atas

Kartini Tak Sekedar Kebaya dan Sanggul

Senin, 22 Apr 2019 | 01:22:31 WIB, Dilihat 242 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Kartini Tak Sekedar Kebaya dan Sanggul Para perempuan memperagakan busana bertema “Kebaya Peranakan Indonesia” dalam peringatan Hari Kartini di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Minggu (21/4/2019).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Yakin Jokowi Unggul, Repnas Syukuran


KORANBERNAS.ID -- Peringatan Hari Kartini pada 21 April bukan melulu pada tampilan luar dengan memakai kebaya dan sanggul. Lebih dari itu, Hari Kartini menjadi penanda emansipasi perempuan Indonesia.

Lia Mustofa, salah seorang desainer perempuan yang sudah malang melintang di dunia fashion dunia mengungkapkan, peringatan Hari Kartini menjadi jembatan dedikasi Kartini bagi para perempuan yang berprestasi dan mandiri sekaligus tetap punya kepedulian pada keluarga.

"Kartini bukan sebatas kebaya dan sanggul tapi juga kelayakan hidup masyarakat dan semangat dan cita-cita kartini bagi para perempuan. Pemikiran dan keberanian kartini menjadi bagian dari kehidupan perempuan masa kini," ungkap Lia dalam Peringatan Hari Kartini di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Minggu (21/4/2019).

Dalam acara yang bertajuk "Kartini dan Perempuan Masa Kini" di situs bersejarah abad ke-18 ini digelar peragaan busana bertema “Kebaya Peranakan Indonesia” hasil akulturasi dua budaya. Peragaan busana ditampilkan oleh 21 perempuan dari tujuh komunitas. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai penghormatan kepada jasa-jasa Kartini dan tokoh-tokoh perempuan di era moderen dalam balutan Kebaya Peranakan Indonesia bersama Apip’s Batik by Afif Syakur.

"Acara hari ini menghadirkan kurang lebih 150 sosok perempuan dari berbagai usia dan lintas profesi yang peduli akan budaya, emansipasi wanita dan tujuan mulia lainnya," ujar Khairul Anwar, Marketing and Communication Manager Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

Tiga perempuan juga membacakan serpihan surat Kartini. Mereka adalah Maya Dewi selaku Director of Sales & Marketing sebagai wakil tokoh “Kartini”, Nia Arum Sari selaku Sales Manager sebagai asosiasi “Kardinah” dan Wury Handayani selaku Sales Manager berperan sebagai “Roekmini” dalam penampilannya.

Fragmen peragaan busana dalam balutan Kebaya Peranakan Indonesia dari komunitas PPBI Sekarjagad, PPBBN Kamala Nusantara, LCY Puspita Mataram, Colours Community, Forum Pemberdayan Perempuan Indonesia (FPPI), Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) serta perwakilan penggiat industri perhotelan Yogyakarta dikemas menarik dengan latar cerita rumah Peranakan dan para tamu berkebayanya yang berkunjung.

Ian Cameron, General Manager Royal Ambarrukmo Yogyakarta mengungkapkan, ke-21 tokoh perempuan mengenakan batik motif khusus yang telah dipersiapkan oleh perancang kenamaan Afif Syakur. Persembahan tari oleh Gendhis Paranti group juga menjadikan peringatan Hari Kartini Royal Ambarrukmo Yogyakarta semakin semarak.

“Agenda tahunan peringatan Hari Kartini di Royal Ambarrukmo Yogyakarta adalah bentuk konkrit bakti budaya kami dan apresiasi kepada komunitas yang telah menjadikan Yogyakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya, lebih berwarna indah,” ungkapnya.

Afif Syakur sebagai perancang busana nasional dan Ketua III PPBI Sekar Jagad, mengungkapkan, Hari Kartini tahun 2019 ini diperingati dalam semangat pluralisme dengan membawakan tema ‘Kebaya Peranakan Indonesia. Akulturasi budaya dan toleransi antar ras dan suku membaur dalam busana yang ayu.

"Kami menjadikan momen ini untuk menjadikan refleksi positif bagi para perempuan Indonesia dan keberagamannya agar tetap harmonis serta tak lupa akan budaya yang mengakar,” imbuhnya.(yve)

 



Senin, 22 Apr 2019, 01:22:31 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 359 View
Yakin Jokowi Unggul, Repnas Syukuran
Minggu, 21 Apr 2019, 01:22:31 WIB Oleh : Prasetiyo 345 View
Forum Genre Ini Kendalikan Nikah Dini
Minggu, 21 Apr 2019, 01:22:31 WIB Oleh : Sari Wijaya 276 View
Jelang Ramadan, Warga Gelar Nyadran

Tuliskan Komentar