atas1

Ini Strategi Komunikasi Satkaara Bersaing Bisnis

Rabu, 06 Feb 2019 | 00:19:39 WIB, Dilihat 884 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Ini Strategi Komunikasi Satkaara Bersaing Bisnis Senior Advisor PT Cetta Satkaara, Ruth Andriani (tengah) menyerahkan donasi berupa sembako dan alat kebersihan kepada Kepala Wisma Tuna Ganda Palsigunung, Kristanti (kelima kiri) pada acara Satkaara Berbagi di Jakarta, akhir pekan lalu. Donasi kepada Wisma Tuna Ganda Palsigunung merupakan bantuan dari karyawan Satkaara serta mitra dan sahabat Satkaara. (Istimewa)

Baca Juga : Gara-gara Lotis, Michelle Ziudith Jadi Wanita Jawa


KORANBERNAS.ID--Sebuah Value bagi perusahaan ibarat ruh yang menghidupkan. Value tersebut jugalah yang menggerakan sekaligus memotivasi individu didalamnya untuk berkarya sesuai nilai perusahaan yang diusung. Agensi Public Relation (PR) Cetta Satkaara memilih ‘Care and Repect’ sebagai landasan dalam menjalankan roda bisnisnya. Care and Respect tercermin dalam setiap solusi dan strategi komunikasi yang diterapkan kepada klien Satkaara selama tujuh tahun terakhir.

Komitmen ‘Care and Respect’ ini  bukan hanya diaplikasikan pada klien Satkaara, melainkan juga diterapkan oleh tim Satkaara dalam kesehariannya sebagai praktisi PR. Hal tersebut terlihat dari bagaimana membentuk karakter dari tim Satkaara agar tumbuh menjadi pribadi yang memiliki nilai Care and Respect serta bagaimana menjalin hubungan dengan para mitra dan sahabat Satkaara. Lambat laun nilai “Care and Respect’ pun menjadi karakter yang menjelma sebagai budaya perusahaan. 

Salah satunya adalah melalui Program Satkaara Berbagi yakni kegiatan bakti sosial (baksos) tahunan Satkaara (sejak 2012) yang menjadi implikasi nyata  nilai Care and Respect dalam wujud berbagi. Sesuai dengan passion Satkaara di bidang sosial, kesehatan dan pendidikan maka program Satkaara Berbagi menyasar anak yatim piatu di panti asuhan, korban bencana, anak dengan penderita kanker serta komunitas anak jalanan.

Berbarengan dengan HUT Cetta Satkaara ke-7, Satkaara Berbagi kali ini menyambangi anak-anak rawat di Wisma Tuna Ganda Palsigunung, Cimanggis, Jakarta Timur akhir pekan lalu. Bersama dengan para relawan, Satkaara mengajak para relawan dan Sahabat Satkaara untuk berbagi dan menghibur para penyandang disabilitas di Wisma Tuna Ganda Palsigunung. Sekaligus memberikan bantuan berupa sembako  dan peralatan kebersihan yang merupakan donasi Satkaara bersama relawan dan mitra atau Sahabat Satkaara yang ambil bagian.

“Satkaara Berbagi ke-7 kali ini sangat istimewa karena kami memiliki kesempatan untuk berbagi kebahagiaan bersama penyandang disabilitas Wisma Tuna Ganda Palsigunung. Ditambah lagi, bantuan yang diberikan bukan hanya dari perusahaan saja tetapi setiap individu Satkaara turut serta memberikan bantuan begitu juga sahabat Satkaara lainnya,” ujar Ruth Andriani, Senior Advisor Cetta Satkaara dalam rilis yang diterima koranbernas.id, Selasa (5/2/2019).

Satkaara Berbagi kali ini juga menggandeng Spider-Verse Indonesia, Komunitas Cosplay Spiderman yang memberikan kejutan dan menghibur sepanjang acara baksos berlangsung. Gelak tawa dan senyum riang anak-anak rawat terlihat saat Spiderman tampil dengan berbagai atraksi menarik. 

“Program Satkaara Berbagi selaras dengan nilai-nilai yang kami tanamkan di Spider-Verse Indonesia. Kami harap program seperti ini dapat terus dilakukan karena berbuat kebaikan dengan berbagi kepada orang lain dapat dimulai dari diri sendiri dan dari hal yang kecil,” ujar Rahmat Soerodjo, anggota Spider-Verse Indonesia.

Sementara Kristanti, Kepala Wisma Tuna Ganda Palsigunung menerangkan hampir 28 anak rawat di Wisma Tuna ganda menyandang disabilitas lebih dari satu. Oleh karena itu, meski banyak yang telah berusia dewasa namun tetap memiliki mental seperti anak-anak. Kebanyakan dari mereka juga sudah tidak memiliki keluarga, dan dirawat di Wisma Tuna Ganda Palsigunung sejak kecil sampai akhirnya tutup usia.

“Kami hanya ingin hidup kami berguna buat mereka. Mendampingi mereka dengan cinta yang kami punya. Menjadikan mereka bagian dari hidup kami,” ucap Kristanti yang sudah 25 tahun menjadi pengelola panti. (yve)



Selasa, 05 Feb 2019, 00:19:39 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 1049 View
Gara-gara Lotis, Michelle Ziudith Jadi Wanita Jawa
Selasa, 05 Feb 2019, 00:19:39 WIB Oleh : Nila Jalasutra 630 View
MUI Mendapat Pesan Khusus dari Bupati
Selasa, 05 Feb 2019, 00:19:39 WIB Oleh : Masal Gurusinga 3092 View
Warga Pertanyakan Surat Rekomendasi Pilkades

Tuliskan Komentar