jogo-tonggo-antisipasi-penyebaran-covid19Peny Dyah anggota DPRD Propinsi Jawa Tengah menyerahkan Jogo Tonggo Kid kepada Bupati Purworejo, Agus Bastian, Jumat (10/7). (istimewa)


asmani

Jogo Tonggo Antisipasi Penyebaran COVID-19

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Upaya isolasi mandiri selama 14 hari untuk pasien positif Covid-19 di rumah membutuhkan bantuan lingkungan untuk pemenuhan kebutuhannya.Sementara yang bersangkutan diam di rumah tidak melakukan aktifitas keluar rumah, maka peran pada tonggo (tetangga) membantu pemenuhan kebutuhan  pesien positif Covid-19.

Untuk itulah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, membuat gagasan Jogo Tonggo. Jogo Tonggo merupakan sebuah program yang dicetuskan  yang antara lain bertujuan untuk mencegah bencana kelaparan akibat merebaknya COVID-19.


Baca Lainnya :

Program ini mengambil spirit solidaritas masyarakat pedesaan yang selalu sering menjaga dan membantu dalam segala hal. Jogo Tonggo meliputi beberapa bidang yakni itu ekonomi, kesehatan, sosial keamanan dan hiburan.

Kepala Dinas Kesehatan Sudarmi pada saat menerima bantuan Jogo Tonggo Kid dari Propinsi Jawa Tengah, Jumat (10/7/2020), mengatakan Jogo Tonggo adalah Satuan Tugas (satgas) menjaga tetangga yang bertugas memastikan warga secara bergotong royong melawan penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Sekaligus untuk memastikan melawan Covid-19 tepat sasaran dan tepat guna.


Baca Lainnya :

"Satgas Jogo Tonggo bukan organisasi yang dibentuk dari nol melainkan mengkonsolidasikan, mensinergikan seluruh kegiatan kelompok sosial, dasa wisma, karang taruna, posyandu dan warga tingkat RT dan RW. Sedangkan tugasnya ada 4 bidang, yaitu ekonomi, sosial, keamanan dan hiburan," jelas Sudarmi.

Bupati Purworejo Agus Bastian, telah menutup masa tanggap Darurat Covid-19 di Kabupaten Purworejo semenjak 12 Juni 2020, atas hal tersebut Purworejo memasuki era new habit (kebiasaan baru). Bupati Purworejo tidak menggunakan istilah new normal seperti ketentuan nasional. Istilah new habit di pilih karena rasa kawatir bupati agar masyarakat tidak beranggapan kondisinya sudah normal

Karena masa tanggap darurat sudah di buka, maka untuk seluruh pasien positif Covid-19 yang tidak memiliki penyakit lain, bisa melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing atau ditempatkan di suatu tempat yang sudah ditentukan pihak desa atau kelurahan.

Perlu diketahui data pada (27/6/2020) tercatat pasien posotif Covid-19 sebanyak 81, yang sembuh sebanyak 54 orang dan masih positif 27 orang. Sebelum masa tanggap darurat Covid-19 berakhir semua pasien positif Covid-19 di pulangkan untuk isolasi mandiri di rumah masing. Kepulangan pasien tersebut di pantau satuan tugas Jogo Tonggo.

Salah satunya adalah pasien positif Covid-19 dari kluster Gowa yang beralamat di kelurahan Borokulon Kecamatan Banyuurip Purworejo, pada kesempatan tersebut juga melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

Agus Bastian mengatakan, Jogo Tonggo menjadi cara yang tepat dalam merespon segala kemungkinan yang terjadi di masyarakat, termasuk isolasi mandiri di rumah untuk pasien COVID-19. Sebab dengan program tersebut nantinya pihak tetangga akan mengawasi sekaligus memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan.

Peran aktif masyarakat memang sangat diperlukan dalam mencegah penyebaran Covid-19, karena tanpa hal tersebut upaya maksimal pemerintah akan sia-sia. Namun masyarakat juga hendaknya jangan sampai dihantui rasa ketakutan sehingga menjadi lemah dan tidak produktif.

"Saya berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan bantuan. Kita siap menyalurkan paket Kit Jogo Tonggo untuk seluruh desa/kelurahan di Kabupaten Purworejo dalam rangka memotivasi penguatan pelaksanaan Satgas Jogo Tonggo," kata Bupati.

Bupati menambahkan, saat ini Kabupaten Purworejo telah memasuki era adaptasi new normal atau yang dalam konteks Kabupaten Purworejo memiliki istilah new habit atau kebiasaan baru. Istilah ini dipilih agar masyarakat tidak terjerumus menganggap bahwa kondisi kita sudah normal.

Dalam era new habit, masyarakat boleh beraktivitas seperti biasa, agar roda perekonomian terus bergerak dan aktivitas sosial berjalan sebagaimana mestinya. Namun kewaspadaan untuk pencegahan Covid-19 tetap menjadi prioritas, sehingga setiap aktivitas harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Yakni tetap memakai masker, cuci tangan memakai sabun dan menjaga jarak.

"Harapannya dengan bantuan Jogo Tonggo Kit ini dapat menekan penularan Covid-19 di Kabupaten Purworejo. Karena keberadaan Satgas Jogo Tonggo tersebut kasus Covid-19 melandai menuju zona hijau. Walaupun hari ini ada penambahan satu pasien positif Covid-19, namun dalam waktu yang lama, Kabupaten Purworejo tidak terjadi penambahan pasien positif Covid-19," jelas Agus Bastian.

Lanjut Bupati Purworejo, saat ini Pasien positif Covid-19 masih tersisa 8 orang. Dari total pasien postif Covid-19 sebanyak 82 orang dan yang sudah dinyatakan sembuh 74 orang.

Sementara Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Purworejo dr Tolkha Amarudin mengatakan pasien positif Covid-19, Jumat (10/7/2020) dari mahasiswa Akademi Akademi Perawatan Pemkab Purworejo, hari ini melakukan rapid test, hasilnya 1 orang dinyatajan reaktif.

"Mahasiswa tersebut kemudian mekakukan test swab di RS Amanah Umat hasilnya positif. Total pasien positif Covid-19 berjumlah 82, sembuh sebanyak 74 dan masih positif sebanyak 8 orang," jelasnya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Imam Teguh Purnomo daerah pilihan VI Jawa Tengah menjelaskan jika bantuan Jogo Tonggo Kit ini merupakan program yang telah disepakati antara DPRD Provinsi dan Gubernur Jawa Tengah guna membantu desa- desa. Pihaknya bulan April lalu juga pernah memberikan bantuan APD kepada Puskesmas.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap era pandemi Covid-19 yang melanda negara. Ini memang sedikit terlambat, tetapi hingga detik ini kasus Covid-19 terus meningkat. Meskipun sekarang di Purworejo malandai, tetapi tetap harus waspada. Kami bersimpati agar dapat menekan Covid-19 sehingga tidak menyebar kepada masyarakat luas,” terang Imam, di temani anggota DPRD Propinsi Jateng yaitu Peny Diah dan Kholiq Idris.

Jogo Tonggo Kit meliputi sarung tangan, sprayer, masker kain, hand sanitizer, disinfektan, thermogan, modul, tas dan APD. Nantinya akan didistribusikan ke posko yang ada di kantor desa/kelurahan untuk dimanfaatkan sebaik mungkin.(yve)


TAGS: covid19 virus corona 

SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini