atas

Jangan-jangan Ombak Besar Datang Lagi

Minggu, 29 Jul 2018 | 17:28:16 WIB, Dilihat 252 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Jangan-jangan Ombak Besar Datang Lagi Grup Senam Lansia "Mandiri 8" RW 08 Kelurahan Sorosutan Yogyakarta mengadakan senam bersamadi Pantai Kwaru Bantul. (arie giyarto/koranbernas.id)

Baca Juga : Lebih dari 50 Persen Remaja Melakukan Hubungan Sex Pranikah


KORANBERNAS.ID -- Bisa membayangkan para lanjut usia (lansia) senam sambil tetap waspada. Jangan-jangan ombak besar datang lagi. Peristiwanya terjadi di Pantai Kwaru Kabupaten Bantul, Kamis (26/07/2018).

"Awalnya waktu rombongan kami datang, ombak memang besar. Tapi lama kelamaan berangsur normal," kata Ny Harsanto, Ketua Grup Senam Lansia "Mandiri 8" RW 08 Kelurahan Sorosutan Yogyakarta kepada Koranbernas.id Sabtu (28/07/2018) pagi.

Guna menjaga keselamatan bersama karena datangnya ombak tidak bisa diprediksi, rombongan patuh pada petugas penjaga pantai. Senam dilakukan di area parkir bus.

Kenapa mereka nekat berkegiatan di pantai? Karena senam sambil berekreasi di pantai itu memang sudah dijadwalkan agak lama.

Setelah terjadi gelombang pasang pekan lalu di pesisir selatan kawasan Jabar, Jateng dan Jatim yang memporakporandakan banyak bangunan dan tanaman, pengurus dan anggota selalu berdoa agar musibah itu segera reda.

Mereka memantau siaran berbagai stasiun televisi yang menyajikan gambar-gambar yang mencemaskan saat gelombang pasang menyerang. Juga selalu mencermati  siaran dari BMKG yang banyak diunggah di media sosial.

Lebih dari 50 lansia  anggota "Mandiri 08" itu akhirnya bisa melaksanakan senam di pantai Kwaru. "Tapi memang jaraknya cukup jauh dari bibir pantai," tambah Ny Harsanto.

Suasananya memang beda. Tempat yang teduh ditambah embusan angin pantai membuat badan jadi bugar. Usai senam di Kwaru dilanjutkan rekreasi di Pantai Gua Cemara.

Tapi rombongan tidak bisa mendekat. Sebagaimana di Kwaru, pantai Gua Cemara juga menyisakan gambaran parahnya gelombang pasang.

Tempat wisata yang biasanya banyak dimanfaatkan penduduk setempat berjualan ubi jalar yang sangat manis, hasil pertanian lain seperti pisang dan sayuran maupun minuman, hari itu tampak sepi.

Hanya ada satu dua yang menggelar dagangannya. Pengunjung harus berebut ketela yang dijual dengan harga Rp 10.000 per kg untuk kualitas bagus. Ada juga yang harganya lebih murah untuk kualitas di bawahnya.

Dengan pertimbangan agar keluarga yang di rumah tidak kepikiran, setelah dari Gua Cemara rombongan segera meninggalkan pantai, pulang ke rumah.

"Dhuhur kami sudah sampai rumah kok," kata Rismiyatun, salah seorang peserta. Kelompok lansia tersebut menyelenggarakan senam tiga kali seminggu. Hari Selasa dan Kamis di depan rumah Ny Mumung, ketua PKK RT 28.

Dan hari Sabtu ikut meramaikan senam di depan Rumah Sehat Lansia. Dua bulan sekali rutin mendapat penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan dan obat gratis dari tim dokter dan paramedis Puskesmas Umbulharjo I. (sol)



Senin, 23 Jul 2018, 17:28:16 WIB Oleh : Redaktur 874 View
Lebih dari 50 Persen Remaja Melakukan Hubungan Sex Pranikah
Kamis, 19 Jul 2018, 17:28:16 WIB Oleh : Arie Giyarto 27 View
Jangan Tutup Pintu Saat di Kamar Mandi
Kamis, 19 Jul 2018, 17:28:16 WIB Oleh : Masal Gurusinga 298 View
PMI Bentuk Pengurus Hingga Kecamatan

Tuliskan Komentar