atas1

Jembatan Gantung Nawacita, Destinasi Wisata Baru di Bantul

Jumat, 14 Feb 2020 | 19:48:16 WIB, Dilihat 1431 Kali
Penulis : Sari Wijaya
Redaktur

SHARE


Jembatan Gantung Nawacita, Destinasi Wisata Baru di Bantul Jembatan gantung ‘Nawacita’, Dusun Tegaldowo, Desa Bantul, Kecamatan Bantul, menjadi destinasi wisata baru. (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Suara Azan Sempat Menghilang di Jogja


KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Pembangunan jembatan gantung Nawacita oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI di Dusun Tegaldowo, Desa Bantul, Kecamatan Bantul, disambut positif oleh masyarakat setempat. Bahkan melihat jembatan yang begitu indah membentang antara Desa Bantul dengann wilayah Kecamatan Pajangan, membuat warga berinisiatif dan berinovasi untuk mengembangkan sebagai destinasi wisata baru.

Lurah Desa Bantul, Supriyadi, mengatakan adanya pembangunan jembatan gantung Nawacita tersebut mendorong masyarakat membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) “Tegaldowo Manunggal” pimpinan Sugiran  yang mengelola destinasi wisata baru tersebut.

“Awalnya di sini dibangun jembatan gantung Nawacita. Melihat sekeliling juga masih tersedia lahan milik warga yang memungkinkan dikembangkan, maka mereka bersemangat 45 untuk berinovasi  dengan membentuk destinasi kampung wisata Tegaldowo, ditunjang jembatan tadi," kata Lurah Supriyadi dalam acara ‘Dinamika Desa’ gelaran Dinas Kominfo Bantul, Jumat (14/02/2020).

Maka pada 14 Januari 2019 terbentuklah Pokdarwis "Tegaldowo Manunggal" dimana kepengurusan terdiri 5 RT  di dusun tersebut. Pokdarwis didukung masyarakat kemudian mengembangkan lokasi jembatan gantung menjadi destinasi wisata baru yang indah secara swadaya.

Sejauh ini, menurut Lurah Supri, belum ada support dana dari Pemerintah Desa (Pemdes), kecuali pembuatan pendopo dan sarana MCK. "Tanpa modal apapun, luar biasa semangatnya mereka," katanya.

Pada  awal pembangunan, di bangun taman ‘Puspa Gading’ dengan kelapa gading sebagai ikonnya. Kelapa dipilih karena semua bagian tumbuhan itu memberikan manfaat.

Kemudian disusul dengan pengembangan wahana, termasuk kolam renang anak, kolam ikan, gazebo, ATV, warung untuk pemberdayaan ibu-ibu setempat dan sarana lain.

Saat ini pengunjung semakin banyak sejak dibuka untuk umum  bulan Juni 2019. “Kalau restribusi belum ada, baru keiklasan saja,” katanya.

Sedangkan Sugiran mengatakan, pembangunan saat ini baru berjalan 20 persen. Ke depan mereka akan membangun wahana edukasi anak, termasuk juga akan dikembangkan outbound sesuai banyaknya permintaan.

“Tapi untuk outbound mungkin saat ini kita belum bisa,” katanya. (eru)



Jumat, 14 Feb 2020, 19:48:16 WIB Oleh : Sholihul Hadi 5942 View
Suara Azan Sempat Menghilang di Jogja
Jumat, 14 Feb 2020, 19:48:16 WIB Oleh : Masal Gurusinga 302 View
Bayar Tak Masalah, Asal Tempatnya Layak untuk Jualan
Jumat, 14 Feb 2020, 19:48:16 WIB Oleh : Nanang WH 320 View
Pedagang Siomay Menipu dengan Emas Batangan Palsu

Tuliskan Komentar