atas1

Inovasi Desain Pelaku IKM Masih Kurang

Selasa, 30 Apr 2019 | 22:49:03 WIB, Dilihat 739 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Inovasi Desain Pelaku IKM Masih Kurang Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih dalam acara pengukuhan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perkumpulan Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Indonesia, di Yogyakarta, Rabu (24/4/2019) malam. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Ayo Terus Tingkatkan Kepesertaan KB


KORANBERNAS.ID -- Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan kesadaran desain pelaku industri kecil dan menengah (IKM) masih kurang.

Hal itu disampaikan Gati dalam acara pengukuhan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perkumpulan Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Indonesia, di Yogyakarta, Rabu (24/4/2019) malam.

Kendala yang dihadapi IKM kerajinan di antaranya desain dan konsistensi untuk memproduksi barang dengan baik. Gati juga mengungkapkan perlunya desainer yang cukup andal dan mampu memberikan inovasi rancangan.

"Meski ada juga yang sudah sadar akan pentingnya desain, namun banyak juga pelaku IKM masih asal produksi, tanpa memikirkan bahwa desain produk mereka ini diminati atau tidak oleh pasar, selain itu mereka belum konsisten untuk menghasilkan produk sesuai standar yang dibutuhkan pasar, terutama pasar luar negeri," ungkapnya.

Lanjut Gati, selain itu diperlukan juga keberadaan market intellegent yang berada di luar negeri. Keberadaan mereka untuk memberikan informasi yang cukup mengenai produk yang dibutuhkan. Sehingga produk yang dihasilkan IKM itu nantinya akan sesuai dengan permintaan ekspor.

"Selama ini market intelligent belum ada, kita hanya lakukan kerja sama dengan KBRI di luar negeri atau atase perdagangan di luar negeri untuk ekspor dan menyelenggarakan pameran kerajinan di luar negeri," imbuhnya.

"Para pelaku IKM kerajinan sudah diberi pelatihan. Namun tidak cukup di situ saja, mereka juga memerlukan pendampingan sampai benar-benar konsisten menghasilkan produk dengan baik," pungkas Gati.

Pendampingan kepada pelaku IKM kerajinan memang beragam, rata-rata dilakukan selama dua tahun, seperti yang dilakukan Ditjen IKMA bekerja sama dengan Astra di Ceper, Klaten, Jawa Tengah. Menurutnya, pendampingan itu sangat penting karena pelaku IKM kerajinan masih menghadapi beberapa kendala dalam menghasilkan produk.(yve)



Selasa, 30 Apr 2019, 22:49:03 WIB Oleh : Nila Jalasutra 397 View
Ayo Terus Tingkatkan Kepesertaan KB
Selasa, 30 Apr 2019, 22:49:03 WIB Oleh : Nanang WH 749 View
Kasus DBD di Kebumen Melonjak, Tiga Meninggal
Selasa, 30 Apr 2019, 22:49:03 WIB Oleh : Endri Yarsana 873 View
Temanggung Gelar Pemilihan Duta Genre

Tuliskan Komentar