atas

Jemput Rezeki dengan Jumputan..

Sabtu, 13 Apr 2019 | 20:55:02 WIB, Dilihat 152 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Jemput Rezeki dengan Jumputan.. Anggota DPR RI Dr H Sukamta menghadiri Parade Kain Jumputan di Sentra Batik Jumputan Kampung Tahunan Yogyakarta, Sabtu (13/4/2019). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : PNS Wajib Jaga Nama Baik Institusi


KORANBERNAS.ID – Ribuan ibu-ibu Kampung Tahunan Umbulharjo Kota Yogyakarta, Sabtu (13/4/2019) sore, terlihat antusias mengikuti Parade Kain Jumputan.

Kegiatan yang baru pertama kali digelar atas prakarsa Hery Nur Widodo, pegiat UKM yang juga caleg PKS ini, dihadiri anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi PKS, Dr H Sukamta.

Dibagi per kelompok RW (Rukun Warga), semua peserta parade mengenakan busana batik jumputan, batik khas kampung tersebut.

Meski rutenya hanya mengitari wilayah kampung namun demikian acara yang dipusatkan di Jalan Soga tepatnya di belakang Taman Makam Pahlawan Kusumanegara itu  berlangsung meriah.

Tak hanya tampil dengan kreasi nyanyian maupun kostum dari batik, peserta juga membawa beberapa spanduk salah satunya bertuliskan jemput rezeki dengan  jumputan.

Ya, batik jumputan memang menjadi primadona dan mendatangkan rezeki. Batik itu kualitasnya sudah sejajar dengan karya batik tulis.

Kemeriahan Parade Parade Kain Jumputan di Kampung Tahunan. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Anggota DPR RI Sukamta memberikan apresiasi. Menurut dia, Kampung Tahunan dengan batik jumputan menjadi salah saru model pemberdayaan masyarakat yang sesungguhnya.

Artinya, perekonomian di kampung ini berkembang secara riil tidak seperti halnya perekonomian digital. Sejak lima tahun belakangan, pangsa pasar batik jumputan sudah terbentuk.

Ke depan dia ingin pemerintah pusat bisa turun ke kampung ini melalui program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Berawal dari Kampung Tahunan saat ini usaha batik jumputan berkembang lebih luas menjadi satu wilayah kelurahan. Pasarnya pun tumbuh cepat.

Menariknya lagi, usaha batik ini selain menjadi mata pencaharian baru, juga ramah lingkungan. Limbah yang dihasilkan tidak berbahaya alias netral karena sudah diolah.

“Usaha batik jumputan ini menjadi model pemberdayaan yang sangat bagus, usaha yang dimulai dari nol kemudian berkembang menjadi besar sehingga Kampung Tahunan menjadi destinasi wisata kain jumputan,” kata Sukamta kepada wartawan.

Hery Nur Widodo, pelopor batik jumputan. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Pelopor batik jumputan Kampung Tahunan, Hery Nur Widodo, juga mengakui hal itu.

Selama tujuh tahun berkecimpung menggeluti batik jumputan, akhirnya jerih payahnya membuahkan hasil yang menggembirakan.

Hery yang merintis usaha itu dimulai dengan melatih warga membuat batik jumputan, saat ini usaha tersebut hasilnya bisa dinikmati oleh warga satu kampung bahkan kelurahan.

Hery mengatakan, apabila ada pesanan batik, pendapatan yang diterima warga total bisa mencapai Rp 30 juta per bulan.

Yang membuat warga bangga, tersiar kabar batik jumputan Kampung Tahunan akan digunakan sebagai salah satu seragam PNS Pemerintah Kota Yogyakarta. (sol)



Sabtu, 13 Apr 2019, 20:55:02 WIB Oleh : Nanang WH 137 View
PNS Wajib Jaga Nama Baik Institusi
Sabtu, 13 Apr 2019, 20:55:02 WIB Oleh : Nila Jalasutra 119 View
Distribusi Logistik Pemilu Dikawal Ketat
Sabtu, 13 Apr 2019, 20:55:02 WIB Oleh : Sholihul Hadi 363 View
Jangan Mau Diajak Piknik Ya..

Tuliskan Komentar