atas

Jangan Asal Klaim Kemenangan

Kamis, 18 Apr 2019 | 15:12:30 WIB, Dilihat 649 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Jangan Asal Klaim Kemenangan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir (tengah) menyampaikan paparannya terkait Pilpres 2019 di kantor PP Muhammadiyah, Kamis (18/4/2019). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Muhammadiyah Serukan Rekonsiliasi Nasional


KORANBERNAS.ID -- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menanggapi klaim kemenangan kedua kubu calon presiden (capres) dalam Pemilihan Umum (pemilu) 2019 ini. Haedar menyatakan, klaim mestinya tidak dilakukan sebelum Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil Pemilu paling lama 22 Mei 2019 mendatang.

"Kami disini mengajak patokan kemenangan ditentukan dari hasil perhitungan dan pengumuman dari kpu, bukan dari perhitungan internal mauun eksternal. Kita hargai berbagai perhitungan internal maupun eksternal sebagai sebuah referensi dan dalam mengkonfirmasi data. Tapi yang menentukan adalah hasil dari komisi pemilihan umum," ungkap Haedar di kantor PP Muhammadiyah, Kamis (18/4/2019). Haedar didampingi Ketua Umum PP Aisyiyah, Siti Noordjannah, Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, Ketua PP MUuhammadiyah, Agus Taufiqurrahman dan Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto.

PP Muhammadiyah berharap semua pihak dapat menerima secara obyektif dan perasaan yang lega akan hasil pemilu dari KPU. Namun Haedar meminta KPU, Badan Pengawas Pemilu (bawaslu) mengawasi proses penghitungan suara sampai pada pengumuman betul-betul profesional, jujur, adil, transaparan dan obyektif.

Haedar berharap klaim-klaim politik tidak menyebar menjadi alam pikiran massa. Selain itu klaim politik pasca pemilu diharapkan tidak membuat suasana di masyarakat pun menjadi tidak kondusif.

"Kami yakin dan percaya, para elit dari kedua kubu pilpres memiliki jiwa kenegarawan yang tinggi dan tanggungjawab besar yang tinggi. Maka dengan kerendahan hati kami mohon agar kedua pasangan dan pihak betul-betul sabar menunggu hasil pemilu yang diumumkan kpu dan tidak mengembangkan pernyataan dan perhitungan spekulatif atau yang tidak membawa kita pada konstitusi karena yang resmi kewenangan pada kpu," tandasnya.

Sebelumnya kubu capres nomor urut 02 mengklaim, Prabowo memenangi pilpres kali ini dengan angka 62 persen lebih. Angka tersebut berdasarkan hasil real count internal yang dilakukan Badan Pemenangan Nasional (BPN) di 320 ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS). Prabowo bahkan sempat melakun sujud syukur di rumahnya bersama para pendukungnya, Rabu (17/4/2019) malam. Kejadian ini mirip seperti yang dilakukannya pada Pilpres 2014 lalu saat dirinya mengklaim memenangi pilpres saat melawan Joko Widodo-Jusuf Kalla (jokowi-kalla).

Sementara dari kubu capres nomor urut 01 Jokowi-Ma'aruf Amin, berdasarkan hitungan quick count atau hitung cepat Pemilu dari sejumlah lembaga survei di Indonesia, didapat hasil Jokowi-Ma'aruf Amin berhasil unggul suara dengan angka 54 persen lebih dibandingkan Prabowo-Sandiaga Uno yang meraih 45 persen lebih suara pemilih. Dalam konferensi pers yang dilakukan Jokowi-Amin pada Rabu (17/4/2019) sore, petahana mengatakan meski dari hasil quick count dan exit poll berbagai lembaga survei memenangkannya, Jokowi masih bersabar menunggu penghitungan resmi dari KPU.(yve)


Video Terkait:



Kamis, 18 Apr 2019, 15:12:30 WIB Oleh : Sholihul Hadi 379 View
Muhammadiyah Serukan Rekonsiliasi Nasional
Sabtu, 13 Apr 2019, 15:12:30 WIB Oleh : Sari Wijaya 465 View
Ribuan Orang Padati Kampanye Afnan
Kamis, 04 Apr 2019, 15:12:30 WIB Oleh : Sari Wijaya 1745 View
Tokoh Muhammadiyah dan NU Kupas Sosok AR Fachruddin

Tuliskan Komentar