atas1

Ini Kondisi Empat Anak setelah Jadi Yatim Piatu

Senin, 24 Jun 2019 | 20:22:18 WIB, Dilihat 5487 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Ini Kondisi Empat Anak setelah Jadi Yatim Piatu Wakil Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih didampingi Kepala Dinsos P3A Drs  Didik Warsito serta Kepala Disdikpora Drs Isdarmoko M Mpar mengunjungi anak yatim piatu di Dusun Jetakan, Senin (24/6/2019). (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Ratusan Warga Purworejo Sakit Demam Akibat Digigit Nyamuk


KORANBERNAS.ID -- Empat orang anak pasangan almarhum Kuwatdi (46) dan Tri Nurhayati (43) warga Dusun Jetakan  Desa Sumberagung Kecamatan Jetis Bantul, matanya tampak berkaca-kaca saat Wakil Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih mendatangi rumah mereka yang sederhana, Senin (24/6/2019) siang.

Didampingi Kepala Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Drs  Didik Warsito serta Kepala Disdikpora Bantul Drs Isdarmoko M Mpar, Wabup melihat langsung kondisi keempat anak almarhum.

Di sana terlihat anak ragil yang ikut menjadi korban kecelakaan yakni Erza Ibnu Fauzan (12)  tidur di kasur yang diletakkan di lantai. Kakinya masih diperban dan digips.

“Kedatangan saya kemari untuk mengetahui secara langsung kondisi empat anak almahum. Mereka kini yatim piatu,” kata Wabup.

Pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat kondisi tersebut. “Kami meminta dinas untuk membebaskan segala tarikan atau iuran yang menjadi kewajiban atau kesepakatan komite sekolah. Nanti dinas agar membuat surat ke sekolah-sekolah mereka,” katanya.

Kedatangan Abdul Halim Muslih juga untuk melakukan assesment kondisi keluarga tersebut.

Berdasarkan keterangan dari anaknya yang paling besar, Wisnu yang baru saja lulus dari SMK di Depok Sleman, mereka sudah terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS) serta Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Penyerahan bantuan dari Pemkab Bantul untuk empat orang anak yatim piatu. (sari wijaya/koranbernas.id)

Kebutuhan sehari-hari, empat anak ini dibantu Baznas. “Saya saat ini yang paling besar dan sedang mencari pekerjaan agar adik saya tetap bisa selesai sekolah. Adik saya juga sedang mendaftar ke SMK, anaknya yang ini,” kata Wisnu menunjuk adiknya Elfin yang baru saja lulus dari SMPN Jetis.

Ny Yitmo Wiyono orang tua dari Kuwatdi mengatakan peristiwa tragis tersebut terjadi setelah keluarga ini selesai  silaturahim Idul Fitri.

“Habis ujung dari mbokdene, pas perjalanan pulang sekitar jam lima  sore dan bawa beras mabyur-mabyur sedanten,” katanya.

Kejadian ini terjadi di Padukuhan Payak Desa Srimulyo Kecamatan Piyungan, Sabtu (08/6/2019) sore.

Korban saat kejadian mengendarai sepeda motor jenis Honda nopol AB 3217 HG. Saat itu korban berboncengan dari arah timur ke barat. Sesampainya di tempat kejadian istrinya membenahi posisi beras yang diletakkan di  jok belakang.

Diduga hal tersebut membuat sepeda motor oleng dan memakan jalur terlalu ke kanan.

Naas dari arah berlawanan  muncul  mobil Mitsubishi Pajero Nopol L 1383 KF yang dikemudikan Didik Arif Wibowo (40) warga Desa Sawahan Kecamatan Kaligawe Kabupaten Klaten.

Karena jarak terlalu dekat, tabrakan tidak bisa dihindarkan. (sol)



Senin, 24 Jun 2019, 20:22:18 WIB Oleh : W Asmani 812 View
Ratusan Warga Purworejo Sakit Demam Akibat Digigit Nyamuk
Senin, 24 Jun 2019, 20:22:18 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 968 View
Ratusan Abdi Dalem Sowan ke Sultan
Senin, 24 Jun 2019, 20:22:18 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 350 View
Ngotot Tolak Zonasi, Orang Tua Kirim Surat Cinta

Tuliskan Komentar