atas1

Jalan Cokro-Delanggu Rusak, Tanggung Jawab Siapa?

Minggu, 11 Agu 2019 | 09:26:51 WIB, Dilihat 322 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Jalan Cokro-Delanggu Rusak, Tanggung Jawab Siapa? Rambu lalu lintas di ruas jalan Cokro-Delanggu di depan Kantor Kepala Desa Wangen Kecamatan Polanharjo Klaten. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : JKT48 Tanding Mobile Legend Lawan Pegawai KAI


KORANBERNAS.ID -- Jalan Cokro Tulung-Delanggu setiap tahun pasti rusak. Meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten rutin memperbaiki namun selalu saja mengalami kerusakan.

Penyebabnya karena sering dilalui truk bertonase tinggi. Tidak hanya truk pengangkut galian C tapi juga truk-truk pengangkut air mineral kemasan dari pabrik yang berada di pinggir ruas jalan tersebut.

Langkah Pemkab Klaten menjaga kondisi jalan agar tidak rusak telah dilakukan dengan memasang rambu larangan melintas bagi truk-truk tersebut.

Namun tetap saja sopir lebih paham kondisi wilayah. Bilamana ada petugas melakukan razia, mereka memilih berhenti di jalan atau mencari jalan alternatif lainnya seperti pertigaan Kantor Kepala Desa Majegan Kecamatan Tulung belok kanan ke arah Desa Jeblog dan Ponggok, selanjutnya ke jalan Cokro-Delanggu.

Pengamatan di lapangan, beberapa rambu larangan melintas truk galian C dipasang di perempatan Jalan Klaten-Boyolali tepatnya di kawasan Desa Tulung dan Desa Daleman Tulung.

Sedangkan di depan SPBU Daleman dan di depan Kantor Kepala Desa Wangen Kecamatan Polanharjo juga dipasang rambu larangan melintas truk pengangkut air mineral kemasan.

Rambu yang telah dipasang itu ternyata tidak mampu melarang truk-truk tersebut. Sebab kenyataannya ada sekitar ratusan armada yang setiap hari melintas. Bahkan lebih memprihatinkan lagi di sepanjang jalan Cokro-Delanggu ada banyak sekali pool truk pengangkut air mineral.

Pool truk itu paling banyak terdapat di sekitar pabrik tepatnya di wilayah Desa Wangen Kecamatan Polanharjo. Sedangkan di Desa Daleman Tulung setidaknya ada dua lokasi dan di perbatasan wilayah Delanggu dengan Polanharjo ada beberapa pool juga.

Melihat kondisi itu tentu keberadaan jalan yang dibangun dengan konstruksi aspal tidak bertahan lama. Jangankan hitungan tahun, dalam hitungan bulan pun jika rutin dilalui truk berat pasti cepat rusak.

Ruas jalan Tulung-Daleman-PasarCokro misalnya yang terakhir dibangun Pemkab Klaten pada  2017. Saat itu ruas jalan tersebut sudah rusak hanya beberapa bulan setelah dibangun.

Memang kala itu masih ada masa pemeliharaan oleh penyedia jasa yang mengerjakan. Namun hanya dilakukan dengan menambal ruas jalan yang rusak saja.

Begitu masa pemeliharaan satu tahun berlalu maka segala kerusakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) selaku pengguna anggaran.

Anggaran

Berbeda dengan jalan Cokro-Delanggu atau lanjutan ruas jalan Tulung-Daleman-Pasar Cokro. Tepatnya di depan pabrik air mineral kemasan dan di wilayah Desa Keprabon Polanharjo,  menurut informasi, di DPU PR Kabupaten Klaten ada anggaran untuk memperbaiki jalan yang rusak.

Bahkan sudah ada yang dibangunkan jalan beton. "Yang membangun pihak pabrik sendiri karena mereka punya anggaran," kata staf DPU PR Klaten.

Kualitas jalan beton yang dibangun pengelola pabrik air mineral memang bagus. Namun bagaimana dengan jalan yang tidak beton, menjadi tanggung jawab siapa?

Seperti dari pertigaan Pasar Cokro Kembang hingga depan pabrik sepanjang sekitar 1 kilometer. Tentu saja sering rusak akibat dilalui truk bertonase tinggi.

Perangkat Desa Wangen Kecamatan Polanharjo pun merasa prihatin dengan kondisi jalan itu. Kerusakan jalan itu menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas.

"Sering sekali kecelakaan. Terutama pagi hari saat keberangkatan anak sekolah dan karyawan pabrik. Tapi bagaimana lagi karena kondisi jalannya rusak. Imbauan kami agar pengguna jalan lebih berhati-hati," ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Klaten Slamet Widodo dan Kabid Lalu Lintas Suyatno belum bisa dikonfirmasi terkait masih banyaknya truk pengangkut air mineral yang melintas di ruas jalan Cokro-Delanggu.

Padahal rambu larangan melintas di depan Kantor Kepala Desa Wangen yang berjarak sekitar 250 meter dari pabrik air mineral ke arah Pasar Cokro Kembang telah dipasang beberapa tahun lalu. (sol)



Minggu, 11 Agu 2019, 09:26:51 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 172 View
JKT48 Tanding Mobile Legend Lawan Pegawai KAI
Minggu, 11 Agu 2019, 09:26:51 WIB Oleh : Sholihul Hadi 152 View
Negeri Ini Butuh Hadirnya Sosok Ibrahim
Sabtu, 10 Agu 2019, 09:26:51 WIB Oleh : Redaktur 39690 View
Gempa di Malam Takbiran, Tembok Serasa Bergerak

Tuliskan Komentar