atas1

Jateng Potensial Jadi Destinasi Wisata Terbesar

Selasa, 07 Mei 2019 | 19:54:59 WIB, Dilihat 528 Kali - Oleh B Maharani

SHARE


Jateng Potensial Jadi Destinasi Wisata Terbesar Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi (foto istimewa dokumentasi DPRD Jateng)

Baca Juga : DPRD Gelar Rapat Paripurna


KORANBERNAS.ID -- Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi besar menjadi salah satu destinasi wisata besar di Indonesia. Untuk itu pemerintah setempat bisa mewujudkan diantaranya dengan konsentrasi mengembangkan wisata berbasis desa.

Ketua DPRD Jateng Dr Drs Rukma Setyabudi MM menyatakan hal tersebut ketika dihubungi  di ruang kerjanya, di Gedung Berlian, Jalan Pahlawan Nomor 7 Kota Semarang. Hal tesebut disampaikan menyusul beberapa waktu lalu menerima audiensi perwakilan masyarakat Temanggung yang membicaakan potensi wisata desa di kota tesebut.

Rukma menjelaskan potensi keanekaragaman alam yang membentang di Jateng akan tetap lestari dan makmur di saat pengelolaannya berbasis desa. Misalnya di Temanggung, secara geografis berada diantara Gunung Sumbing dan Sindoro memiliki banyak potensi wisata.

"Jadi, masyarakat yang memahami betul daerahnya, potensinya apa saja, dan bagaimana pemerintah bisa memberikan perhatian terhadap pelayanan publik. Untuk itu, masyarakat bersama pemerintahan harus bisa bersinergi," katanya.

Selain itu disampaikan dengan dengan mengembangkan Wisata Desa, tidak hanya menambah pendapatan daerah tapi juga menaikkan taraf hidup masyarakat. Dikatakannya, tidak hanya wisata alam, Temanggung juga memiliki budaya dan tradisi yang bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung seperti atraksi khas Temanggung dan dunia kulinernya.

"Saya sudah melihat sendiri potensi wisata di Temanggung, ada atraksi yang khas seperti Topi Ireng, Kuda Lumping. Warok, kemarin di Mranggen Tempuran. Perkebunan, kuliner ada Kopi," terangnya.

Ketua DPRD Jateng, Rukma Setya Budi menerima  Warga Temanggung yang mendatangi Gedung Berlian di Jalan Pahlawan Nomor 7 Kota Semarang,  untuk meminta dukungan soal pengembangan pariwisata. (foto istimewa dokumentasi DPRD Jateng)

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, secara terpisah sebelumnya mengatakan jika tahun ini provinsinya menjadi penerima dana desa terbesar di Indonesia. Pada tahun 2019, dana desa yang digelontorkan untuk 7.809 desa di Jateng mencapai Rp7,8 triliun atau naik sekitar 17,1% dari dana desa tahun 2018, yakni Rp6,74 triliun.

Menurut Ganjar, dana desa diberikan oleh pemerintah sebagai upaya untuk pemerataan kemajuan Indonesia. Dengan dana desa tersebut, diharapkan desa-desa dapat maju dan berkembang.

“Pemerintah hanya memfasilitasi, pengguna dana desa yang bekerja. Tolong penggunaan dana desa benar-benar sesuai program, transparan, akuntabel dan bermanfaat,” ujar Ganjar.

Sementara bukti destinasi wisata berbasis desa yang semakin diminati masyarakat diantaranya adalah Wahana Ondo Langit, sebuah wahana wisata adrenalin sekaligus menyajikan panorama alam yang indah. Di tempat ini, pengunjung dapat menikmati sensasi menaiki tebing curam setinggi 45 meter dan menikmati pemandangan alam dari lereng tebing.

"Wahana Ondo Langit sekarang jadi unggulan di desa kami. Setiap hari, wahana ini tidak pernah sepi. Pada akhir pekan saja, pengunjung bisa mengantre ratusan orang untuk menunggu giliran menaiki wahana ini," kata Kepala Desa Sepakung, Ahmat Nuri.

Selain Wahana Ondo Langit, Desa Sepakung memiliki objek wisata lain yang Bumdes Mandiri Jaya, seperti Cemoro Sewu, Air Terjun Gua Semar, Bumi Perkemahan Balong, wahana Sunset dan Sunrise di Dusung Pager Gedog dan lain-lain.

"Kami mengembangkan objek wisata dengan memanfaatkan dana desa. Selain itu juga ada bantuan dari Pemkab Semarang dan Pemprov Jateng untuk peningkatan infrastruktur,” ujar Ahmat.

Pemanfaatan dana desa untuk optimalisasi potensi wisata, lanjut Ahmat, ternyata berdampak signifikan. Selain membuat desa semakin terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan, pendapatan desa dari wisata juga meningkat drastis.

Hal itu tentu saja membuat kesejateraan masyarakat desa semakin meningkat. Dengan ramainya wisatawan, maka perekonomian masyarakat dapat bergerak.

"Selain itu, APBDes kami juga meningkat, dari semula Rp1,5 miliar di tahun 2015 kini menjadi Rp2,1 miliar di tahun 2019,” ujarnya.(red)



Selasa, 07 Mei 2019, 19:54:59 WIB Oleh : Nanang WH 412 View
DPRD Gelar Rapat Paripurna
Selasa, 07 Mei 2019, 19:54:59 WIB Oleh : Nanang WH 423 View
70 Menu di Boekan Boeka Biasa Meotel
Selasa, 07 Mei 2019, 19:54:59 WIB Oleh : Sari Wijaya 958 View
Bukti Baru Dugaan Mark Up di Desa Bantul

Tuliskan Komentar