atas1

Jadikan Kotabaru Destinasi Wisata Sejarah

Jumat, 05 Okt 2018 | 18:21:05 WIB, Dilihat 1113 Kali
Penulis : W Asmani
Redaktur

SHARE


Jadikan Kotabaru Destinasi Wisata Sejarah Dari kiri, Bagus Sumbarja, Sujono dan Wirantono menyampaikan keterang pers di balaikota terkait peringatan serangan Kotabaru. (w asmani/koranbernas.id)

Baca Juga : Dua Hidangan Ini Wajib Dicoba


KORANBERNAS.ID -- Nama jalan di seputaran Kotabaru Yogyakarta seperti Sabirin, Amat Djazuli, I Dewa Nyoman Oka dan Abu Bakar Ali, merupakan nama para pahlawan yang gugur di medan pertempuran saat merebut Kotabaru dari Jepang.

Serbuan 7 Oktober 1945 itu dilakukan oleh para pejuang Yogyakarta ke markas Jepang. Pada peristiwa tersebut 21 pejuang Yogyakarta gugur.

Selain nama jalan, pertempuran Kotabaru itu juga  diabadikan dalam bentuk monumen di sebelah barat gedung SMA Bopkri 1 (sekarang Jalan Atmosukarto). Di tempat itu terdapat tetenger pergolakan rakyat Yogyakarta setelah proklamasi 17 Agustus 1945.

Sekretaris Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Penerus Pembudayaan Kejuangan 45, Sujono,  mengatakan serangan Kotabaru menandai predikat Yogyakarta sebagai Kota Perjuangan.

"Upacara peringatan serbuan Kotabaru dilakukan Minggu (07/10/2018) di lapangan Asrama Korem 072/PMK, dan Senin (08/10/2018) dilanjutkan ziarah ke Taman Makam  Pahlawan Kusumanegara dan makam pahlawan lainnya di luar makam pahlawan tersebut. 17 orang yang dimakamkan di makam pahlawan," terangnya dalam jumpa media di balaikota, Kamis (04/10/2018).

Menurut Sujono, Yogyakarta memiliki tiga peristiwa sejarah yang penting yaitu serangan Kotabaru, Serangan Oemoem 1 Maret 1949 dan Yogya Kembali 29 Juli 1949.

Tiga peristiwa ini mewarnai keistimewaan Yogyakarta. "Dulu pejuang sudah berbuat seperti itu (memperjuangkan kemerdekaan Indonesia), jangan dinodai perjuangan pendahulu kita. Isilah kemerdekaan ini dengan berbuat baik dan bermakna," pesan Sujono.

Bagus Sumbarja selaku ketua panitia peringatan serangan Kotabaru menambahkan, orangtuanya bernama Peltu (Purn) Sukirno merupakan salah serorang pejuang Kotabaru.

"Bapak saya saksi hidup, usianya 90 tahun, kalau beliau sehat besuk saya ajak mengikuti upacara, karena saat ini sedang menjalani perawatan dokter," jelasnya.

Bagus melanjutkan, warga Kotabaru menginginkan daerah itu dijadikan destinasi wisata sejarah. (sol)



Kamis, 04 Okt 2018, 18:21:05 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1067 View
Dua Hidangan Ini Wajib Dicoba
Kamis, 04 Okt 2018, 18:21:05 WIB Oleh : Sholihul Hadi 933 View
Langenraras Cocok untuk Pertemuan Privat
Jumat, 05 Okt 2018, 18:21:05 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1175 View
Wahana Jejak Nutrisi Hadir di Taman Pintar

Tuliskan Komentar