atas1

Kebahagiaan Mbah Saniyem Saat Rumahnya Direnovasi

Senin, 16 Des 2019 | 17:52:04 WIB, Dilihat 270 Kali
Penulis : Muhammad Zukhronnee Ms
Redaktur

SHARE


Kebahagiaan Mbah Saniyem Saat Rumahnya Direnovasi Mbah Saniyem didampingi Ketua RT 06, RW 36 Desa Kuncen, Pedukuhan Pereng, Sumberejo, Prambanan, Yogyakarta menerima kunci rumah yang telah selesai di renovasi oleh Hardware Clothing, Senin (16/12/2019). (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Atlet Berprestasi Terima Tali Asih, Terbesar Rp 78 Juta


KORANBERNAS.ID -- Mbah Saniyem berkali-kali mengucapkan terimakasih. Suaranya lirih, nyaris tak terdengar saat mengekspresikan kebahagiaannya. Tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia, perempuan 79 tahun itu hanya berucap sepatah kata saat menerima kunci rumah tinggalnya yang sudah selesai direnovasi oleh Hardware Clothing, Senin (16/12/2019), di Desa Kuncen, Pedukuhan Pereng, Sumberejo, Prambanan, Yogyakarta.

Bangunan seluas 5 x 7 meter itu kini lebih layak untuk Ia tinggali. Tak ada perabotan lain selain satu set sofa tamu baru dan kasur busa yang masih terbungkus plastik, tertumpuk diruang tamu. Lebih dari 10 hari perombakan membuat Saniyem harus mengungsi sementara ke rumah kerabat dekatnya.

Saniyem sejak lahir tinggal di rumah itu. Menurut Sukardi, ketua RT 06 RW 36 Desa Kuncen, itu adalah rumah utama keluarga Saniyem. Namun semenjak orang tuanya meninggal dan para saudaranya berkeluarga, Saniyem sendirian. Kakak dan adiknya memilih untuk membangun rumah baru, tak jauh dari tempat tinggalnya.

Sukardi mengungkapkan kegembiraannya atas bantuan yang diterima salah satu warganya tersebut. Menurutnya, dari keseluruhan warga, Mbah Saniyem memang satu-satunya warga yang paling layak menerima renovasi rumah tinggal.

"Belum pernah warga saya menerima bantuan seperti ini. Harapannya akan lebih banyak yang dapat merasakan manfaat seperti ini di masa mendatang," kata Sukardi.

Dengan biaya mencapai Rp 25 juta, dinilai Sukardi merupakan angka yang cukup mepet untuk renovasi sebuah rumah. Apalagi rumah tinggal Saniyem ini tidak hanya direnovasi, tetapi dibangun ulang dengan merobohkan rumah sebelumnya yang benar-benar sudah tidak layak untuk ditinggali.

“Selain harus cermat memilih bahan, kami juga melibatkan warga sekitar. Dengan tenaga ahli sebanyak lima orang, saya merasa beruntung warga sini masih mau dan guyub dalam bergotong-royong, bahkan tak jarang lembur hingga larut malam," kata Sukardi.

"Jika semua dihitung dengan uang, tentu tidak cukup. Beberapa kelompok ibu-ibu bahkan bergantian memberikan suplai makanan dan minuman untuk bapak-bapak yang bergotong-royong," tambah Sukardi.

Anggit Anggitorini, Visual Merchandise dan Tim Kreatif Hardware Clothing, mengungkapkan timnya butuh waktu sebulan untuk memilih Mbah Saniyem sebagai penerima bantuan sosial dari Hardware Clothing. Sebagai brand yang konsen dengan kelokalan, Hardware sengaja memilih Yogyakarta sebagai pilot project kegiatan sosial Hardware Clothing.

"Yogyakarta merupakan kota yang terkenal dengan seniman-seniman lokal. Hal ini senada dengan Hardware Clothing yang selalu support kepada produk-produk lokal. Selain itu, Jogja juga memiliki banyak seniman-seniman muda yang perlu di-highlight," kata Anggit.

Sejak kemunculannya pada 1999 lalu di Ibukota, Hardware Clothing konsisten dengan inovasi outfit berbahan lokal namun tetap berkualitas. Sementara Hardware Yogyakarta sejak gerai pertamanya di Ambarrukmo Plaza, menilai pasar fashion anak muda Yogyakarta sangat besar. Kini brand fashion anak muda usia 20-35 tahun ini bahkan sudah memiliki tiga gerai, tersebar di mall-mall ternama di Yogyakarta. (eru)



Senin, 16 Des 2019, 17:52:04 WIB Oleh : Nila Jalasutra 235 View
Atlet Berprestasi Terima Tali Asih, Terbesar Rp 78 Juta
Senin, 16 Des 2019, 17:52:04 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1436 View
Uang Denda Telat Bayar BPJS Kesehatan untuk Bayar Bunga Bank
Senin, 16 Des 2019, 17:52:04 WIB Oleh : Nila Jalasutra 356 View
Kagama Sleman Tampilkan Batik Parijotho Saat Nitilaku

Tuliskan Komentar