atas1

Ini yang Ditakuti Perempuan di Seluruh Dunia

Selasa, 30 Jul 2019 | 00:32:53 WIB, Dilihat 325 Kali - Oleh Putut Wiryawan

SHARE


Ini yang Ditakuti Perempuan di Seluruh Dunia Sosialisasi Deteksi Kanker Sejak Dini, Senin (29/7/2019), di Aula Reconfu Polres Banyumas. (istimewa)

Baca Juga : Pemkab Bantul Cabut IMB Gereja di Sedayu


KORANBERNAS.ID – Kanker merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama di dunia maupun di Indonesia. Selain ditakuti, kanker paru, hati, perut, kolorektal dan kanker payudara juga merupakan penyebab terbesar kematian setiap tahunnya.

“Saat ini, kanker payudara menjadi jenis kanker yang sangat menakutkan bagi perempuan di seluruh dunia termasuk Indonesia,” ungkap Dr Hardina Sabrida Mars dari RS Kanker Dharmais Jakarta.

Berbicara pada acara Sosialisasi Deteksi Kanker Sejak Dini (Sadari), Senin (29/7/2019), di Aula Reconfu Polres Banyumas, dia menjelaskan, kanker payudara merupakan tumor ganas yang terbentuk dari sel-sel payudara yang tumbuh dan berkembang tanpa terkendali.

“Tumor itu dapat menyebar di antara jaringan atau organ di dekat payudara atau ke bagian tubuh lainnya,” kata dia.

Pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) merupakan upaya untuk mendeteksi dini kanker payudara yang sering dianjurkan untuk setiap wanita. Tindakan ini sangat penting karena hampir 85 persen benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri.

Menurut dia, Sadari mudah dilakukan, tidak menimbulkan rasa sakit serta tidak menimbulkan kerusakan jaringan dan dapat mendeteksi tumor sekecil apapun.

Permasalahan yang ada adalah masih kurangnya kesadaran wanita khususnya ibu-ibu rumah tangga berusia produktif melakukan Sadari. Hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan mengenai pencegahan tersebut.

Dalam rangka peningkatan pengetahuan dan sikap wanita terutama kelompok ibu-ibu rumah tangga usia produktif untuk melakukan Sadari, YKPI (Yayasan Kanker Payudara Indonesia) melakukan penyuluhan kesehatan tentang kanker payudara dan langkah-langkah pencegahan.

Sadari dapat dilakukan dengan mudah. Caranya adalah cukup berdiri tegak di depan cermin mengangkat kedua tangan dan perhatikan adakah kemerahan atau bengkak di payudara.

Kemudian, letakkan kedua tangan di pinggang dan perhatikan kembali payudara apabila ada yang tidak normal.

Setelah itu payudara ditekan menggunakan tiga jari tengah yang dirapatkan dan mulai gerakkan dari atas ke bawah, melingkar searah jarum jam.

“Kemudian rasakan apakah ada benjolan. Setelah itu, payudara ditekan kembali ke arah puting dan dilihat apakah ada cairan yang keluar,” paparnya.

Setelah posisi berdiri, selanjutnya posisi berbaring mendatar dengan meletakkan bantal atau handuk di bawah bahu. Tangan kanan diletakkan di belakang kepala kemudian payudara sebelah kanan ditekan menggunakan tangan kiri dengan gerakan yang sama seperti sebelumnya.

Apabila terasa benjolan di payudara, terdapat perubahan tekstur kulit payudara, kulit payudara mengeras seperti kulit jeruk, luka di bagian payudara yang tidak sembuh, terdapat cekungan atau tarikan di kulit payudara, atau keluar cairan dari puting saat melakukan Sadari, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Hardina Sabrida menegaskan pencegahan utama kanker payudara dimulai dari diri sendiri. “Ingatlah bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati," jelasnya.

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan beraktivitas fisik teratur setiap hari, mengonsumsi buah dan sayuran, mengurangi makanan berlemak dan goreng-gorengan, tidak mengonsumsi alkohol, memberikan ASI bagi ibu yang menyusui dan dapat mengganti kontrasepsi oral dengan non hormonal setelah dua tahun.

Ketua YKPI Linda Amalia Sari Agum Gumelar. (istimewa)

Sosialisasi kali ini diikuti peserta ratusan ibu-ibu anggota Dharma Pertiwi Koorcab Purwokerto Daerah D terdiri dari anggota Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro, Jalasenastri Lanal Cilacap dan PIA Ardya Garini Lanud Jenderal Soedirman Purbalingga serta anggota Bhayangkari dari SPN Purwokerto Polda Jawa Tengah dan Bhayangkari Polres Banyumas.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKBI) ke-67 Tahun 2019 Polres Banyumas dengan tema Kenali Bahaya Kanker Payudara Sejak Dini.

Hadir pula dalam kesempatan itu Ny Linda Amalia Sari Agum Gumelar selaku Ketua YKPI.

Tampak pula Ketua Dharma Pertiwi Koorcab Purwokerto Daerah D yang juga Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro, Ny Anita Dani Wardhana, Ny Menik Salamun Ketua Jalasenastri Lanal Cilacap, Ketua PIA Ardya Garini Lanud Jenderal Soedirman Purbalingga, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Dim 0701/Banyumas, Ketua Bhayangkari SPN Purwokerto dan Polres Banyumas serta para anggota Polwan Polres Banyumas.

Linda Amalia Sari Agum Gumelar menyampaikan dirinya merasa terharu dengan kegiatan tersebut.

"Inilah yang menjadi mimpi saya mewujudkan sinergitas TNI-Polri. Saya bangga, karena ibu-ibu Persit dan Bhayangkari bisa duduk bersama dalam forum ini. TNI-Polri merupakan pilar penjaga NKRI dan ibu-ibu mempunyai peranan di dalamnya mendampingi suami selama berdinas," ungkapnya.

Menurut dia, kanker payudara sangat berbahaya. "Saya pernah didiagnosis terkena kanker payudara, dengan diperiksakan dan menjalani pengobatan dokter, Alhamdulillah, saya bisa sembuh," terangnya.

Dia menyampaikan visi YKPI pada 2030 Indonesia bebas kanker payudara. “Oleh karenanya kita harus melakukan pencegahan sedini mungkin agar tidak berakibat fatal pada diri kita,” pintanya.

Dia juga mengimbau peserta bila ada yang terdiagnosa kanker payudara segera memeriksakan diri ke dokter. (iry)



Senin, 29 Jul 2019, 00:32:53 WIB Oleh : Sari Wijaya 591 View
Pemkab Bantul Cabut IMB Gereja di Sedayu
Senin, 29 Jul 2019, 00:32:53 WIB Oleh : Rosihan Anwar 280 View
Jakarta Superior di Kartika Cup XII 2019
Senin, 29 Jul 2019, 00:32:53 WIB Oleh : Nanang WH 413 View
AMAK Berencana Tambah Relawan Anti-Wuwuran

Tuliskan Komentar