atas

Ini Sebab Persaingan Proliga 2019 Tambah Sengit

Kamis, 06 Des 2018 | 20:18:52 WIB, Dilihat 266 Kali - Oleh Rosihan Anwar

SHARE


Ini Sebab Persaingan Proliga 2019 Tambah Sengit Kompetisi bola voli tertinggi di Tanah Air, Proliga, kembali bergulir dengan seri perdana dibuka di Yogyakarta, 7-9 Desember di GOR Amongrogo Yogyakarta. Delapan partai akan digelar selama seri I berlangsung. (rosihan anwar/koranbernas.id)

Baca Juga : Ini Cara Pemdes Jemawan Tingkatkan PAD


KORANBERNAS.ID -- Sebagai tuan rumah pembukaan Proliga 2019, Yogyakarta telah siap kedatangan pemain dan klub voli terbaik di Tanah Air untuk bertarung memperebutkan gelar juara musim ini. Lantas bagaimana dengan peta persaingan Proliga 2019?

Direktur Proliga, Hanny S Surkatty menyatakan, persaingan memperebutkan gelar juara Proliga musim ini terbilang lebih berat jika dibandingkan musim-musim sebelumnya.

Hal itu diutarakan Hanny usai jumpa pers pembukaan seri perdana Proliga, Kamis (6/12/2018) sore, di GOR Amongrogo Yogyakarta.

“Persaingan musim ini sangat ketat menurut pandangan kami,” katanya.

Meski di sektor putri berkurang satu dengan mundurnya Gresik Petrokimia dan Bekasi BVN, namun sejumlah pemain andalan dan juga pemain timnas dari klub tersebut akhirnya hijrah dan menyebar ke lima tim putri lainnya. Hal itu yang menyebabkan kualitas skuad dari lima tim yang ada tak berbeda jauh.

“Apalagi di putri. Di putri ini persaingan sangat ketat banget, karena perpindahan pemain drastis, sehingga lebih merata. Dan hanya lima tim di putri, apalagi hampir semua pemain asing sudah datang, jadi ketat persaingannya,” tutur dia.

Hal yang sama juga terjadi di sektor putra, meskipun Surabaya Bhayangkara Samator menjadi tim yang paling diperhitungkan pada Proliga musim ini, namun hadirnya pendatang baru seperti Aneka Gas dan Jakarta Garuda yang belum banyak dikenal oleh tim-tim lama, membuat persaingan memperebutkan tiket ke babak empat besar atau final four tetap tidak mudah.

“Kalau di putra, perpindahan juga banyak, tetapi di putra skill permainan tidak begitu jauh bedanya. Boleh dibilang kita masih belum melihat (siapa) yang bakal lolos (final four),” ucapnya kepada Koran Bernas.

Hanny Surkatty menambahkan yang paling menarik dari ajang Proliga musim ini adalah hampir setiap tim memiliki pemain andalan yang pernah membela timnas. Persaingan antar pemain timnas di Proliga, menyebabkan kompetisi bola voli terbesar di Tanah Air tersebut tak ubahnya seperti menyaksikan pelatnas voli jangka panjang.

“Semua pemain timnas ngumpul di sini, dan di luar (pemain) timnas yang kualitasnya sama juga berkumpul di sini. Semua yang terbaik di Indonesia ngumpul di sini, dan ini lebih dari pelatnas Asian Games kemarin,” tandasnya.

Seri perdana Proliga yang berlangsung di Yogyakarta 7-9 Desember akan memainkan delapan partai dan bertempat di GOR Amongrogo Yogyakarta. Pertandingan pembuka akan menampilkan juara bertahan putri, Jakarta Pertamina Energy yang juga tuan rumah seri perdana kali ini menghadapi Bandung Bank BJB Pakuan. (yve)



Kamis, 06 Des 2018, 20:18:52 WIB Oleh : Masal Gurusinga 63 View
Ini Cara Pemdes Jemawan Tingkatkan PAD
Kamis, 06 Des 2018, 20:18:52 WIB Oleh : W Asmani 61 View
Ikuti Filosofi Jokowi, Kampus Muallimin Dibangun
Kamis, 06 Des 2018, 20:18:52 WIB Oleh : Nila Jalasutra 81 View
Implementasi Simarda Diawali dari 7 OPD

Tuliskan Komentar