atas1

Jalan Rusak Parah Ancam Jiwa Pengguna Jalan

Rabu, 10 Apr 2019 | 18:25:29 WIB, Dilihat 443 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Jalan Rusak Parah Ancam Jiwa Pengguna Jalan Kondisi jalan rusak berat di ruas Guyangan-Petanahan Kebumen, tepatnya di Desa Karangduwur, Selasa (9/4/2019) (nanang wh/koranbernas.id)

Baca Juga : Perlu Terobosan Selamatkan Perusahaan Pelat Merah


KORANBERNAS.ID -- Pengguna jalan kabupaten yang terhubung ke jalan nasional selatan Jawa Tengah dengan Jalan Lintas Selatan (JLS) serta Jalan Lintas Selatan Selatan (JLSS) di Kabupaten Kebumen harus waspada dan hati hati.

Keberadaan jalan rusak berat yang “bersebelahan“ dengan jalan terawat baik, justru mengancam jiwa pengguna jalan yang kurang waspada.

Ruas jalan Guyangan (Sruweng) - Petanahan, salah satu jalan yang kondisinya sebagian besar baik. Selebihnya rusak ringan, sedang hingga rusak berat.

Di area yang rusak berat bersebelahan dengan jalan baik, kerap terjadi kecelakaan lalu lintas tunggal. Bahkan ada seorang pengendara motor meninggal karena tersungkur di jalan yang rusak berat.

“Pernah ada seorang bidan meninggal di jalan depan, lama tidak tertolong, sepertinya meninggal di tempat,   kejadiannya dini hari, Subuh,“  kata Ifa (23) warga Desa Karangduwur Kecamatan Petanahan Kebumen kepada koranbernas.id, Selasa (9/4/2019).

Rumah Ifa menghadap jalan dengan kondisi rusak berat. Dia memperkirakan kecelakaan terjadi karena korban terlena melewati jalan rigid beton dengan kondisi baik dengan kecepatan cukup tinggi.

Ketika melewati jalan yang rusak berat di sebelahnya, korban belum sempat mengurangi kecepatan  motornya. ”Beberapa kali terjadi kecelakaan tunggal di situ,“ kata Ifa.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kebumen, Hanna Widyawati, kepada koranbernas.id, Rabu (10/4/2019), menyatakan benar pernah terjadi kecelakaan tunggal di lokasi itu, seorang bidan meninggal.

Pihaknya sudah berupaya memperbaiki bagian jalan yang rusak. Meskipun baru sebatas bisa dilalui fungsional.

Perbaikan tidak bertahan lama karena dilalui truk dengan tonase tinggi. “Tiap malam  truk pengangkut  material untuk proyek NYIA (New Yogyakarta International Airport) melewati jalan ini, truk tronton,“ kata Hanna Widyawati.

Tidak memungkinkan jalan dengan kelas untuk tonase maksimum 8 ton  dilewati truk tonase lebih dari 20 ton. Badan jalan jalan cepat hancur ketika ada beban puluhan ton. “Ada yang terlihat tinggal jalan makadam,“ kata Hanna.

Pada tahun anggaran 2019, Pemkab Kebumen mengalokasikan anggaran Rp 16 miliar untuk peningkatan ruas jalan Guyangan-Petanahan sepanjang 4,2 km.

Ada perubahan konstruksi jalan. Dari jalan aspal menjadi jalan rigid beton. Lebarnya menjadi 6 meter. “Lelang pengadaan barang sedang berjalan, anggaran bersumber dari dana alokasi khusus,“ kata Hanna Widyawati. (sol)



Rabu, 10 Apr 2019, 18:25:29 WIB Oleh : Sari Wijaya 331 View
Perlu Terobosan Selamatkan Perusahaan Pelat Merah
Rabu, 10 Apr 2019, 18:25:29 WIB Oleh : Sholihul Hadi 686 View
Tidak Boleh Ada Perangkat CCTV di TPS
Selasa, 09 Apr 2019, 18:25:29 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 965 View
Para Pensiunan 2049, Horor Teater Gandrik

Tuliskan Komentar