atas1

JIFFINA Ajang Promosi Produk Mebel Indonesia

Minggu, 15 Mar 2020 | 00:49:41 WIB, Dilihat 293 Kali
Penulis : Sari Wijaya
Redaktur

SHARE


JIFFINA Ajang Promosi Produk Mebel Indonesia Pukul kentongan menandai pembukaan Jiffina oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah serta Dirjen IKMA Gati Wibawaningsih didampingi Setda DIY Kadarmanta Baskoro Aji dan pengurus Jiffina. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Walikota Yogyakarta Siap Memimpin IPHI


KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Pameran Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2020 yang merupakan gelaran tahun ke-5 secara resmi dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (14/3/2020) sore.

Acara itu juga dihadiri Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perdagangan, Gati Wibawaningsih, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Kepala Disperindag DIY Aris Riyanta, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bantul Agus Sulistiyana dan para pelaku usaha furniture dan craft.

"Saya berharap JIFFINA menjadi ajang yang mampu  memperkenalkan, mempromosikan dan memperluas pangsa pasar  produk mebel dan kerajinan asal Indonesia hingga ke skala internasional," kata Teten.

Sektor mebel dan kerajinan selama ini mampu mendukung peningkatan ekspor beserta multiplier efeknya di sektor pariwisata.

Menurut Teten, industri furniture dan kerajinan merupakan salah satu sektor prioritas yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian nasional.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya dibacakan Sekda Kadarmanta Baskara Aji menyatakan, JIFFINA 2020 diharapkan tetap memberikan manfaat yang luas. "Kendati saat ini bersamaan dengan kabar adanya virus Corona di negara kita," katanya.

Ketua panitia JIFFINA 2020, Indro Wardoyo, mengatakan  JIFFINA diikuti 300 perusahaan di Jawa dan Bali serta para pemain ekspor di bidang furniture dan craft.

Alasan lain JIFFINA tetap digelar karena tidak ada travel warning dari pemerintah. Hanya saja  buyer dari Italia, Korea Selatan dan Iran harus diperiksa lebih ketat. Mereka di-screening serta harus membawa surat keterangan sehat. Lokasi pameran dilengkapi screening suhu tubuh.

Panitia pasang target 4.500 visiter dengan target transaksi 80 juta Dolar AS dan 160 juta Dolar AS untuk target follower.

Pengunjung tahun lalu berasal dari 65 negara sekarang menjadi 70 negara dengan adanya tambahan dari Uganda dan Bulgaria. (sol)



Minggu, 15 Mar 2020, 00:49:41 WIB Oleh : Arie Giyarto 405 View
Walikota Yogyakarta Siap Memimpin IPHI
Jumat, 13 Mar 2020, 00:49:41 WIB Oleh : Redaktur 281 View
Olahraga Ini Mirip Golf, Cara Mainnya Beda
Jumat, 13 Mar 2020, 00:49:41 WIB Oleh : Redaktur 239 View
Hand Sanitizer Terpasang di Setiap Sudut Markas Korem

Tuliskan Komentar