiri bangunannya pada awal Oktober 2018 lalu. Namun upaya itu gagal karena pemilik bangunan nyatanya memilih tetap bertahan tinggal disana hingga akhir Juni 2019 lalu.

Menurut pedagang Pasar Jeblog, Danan Joyo, pemilik bangunan itu telah mengosongkan rumah dan tokonya pada akhir Juni dan pindah ke sebelah Pasar Jeblog menempati bangunan berlantai dua.

"Hari Senin pada akhir Juni kemarin sudah pindah ke samping pasar. Kelihatan kok tempatnya dari parkiran depan pasar," kata pedagang, Rabu (10/7/2019)

Ditempat terpisah, Kepala Satpol PP Pemkab Klaten Sugeng Haryanto mengatakan akan mengerahkan alat berat ke lokasi dalam waktu dekat untuk membongkar bangunan kosong milik Danan Joyo itu.

"Dulu kami sudah memberi toleransi kesiapan dia untuk membongkar sendiri bangunannya. Barangkali ada barang-barang yang masih bisa digunakan. Namun ternyata tidak dibongkar-bongkar. Karena itulah kami akan membongkar di amggaran perubahan," ujar Sugeng.

Sebenarnya, pada 2017 lalu saat Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) bermaksud membangun Pasar Jeblog telah dilakukan sosialisasi pembangunan kepada seluruh pedagang termasuk keluarga Danan Joyo. Termasuk kompensasi dampak pembangunan.

Saat itu Disdagkop UKM telah menawarkan opsi keluarga Danan Joyo akan menerima kios. Akan tetapi karena permintaan kompensasi dinilai tidak masuk akal akhirnya ditolak karena jumlah kios yang dibangun di Pasar Jeblog juga terbatas. (yve)



Rabu, 10 Jul 2019, 22:47:22 WIB Oleh : Nila Jalasutra 255 View
Polusi Udara Jadi Darurat Global
Rabu, 10 Jul 2019, 22:47:22 WIB Oleh : Nila Jalasutra 358 View
Pengarusutamaan Gender di Sleman Berhasil
Rabu, 10 Jul 2019, 22:47:22 WIB Oleh : Nanang WH 372 View
Kenali Bencana, Tujuh Kabupaten Ekspedisi

Tuliskan Komentar