atas1

Jikustik Reunian, Konser Rekonsiliasi Masa Lalu

Jumat, 29 Mar 2019 | 16:36:54 WIB, Dilihat 415 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Jikustik Reunian, Konser Rekonsiliasi Masa Lalu Jikustik didampingi promotor dan tim artistik saat menggelar temu media di parsley jl Kaliurang, Yogyakarta, Kamis (28/3/2019). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Warga Mantrijeron, Urus Akta Kematian Gratis dan Tak Ribet


KORANBERNAS.ID -- Jikusitik is back. Ya, grup musik pop era 2000-an ini kembali hadir mewarnai blantika musik Indonesia lewat Konser Jikustik Reunian, Jumat (29/3/2019) di Grand Pacific Hall, Yogyakarta. Konser ini akan menampilkan kembali formasi pertama dari band Jikustik, yakni Pongki (vokal & gitar), Icha (bass & vokal), Adit (keyboard), Calro (drum) dan Dadi (gitar) dalam satu panggung. Setelah melakukan berbagai persiapan dan prosesnya, konser yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia ini akhirnya siap digelar hari ini.

Seperti yang telah diketahui khalayak pecinta musik Indonesia, sudah 10 tahun sejak Pongki dan Icha memutuskan untuk mengundurkan diri dari band yang telah membesarkan nama mereka, Jikustik. Formasi pertama ini belum pernah bersatu kembali secara musikal dalam satu panggung.

Dan setelah melewati satu dasawarsa, Konser Jikustik Reunian ini akhirnya benar-benar bisa terwujud. Tentu saja Konser Jikustik Reunian ini akan menjadi sebuah momen sangat bersejarah, di mana gelaran ini menjadi awal bagi mereka bertemu lagi secara musikal maupun emosional di dalam sebuah momen yang besar.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi menuturkan, tak hanya menjadi pertemuan bersejarah bagi para personel Jikustik formasi pertama, Konser Jikustik Reunian ini akan menjadi saat-saat yang begitu spesial bagi para pendengar setia Jikustik.

Dari segi konsep pertunjukan, Anas menegaskan bahwa Konser Jikustik Reunian akan menjadi sangat spesial karena akan menggandeng Agus Noor sebagai art director.

Sebagaimana telah kita ketahui, Agus Noor adalah sutradara handal yang selama ini sudah terkenal sukses menghelat pertunjukan-pertunjukan yang sangat bagus seperti lakon-lakon di pentas Indonesia. Dari konsep tata lampu, konser ini akan ditangani oleh penata lampu kenamaan, Yoni Wiyono, yang telah malang melintang menangani tata lampu konser-konser besar.

“Sampai saat ini bahkan sejak jauh-jauh hari ketika kami pertama kali mengumumkan Konser Jikustik Reunian, sambutan masyarakat Indonesia sangat besar. Baik kepada kami sebagai promotor maupun kepada teman-teman Jikustik Reunian sendiri," terang Anas.

"Banyak masyarakat pecinta musik Indonesia yang sangat merindukan bisa menyaksikan Pongki dan Icha kembali bermain musik lagi dalam satu panggung. Dan Alhamdulillah dari berbagai persiapan telah kami persiapkan sejak lama, sampai detik ini kami tidak menghadapi kendala yang berarti,” jelas Anas.

Hal serupa pun dikatakan Dadi, bahwa Konser Jikustik Reunian menurutnya tidak hanya menjadi momen reuni bagi dirinya, Pongki, Icha, Adit maupun Carlo secara musikal dan emosional, namun juga bagi para pendengar setia mereka.

“Yang reunian di sini nggak cuma kita (Jikustik), tapi juga para pendengar kita yang dulu sering nonton penampilan Jikustik. Konser besok benar-benar reunian bagi banyak orang. Bahkan kemarin kita sempat dapat cerita ada yang izin sama suaminya buat nonton konser kita besok," ungkap Dadi.

"Mungkin generasi-generasi pendengar kami dulu, saat ini kebanyakan sudah berkeluarga. Bisa jadi besok akan banyak juga dari mereka yang menonton penampilan kami sambil membawa anggota keluarganya,” imbuhnya.

Sementara itu menurut Icha, konser Jikustik Reunian yang siap digelar pada 29 Maret 2019 baginya menjadi sebuah kendaraan mesin waktu yang dapat mengembalikannya berjumpa dengan kenangan indah di masa lalu. Ia mengatakan banyak sekali kejadian di masa silam yang membuat ia rindu walau hanya untuk bersenda gurau bersama seperti sediakala.

“Konser Jikustik Reunian besok konsepnya adalah rekonsiliasi, yang mana kami bersama -sama menutup apa yang berbeda dari diri kami, dan mencari hal yang sama dalam diri kami masing-masing. Bagi saya pribadi, konser ini seperti sebuah mesin waktu yang dapat membawa saya khususnya kembali ke masa lalu indah, yang pernah kita (Jikustik) alami ketika masih bermain musik bersama. Satu-satunya hal yang bisa mengumpulkan kami (Jikustik) di sini adalah rasa kangen yang kami miliki,” Pongki melanjutkan.

Dari segi musik, Carlo menyampaikan bahwa, “Aransemen musik yang selalu d ibawakan oleh Jikustik sekarang kan bisa dibilang berbeda dengan yang dulu. Maka dari itu tantangan untuk kami semua adalah bisa kembali membawakan lagu-lagu Jikustik dengan versi yang dulu," papar Carlo.

"Tapi itu bukan menjadi masalah yang berarti bagi kami. Dan 90% aransemen yang akan kita bawakan besok sama persis dengan lagu-lagu yang pernah kami rekam di beberapa album yang sudah kami rilis dulu,” lanjut Adit.

Sementara itu, Art Director Konser Jikustik Reunian, Agus Noor memamparkan, dalam konser penuh rasa rindu dari Jikustik besok pihaknya memiliki beberapa hal yang bisa dinikmati secara langsung oleh para penonton, yaitu melalui konsep artistik yang diramu layaknya sebuah ruang pertemuan. Hal itu ia tunjukan dalam berbagai sajian visual yang akan membentuk bermacam ruang dari lagu-lagu yang dibawakan oleh Jikustik Reunian.

“Dengan konsep ruang itu, panggung menjadi sebuah ruang pe rtemuan yang intim bagi tiap personil Jikustik dan juga penonton, mengesankan "intimate concert". Ruang itu juga menggambarkan ruang pertemuan kembali Jikustik, sebuah ruang dan waktu yang menandai kebersamaan mereka,” pungkas Agus.(yve)



Jumat, 29 Mar 2019, 16:36:54 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 615 View
Warga Mantrijeron, Urus Akta Kematian Gratis dan Tak Ribet
Jumat, 29 Mar 2019, 16:36:54 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 510 View
Baju Ini Bisa Proteksi dari Ultraviolet
Kamis, 28 Mar 2019, 16:36:54 WIB Oleh : Nanang WH 478 View
Anak-anak Punya Hak Pakai Helm Standar

Tuliskan Komentar