atas

Jazz Mben Senen Berawal dari Pelataran

Rabu, 23 Jan 2019 | 18:59:41 WIB, Dilihat 216 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Jazz Mben Senen Berawal dari Pelataran Duo Berdua Saja tampil di Ngangkring Jazz Mben Senen, menandai ulang tahun ke-9 Jazz Mben Senen di halaman Bentara Budaya Yogyakarta. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Purbalingga Campus Fair 2019 Diikuti 25 Perguruan Tinggi


KORANBERNAS.ID -- Hujan malam itu, Senin (21/1/2019), membuat panggung bocor. Alat-alat pun terpaksa harus di-krukupi plastik supaya dari guyuran hujan. Ini adalah hal biasa selama perjalanan sembilan tahun Jazz Mben Senen (JMS) di pelataran parkir Bentara Budaya Yogyakarta.

Hujan yang justru membuat penikmat musik JMS untuk semakin merapat ke tenda yang tidak bocor tepat di depan panggung. Bahkan banyaknya alternatif jamming musik jazz di lain tempat Yogyakarta tak juga menyurutkan keinginan penikmat musik Jazz Mben Senen untuk datang.

Sembilan tahun sudah Jazz Mben Senen, ibarat masih usia Sekolah Dasar kalau itu bocah. Namun sembilan tahun bukan rentang waktu yang sedikit untuk sebuah komunitas. Ben-benan yang awalnya adalah charity itu kini berulang tahun ke sembilan.

Jazz Mben Senen berawal dari Jazz On the Street di Boulevard UGM tepatnya di depan gedung Purna Budaya (sekarang Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri-red) Yogyakarta.

Setelah berjalan selama dua tahun (2007-2009), Jazz on the Street pindah tempat ke Bentara Budaya Yogyakarta dengan bantuan Djaduk Ferianto dan Romo Sindhunata.

Sejak itu, acara jam session yang diadakan tiap Senin malam ini dinamakan Jazz Mben Senen, hingga kini.

“Di sini terjadi proses persemaian, terjadi proses pembelajaran yang sangat menarik,” ucap Djaduk Ferianto dalam ulang tahun ke-sembilan Jazz Mben Senen di Halaman Bentara Budaya Yogyakarta.

Seniman serba bisa yang juga merupakan salah seorang inisiator Jazz Mben Senen ini menambahkan, tantangan temen-temen Jazz Mben Senen sekarang adalah membuktikan diri jadi penentu perkembangan musik jazz di kemudian hari.

"Di sinilah sesungguhnya kontribusi nyata untuk musik jazz tanah air,” tandasnya.

Selain penampilan ciamik dari Tricotado, Rukun Warga, Muci Choir, Nilam & The Uptown Boys, Berdua Saja dan Seek Stream,  menandai usia sembilan tahun, kali ini Jazz Mben Senen juga merilis 5 album kompilasi di platform musik digital.

"Setidaknya serentak di empat platform musik populer seperti iTunes, Apple musik, Joox dan Spotify," terang Deasy Maria, Humas Jazz Mben Senen kepada koranbernas.id.

Belum genap 24 jam mengudara, menurut pantauan koranbernas.id, sudah hampir 200 pendengar yang memutar Jazz Mben Senen di Spotify Music. Tentu ini merupakan salah satu cara yang tepat untuk mengenalkan musisi-musisi lokal ke khalayak musik dunia. (sol)



Rabu, 23 Jan 2019, 18:59:41 WIB Oleh : Prasetiyo 284 View
Purbalingga Campus Fair 2019 Diikuti 25 Perguruan Tinggi
Rabu, 23 Jan 2019, 18:59:41 WIB Oleh : Sholihul Hadi 435 View
Warga Jogja Gelar Tapa Mbisu Mubeng Beteng
Rabu, 23 Jan 2019, 18:59:41 WIB Oleh : Sari Wijaya 147 View
Dua Rumah Terancam Longsor

Tuliskan Komentar