atas

Kampung Flory Bisa Mengulang Success Story Tebing Breksi

Rabu, 13 Mar 2019 | 18:28:56 WIB, Dilihat 175 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Kampung Flory Bisa Mengulang Success Story Tebing Breksi Penyerahan CSR dari Bank BPD DIY untuk Kampung Flory, Rabu (13/3/2019). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Layanan KB Massal Tidak Boleh Sembarangan


KORANBERNAS.ID – Bupati Sleman Drs Sri Purnomo MSi berharap destinasi wisata baru Kampung Flory di Desa Wisata Flory Plaosan Tlogoadi Mlati bisa mengulang success story obyek wisata Tebing Breksi. Dilihat dari potensinya, Kampung Flory memiliki kans kuat sebagai obyek wisata baru terpopuler di Indonesia.

Harapan itu disampaikannya saat menghadiri Pemberian Bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) sebesar Rp 250 juta dari PT Bank BPD DIY untuk Desa Wisata Flory, Rabu (13/3/2019).

“Kampung Flory ini selain terkenal dengan kuliner dan wisatanya, nanti bisa masuk kompetisi nasional sebagai obyek wisata baru terpopuler. Saya masih ingat pada tahun 2017 Tebing Breksi setelah masuk tiga besar nasional bersaing dengan Kutai Kartanegara dan Bandung,  Alhamdulillah Tebing Breksi juara pertama,” papar Sri Purnomo.

Kemudian pada 2018 Pemkab Sleman mengajukan Lava Bantal untuk mengikuti kompetisi yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Obyek wisata ini berhasil masuk tiga besar dan akhirnya meraih juara dua atau runner up.

“Harapan kita pada tahun 2019 Kampung Flory bisa mengulang sucsess story Tebing Breksi dua tahun lalu. Jika mendapatkan nomor satu kita akan lebih bangga ketika diundang ke Jakarta,” kata dia.

Pada penyerahan bantuan CSR kali ini selain dihadiri langsung Direktur Utama (Dirut) Bank BPD DIY Santoso Rohmad beserta jajaran direksi lainnya yaitu Dian Ariani, R Agus Trimurjanto serta Cahya Widi, juga diundang Perwakilan Bank Indonesia.

Diundang pula Kepala Dinas Pariwisata Dra Hj Sudarningsih MSi, Kepala Dinas Kebudayaan HY Aji Wulantara SH M Hum, Kepala Dinas Pendidikan Dra Sri Wantini MPd, Kepala Dinas Pertanian Heru Saptono, Danramil Mlati Mayor Inf Sukamto, Kapolsek Mlati Kompol Yugi Bayu Hendro SIK maupun Kepala Desa Tlogoadi, Sutarjo.

Penerima CSR dari Bank BPD DIY mengikuti sesi foto bersama. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Lebih jauh Sri Purnomo menyampaikan meski obyek wisata baru berkembang pesat namun obyek wisata lama tidak boleh ditinggalkan. Sebaliknya, harus dipertahankan sehingga bisa berdampingan, saling mengisi dan melengkapi satu dengan yang lain.

Ini penting kaitannya dengan peningkatan lama tinggal wisatawan di kabupaten ini yang tercatat 2,01 hari, maupun pencapaian target jumlah kunjungan wisatawan tahun ini sebesar 10 juta orang.

Sedangkan Santoso Rohmad mengemukakan pemberian bantuan CSR merupakan bentuk partisipasi dari Bank BPD DIY untuk ikut membangun dan meningkatkan perekonomian Kabupaten Sleman.

Salah satu misi Bank BPD DIY adalah menjalankan fungsi agen pembangunan yang fokus mengembangkan sektor UMKM, mendorong pertumbuhan perekonomian daerah dan menjaga lingkungan.

“Bank BPD DIY berkomitmen selalu memajukan tingkat ekonomi dan mendukung perbaikan infrastruktur di Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Santoso Rohmad.

Menurut dia, perbaikan terhadap penyediaan fasilitas publik yang baik akan berdampak pada kemajuan ekonomi suatu daerah. Selain itu, juga akan memberikan 'wajah" yang menarik daerah tersebut.

Bupati Sleman Sri Purnomo didampingi Dirut Bank BPD DIY Santoso Rohmad memotong untaian daun dan bunga. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Bank BPD DIY juga ikut serta dalam pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat berupa pemberian kredit murah dengan proses cepat.

Bagi bank BPD DIY, program CSR tidak hanya sebagai kewajiban atau tanggung jawab sosial saja akan tetapi bentuk komitmen dalam percepatan pembangunan ekonomi.

Bank BPD DIY pada 2018 menyalurkan dana Rp 7 miliar yang dialokasikan untuk berbagai sektor yaitu pendidikan, UMKM, Kesehatan, Lingkungan Hidup, Sosial dan Ekonomi untuk seluruh kabupaten dan kota di DIY.

“Kami sampaikan, penyaluran dana hibah CSR PT Bank BPDDIY untuk pengembangan Desa Wisata Flory ini diberikan melalui Kelompok Desa Wisata (Pokdarwis) Dewi Flory,” jelasnya.

Anak-anak mengikuti outbound di Kampung Flory, Rabu (13/3/2019). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Dana tersebut digunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana Dewi Flory. Dari total kebutuhan dana senilai Rp 322,353 juta, senilai Rp 250 juta bersumber dari dana CSR PT Bank BPD DIY sedangkan selebihnya senilai Rp 72,353 juta merupakan swadaya masyarakat.

Pemberian dana CSR dilakukan melalui mekanisme yang baik dan tetap menjaga akuntabilitas. Mekanismenya diterimakan ke Dinas Pariwisata, kemudian diteruskan ke Pokdarwis Dewi Flory. Adapun proses pencairannya bertahap tiga termin sampai dengan proyek selesai.

Santoso Rohmad berharap Desa Wisata Flory ke depan mampu meningkatkan daya tarik wisata, yang ujungnya adalah meningkatnya kunjungan wisatawan domestik serta mampu menarik wisatawan asing.

“Saat ini infrastruktur sudah sangat lengkap dan mumpuni. Perbaikan sarana dan prasarana ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” ucap dia.

Sebagai tambahan informasi, kinerja keuangan Bank BPD DIY hingga akhir Februari 2019 menunjukkan peningkatan signifikan. Total Aset mencapai Rp 14.048 triliun, Dana Pihak Ketiga Rp 9.285 triliun dan Outstanding Loan Rp 7.467 triliun.

Bank BPD DIY juga gencar men-develop teknologi informasi agar dapat lebih berkompetisi di era digital. (sol)



Rabu, 13 Mar 2019, 18:28:56 WIB Oleh : Arie Giyarto 151 View
Layanan KB Massal Tidak Boleh Sembarangan
Selasa, 12 Mar 2019, 18:28:56 WIB Oleh : Sari Wijaya 252 View
Menghafal Quran Lebih Mudah, Cepat dan Menyenangkan
Selasa, 12 Mar 2019, 18:28:56 WIB Oleh : Nila Jalasutra 110 View
Ini Srategi Sleman Dongkrak Kunjungan Wisatawan

Tuliskan Komentar