atas1

Jeli Menangkap Peluang Rezeki Imlek

Kamis, 23 Jan 2020 | 18:01:50 WIB, Dilihat 493 Kali
Penulis : Arie Giyarto
Redaktur

SHARE


Jeli Menangkap Peluang Rezeki Imlek Ny Tini menikmati rezeki imlek. Dagangan jeruk bali sebagai salah satu kelengkapan sesaji Imlek, laris manis di Pasar Pathuk Yogyakarta, Kamis (23/1-2020). (arie giyarto/koranbernas.id)

Baca Juga : Mereka Setia Menjaga Resep Asli Kue Kranjang


KORANBERNAS.ID, JOGJA -- Imlek, tahun baru bagi etnis Tionghoa, selalu membuat Ny Tini tersenyum. Pedagang kecil di Pasar Pathuk Yogyakarta yang dikenal sebagai pasarnya masyarakat Tionghoa itu memang jeli melihat peluang.

Tahu bahwa untuk kelengkapan sesaji leluhur, terutama pemeluk agama Budha berburu jeruk Bali, dia pun berusaha mencari dagangan itu. "Harganya Rp 25.000. Tapi saya tanggung manis. Bisa saya bukakan," kata perempuan berjilbab hijau itu kepada Koranbernas.id, di lapaknya pintu masuk pasar, Kamis (23/1-2020).

Dia mengaku jeruk dagangannya berasal dari Madiun yang memang terkenal dengan jeruk Balinya. Katanya, berbeda dengan jeruk dari sini, meski lebih murah, tapi rasanya tidak enak.

Selain jeruk, dia juga menyiapkan bertangkai-tangkai daun jeruk. Pada bekas tangkainya ditancapkan setangkai daun sehingga memberikan kesan segar.

Hingga pukul 10.00 lebih sedikit, dia mengaku sudah berhasil menjual 25 buah jeruk Bali. Dia masih punya harapan sampai siang, bahkan sampai Jumat (24/1/2020) saat sembahyangan mengirim doa leluhur itu berlangsung.

Selain jeruk, Ny Tini juga menjual tebu wulung atau ungu. Dipotong sekitar setengah meteran, dia mematok harga Rp 5.000. "Kalau ini menanam sendiri," katanya. Artinya, berapapun harga jualnya, sepenuhnya merupakan keuntungan yang langsung masuk dompetnya.

Tidak tahu

Kalau Ny Tini berhasil menjual jeruk Bali Rp 25.000, berbeda dengan pedagang di lantai dua Pasar Beringharjo. Dia menawarkan Rp 12.000 dan dilepas dengan harga Rp 10.000. Padahal dia juga mengklaim jeruknya dari Madiun. Rasanya manis sekali, katanya.

Ketika padanya diinformasikan bahwa jeruk Bali sedang banyak dicari untuk sedaji dan berharga mahal, dia nampak terkejut. "Wah kula mboten ngertos (wah saya tidak tahu),” katanya. Bedanya dia tidak membawa daun jeruk untuk ditancapkan guna memberikan kesan segar

Dengan harga Rp 10.000 saja, dia sudah untung. Apalagi dia jual dengan harga seperti di Pasar Pathuk. Memang, rezeki masing-masing sudah diatur Allah. (eru)



Kamis, 23 Jan 2020, 18:01:50 WIB Oleh : Arie Giyarto 564 View
Mereka Setia Menjaga Resep Asli Kue Kranjang
Kamis, 23 Jan 2020, 18:01:50 WIB Oleh : Redaktur 2102 View
Penyakit Degeneratif Cukup Menonjol di Kalangan TNI
Kamis, 23 Jan 2020, 18:01:50 WIB Oleh : warjono 324 View
Sebulan, GGP Serap Seribuan Nomor Undian

Tuliskan Komentar