atas1

Jangan Salah Kaprah Pemanfaatan Sawit

Rabu, 04 Sep 2019 | 11:45:50 WIB, Dilihat 367 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Jangan Salah Kaprah Pemanfaatan Sawit Jogja Amazing Race Sawit Hunt 2019, kemarin.(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id

Baca Juga : Ibu-ibu, Bijaklah Memakai Uang


KORANBERNAS.ID -- Menyebut sawit, yang terlintas seringkali menjadi salah satu penyebab kerusakan hutan. Juga jadi penyebab masalah kesehatan, tidak ramah lingkungan dan lainnya.

Padahal Indonesia jadi negara penghasil sawit terbesar di dunia. Bahkan banyak manfaat dari sawit untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Ketua Bidang Komunikasi GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), Tofan Mahdi di Beteng Vredeburg, kemarin mengungkapkan berbagai produk turunan dan olahan sawit tersebar dalam berbagai bentuk. Mulai dari makanan, sabun, produk kecantikan hingga bahan bakar. 

"Sawit memiliki banyak sekali dampak positif. Karenanya masyarakat Indonesia harus berbangga diri dengan kekayaan sumber daya yang Indonesia miliki ini,” paparnya dalam Jogja Amazing Race Sawit Hunt 2019.

Menurut Tofan, penggunaan sawit secara tepat justru memberikan manfaat. Contohnya penggunaan minyak sawit yang tidak bisa digunakan secara  berulang-ulang.

Selain bermanfaat untuk kesehatan, produk minyak sawit juga paling murah. Rata-rata minyak goreng dari bahan baku kelapa sawit di pasaran berkisar Rp13.000 hingga Rp15.000 per liter. 

Harga ini sangat jauh sekali jika dibanding minyak goreng dari bahan lain. Sebut saja bunga matahari dan canola yang harganya mencapai Rp50.000 hingga Rp70.000 per liter.

“Kalau tidak boleh menggunakan minyak goreng dari kelapa sawit maka harga gorengan per biji bisa mencapai Rp7.000," ungkapnya.(yve)



Rabu, 04 Sep 2019, 11:45:50 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 553 View
Ibu-ibu, Bijaklah Memakai Uang
Rabu, 04 Sep 2019, 11:45:50 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 528 View
Disertasi Kontroversial Abdul Aziz akan Direvisi
Rabu, 04 Sep 2019, 11:45:50 WIB Oleh : W Asmani 215 View
Siswa Papua Berharap Tanah Cendrawasih Kondusif

Tuliskan Komentar