atas1

Jogja Masih Dipercaya Orang Tua Titipkan Anaknya Kuliah
Miniatur Indonesia Sekaligus Rumah Bersama

Senin, 08 Okt 2018 | 23:42:02 WIB, Dilihat 1187 Kali
Penulis : Sholihul Hadi
Redaktur

SHARE


Jogja Masih Dipercaya Orang Tua Titipkan Anaknya Kuliah Tugu Yogyakarta, salah satu ikon Kota Pelajar. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Purbalingga Kini Punya Unperba


KORANBERNAS.ID – Predikat Kota Pelajar memang layak disandang oleh Yogyakarta. Salah satunya karena hingga kini kota ini masih menjadi tujuan banyak orang untuk menuntut ilmu.

Ada sejumlah alasan mengapa Jogja masih dipercaya oleh para orang tua untuk menyekolahkan atau mengirim anaknya kuliah.

Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan aplikasi pencari kos-kosan nomor satu di Indonesia, Mamikos.com, dengan responden mahasiswa yang kuliah di Yogyakarta berusia 16 hingga 25 tahun, diperoleh sejumlah data yang relevansinya sangat meyakinkan terutama pilihan tinggal kuliah.

Mulai dari kebiasaan dan aktivitas mahasiswa di kampus maupun pilihan tempat kos, hingga mahasiswa yang bersangkutan memilih Yogyakarta sebagai harapan mencari masa depan di bidang pendidikan.

Yogyakarta dianggap menjadi barometer pendidikan karena memiliki kampus-kampus yang dianggap berkualitas, baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta.

Kota Yogyakarta juga masih menjadi magnet bagi orang luar daerah. Persepsi Jogja merupakan Kota Pelajar menjadi alasan paling kuat bagi 28 persen responden.

Jawaban itu didukung dengan faktor penduduk Yogyakarta yang dikenal ramah tamah. Sedangkan,sebanyak 15 persen memilih Jogja karena dianggap nyaman dan Jogja sebagai Miniatur Indonesia sekaligus rumah bersama.

Di kota Jogja juga terdapat kampus-kampus terbaik di Tanah Air. Hal ini menjadi pilihan sebanyak 14 persen responden, sementara biaya hidup di Jogja yang murah dipilih responden sebanyak 10 persen.

Sebagian mahasiswa menjawab, tujuan mereka kuliah adalah untuk mencari relasi dan teman yakni sebesar 66 persen dan 64 persen, dua hal penting setelah mencari ilmu yang dipilih mahasiswa sebesar 98 persen.

Hasil jajak pendapat Mamikos.com. (istimewa)

Media, Community and Public Relation Mamikos.com, Sri Mona Nurhastuti, mengatakan jajak pendapat ini juga menjadi tolok ukur bagaimana mahasiswa baru mendapatkan kesempatan yang sama terutama ketika memulai kehidupan baru mereka di perkuliahan.

“Sarana tempat tinggal menjadi sangat penting terutama mendapatkan kos-kosan yang pas dan sesuai harapan,” ujarnya, Senin (08/10/2018).

Untuk lokasi tinggal sementara atau kos, menurut dia, sebanyak 98 persen mahasiswa baru akan memilih tinggal di lingkungan kos-kosan yang tidak jauh dari kampus mereka. Ukurannya adalah untuk menentukan waktu tempuh ke kampus.

Jarak kos yang banyak dipilih mahasiswa ini tersebar di range kurang dari 5 kilometer, hingga di bawah 15 kilometer. Sementara terdapat mahasiswa yang memilih jauh dari lingkungan kampus karena memiliki kendaraan pribadi serta ingin suasana berbeda.

Mona menambahkan, terdapat 88 persen yang memilih faktor kemudahan mencari tempat makan, 52 persen dekat dengan tempat ibadah. Sebanyak 49 persen memilih dekat dengan sarana dan prasarana seperti warnet dan hanya 11 persen memilih kos yang dekat titik atau spot untuk hang-out seperti kafe.

Selebihnya 5 persen sisanya memilih kos dekat mal atau pusat perbelanjaan. Yang pasti, pemilihan kos-kosan disertai dengan pertimbangan memiliki pengawasan dari pemilik kos dan ada pemisahan untuk kos laki-laki dan perempuan.

Soal aktivitas mahasiswa, dari jajak pendapat tersebut diperoleh fakta sebagian besar digunakan untuk kegiatan belajar sekitar 5-7 jam serta kegiatan organisasi.

Kemudian, aktivitas UKM (Unit Kegiatan Kampus) serta kegiatan lain di luar kampus untuk.mengerjakan tugas sekitar 1-3 jam per hari. Sebagian lagi mahasiswa memiliki kegiatan untuk rileks dan hangout sekitar 1-3 jam. Browsing internet dan buku juga menjadi acuan para mahasiswa dalam mencari literatur.

Yang cukup menarik, dari jajak pendapat tersebut diperoleh hasil hanya 3 persen yang ingin kembali ke kampung halaman setelah lulus kuliah. Sebanyak 74 persen mahasiswa berharap setelah lulus langsung memilih bekerja dan 15 persen melanjutkan jenjang S2.

“Jajak pendapat ini juga menjadi tolok ukur bagaimana mahasiswa baru mendapatkan kesempatan yang sama terutama dalam memulai kehidupan baru mereka di perkuliahan. Sarana tempat tinggal menjadi sangat penting terutama mendapatkan kos-kosan yang pas dan sesuai harapan,” kata Mona.

Dia menegaskan, menyikapi masa kuliah memang harus ditentukan dari saat mula mencari kos-kosan. “Jadi, strategi menghadapi masa kuliah secara riil harus dimulai dari tempat tinggal untuk menentukan berikutnya. Semacam titik start saat mahasiswa sudah dapat kampus,” ujarnya. (sol)



Minggu, 07 Okt 2018, 23:42:02 WIB Oleh : Prasetiyo 3658 View
Purbalingga Kini Punya Unperba
Tuliskan Komentar