atas

Jokowi: Jangan Minta Sepeda

Kamis, 06 Des 2018 | 22:02:24 WIB, Dilihat 956 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Jokowi: Jangan Minta Sepeda Presiden Joko Widodo diserbu santri yang mengajak bersalaman dan ber-swafoto selepas menghadiri Milad Muallimin-Muallimat Muhammadiyah di Gedung Madrasah Mu'allimin, Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta Kamis (6/12) pagi. (Muhammad Zukhronnee Ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Masyarakat Kota Jogja Sulit Diajak KB


KORANBERNAS.ID -- Sejak pagi santri-santri berseragam putih-putih dan biru abu-abu sudah memadati halaman tengah Madrasah Mu'allimin Patangpuluhan Yogyakarta. Mereka hadir pada Resepsi Milad Satu Abad Mu'allimin Mu'allimaat yang digelar Kamis (6/12/2018). Banyak yang duduk bersila tertib dibawah tenda acara berkarpet merah, ada pula yang berjajar menyandar ditembok-tembok teras sekolah.

Satu-satu penampil bergantian membawakan nyanyian hingga bermain musik. Mereka adalah alumni, ada juga yang masih santriwan dan santriwati di sekolah Mu'allimin dan Mu'alimaat. Pukul 7:45 pagi, Waktu yang masih terlalu pagi untuk bertemu tamu yang dielu-elukan. Dua jam lagi para tokoh besar negara ini hadir di Madrasah yang lebih 100 tahun berdiri.

Tahun 1918 tepatnya, KH Ahmad Dahlan mendirikan Madrasah yang kala itu masih dinamai Al Qismul Arqa berlokasi di Kauman Yogyakarta. Setelah pemisahan santri lelaki dan perempuan pada tahun 1924, pada 1952 sekolah pria pindah ke kampung Ketanggungan (sekarang lebih dikenal patangpuluhan-red).

Beberapa kali berganti nama bahkan berbahasa Belanda Kweekschool Moehammadijah untuk putra dan Kweekschool Istri untuk putri. Dalam perkembangannya ditranliterasikan kedalam bahasa arab menjadi Madrasah Mu'allimaat untuk putri dan Mu'allimin untuk putra.

Pukul 10:05 pagi penantian usai, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo atau Jokowi memasuki ruangan, didampingi Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dan para pengurus Muhammadiyah dan beberapa menteri kabinet kerja. Duduk lesehan berhadap-hadapan dengan santri yang menanti sejak pagi.

Sri Sultan HB X didampingi Haedar Nashir dan Ahmad Syafii Maarif saat bersiap disalami para santri, selepas menghadiri Milad Muallimin-Muallimat Muhammadiyah di Gedung Madrasah Mu'allimin, Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta Kamis (6/12) pagi. (Muhammad Zukhronnee Ms/koranbernas.id)

Dalam sambutannya Sultan mengharapkan santriwan-santriwati Muhammadiyah siap berdiaspora melintasi zaman, serta siap memasuki abad baru kehidupan masyarakat. Kemudian Sultan menganalogikan santri Mu'allimin dan Mu'allimaat bagaikan seorang kesatria yang siap dengan lantang memanah, membuat rancangan untuk maju kemudian membidik dan melepas anak panah menuju sasaran dengan tepat.

Sementara Buya (sapaan Ahmad Syafii Maarif-red) salah satu alumni Mu'allimin 1956 dalam tausiyah singkatnya banyak menyampaikan ucapan terimakasih kepada Presiden. Menurut Buya Jokowi merupakan Presiden Indonesia pertama yang mau berkunjung ke Madrasah Mu'allimin ini. Buya juga menyebut beberapa agenda Muhammadiyah lain yang belum lama juga dihadiri oleh presiden Jokowi. Buya menyebut Di Lamongan memberikan SK perubahan status 6 Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Juga membuka Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Sidoarjo.

"Jadi kalau masih ada juga orang yang mengatakan ini presiden kurang perhatian terhadap islam, saya rasa... hentikanlah, hentikanlah cara-cara ini," himbau Buya.

Buya juga mengapresiasi percepatan pembangunan Madrasah terpadu Mu'allimin - Mu'allimaat yang akan segera dilakukan pemerintah. Dalam hal ini Buya menyebutkan tugas negara dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa tentunya tidak bisa dilakukan sendiri. Apalagi Muhammadiyah sudah lahir jauh sebelum negara ini ada.

"Jadi kalau negara membantu Muhammadiyah, sama dengan negara membantu dirinya sendiri," tegas Buya.

Santriwan dan santriwati riuh bertepuk tangan hingga Buya mengakhiri tausiyah singkat Buya.

Jangan Minta Sepeda

Sementara Presiden Joko Widodo dalam sambutannya banyak menjelaskan betapa penting pembangunan infrastruktur di negara Indonesia harus dibangun.

Selain untuk mempercepat mobilitas orang dan barang juga untuk mempersatukan bangsa. Indonesia adalah negara besar yang terdiri dari ribuan pulau-pulau berpenduduk. Harus sambung menyambung dan harus ada konektivitas antar pulau, antar provinsi, antar kabupaten dan kota. Supaya persatuan kita sebagai negara besar bisa diintregasikan.

"Membangun infrastruktur bukan hanya urusan ekonomi, tetapi juga urusan persatuan indonesia sebagai bangsa yang besar", tegas Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan aset terbesar bangsa Indonesia adalah persatuan dan kerukunan.

"Marilah kita menjaga ukhuwah islamiyah, ukhuwah insaniyah dan ukhuwah wathaniyah kita. jangan sampai karena perbedaan pilihan politik membuat kita tidak rukun dan tidak seperti saudara lagi", ajak Jokowi.

Presiden Joko Widodo memberikan foto kenang-kenangan kepada dua santri Madrasah Mu'allimin dan Mu'allimaat yang berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan. (Muhammad Zukhronnee Ms/koranbernas.id)

Seperti biasa Presiden Joko Widodo juga memberikan kuis kepada para santri yang hadir, meski mereka tahu Jokowi sudah tidak memberikan hadiah sepeda, tetap saja para santri bersemangat menunjukkan jari sambil berteriak sepeda... sepeda.

"Jangan minta sepeda, sementara sepeda tidak bisa saya berikan", ujar Jokowi.

Kali ini dua santri terpilih bisa menjawab semua pertanyaan Jokowi adalah Dico asal Magetan dan Icha yang berasal dari Kutai Kartanegara. Keduanya mendapatkan print out foto mereka bersama Presiden sebagai bingkisan.

Setelah diserbu santri yang mengajak swafoto Jokowi langsung bertolak menuju Keraton Yogyakarta bersama Sri Sultan HB X.(yve)



Kamis, 06 Des 2018, 22:02:24 WIB Oleh : W Asmani 67 View
Masyarakat Kota Jogja Sulit Diajak KB
Kamis, 06 Des 2018, 22:02:24 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 72 View
Peningkatan Kapasitas IKM Ini Bisa Kurangi Kemiskinan
Kamis, 06 Des 2018, 22:02:24 WIB Oleh : Rosihan Anwar 1054 View
Kapolda Janjikan Hal Ini Setelah Kenaikan Tipe

Tuliskan Komentar