atas

Ini Cara Pemdes Jemawan Tingkatkan PAD

Kamis, 06 Des 2018 | 20:11:25 WIB, Dilihat 63 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Ini Cara Pemdes Jemawan Tingkatkan PAD Pembangunan rest area di pekarangan bekas SD Jemawan 2 Jatinom oleh Pemerintah Desa Jemawan. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Ikuti Filosofi Jokowi, Kampus Muallimin Dibangun


KORANBERNAS.ID -- Undang-Undang Pemerintah Desa bertujuan menciptakan desa untuk bisa mandiri. Caranya, meminta pemerintah desa lebih kreatif dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki. Selain itu, sebagai wujud pertanggungjawaban atas dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) yang diterima dari pemerintah pusat.

Salah satu desa yang saat ini tengah berusaha membangun wilayahnya untuk bisa mandiri yakni Desa Jemawan Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten. Desa yang berbatasan antara wilayah Kecamatan Jatinom dan Kecamatan Ngawen itu berusaha meningkatkan pendapatan asli desa (PAD) dengan memanfaatkan pekarangan bekas SD Negeri Jemawan 2 untuk tempat rest area.

"Bekas gedung SD Jemawan 2 masih milik Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD). Kami sudah mendapat ijin untuk mengelola tanpa merubah bangunan yang ada. Akan kami bangun rest area yang nantinya dikelola BUMDes," kata Kepala Desa Jemawan, Muh. Yazid, Kamis (6/12/2018).

Tahap pertama pembangunan tahun ini dialokasikan anggaran oleh pemerintah desa sebesar Rp 300 juta untuk pematangan lahan, areal parkir, mushola dan MCK. Proses pembangunan sedang berlangsung hingga akhir tahun 2018.

Sedangkan pembangunan tahap berikutnya akan dilanjutkan pada tahun 2019 dan 2020 dengan menambah sarana penunjang lain seperti perkiosan dan kuliner. Yazid menambahkan pembangunan kawasan rest area menjadi satu paket dengan rencana pengembangan wisata di desanya.

Gagasan pembangunan rest area tersebut cukup beralasan mengingat lokasi bekas gedung SD Jemawan 2 sangat strategis di pinggir Jalan Klaten-Boyolali yang cukup padat lalu lantasnya.

Selain memanfaatkan pekarangan bekas SD Jemawan 2, Desa Jemawan juga masih memiliki lahan yang cukup potensial dikeloka sebagai tempat wisata keluarga dan wisata edukasi. Namun untuk merealisasikan itu semua butuh waktu dan anggaran.

SD Negeri Jemawan 2 Jatinom yang terletak di Dukuh Kwaon telah diregrouping beberapa tahun lalu. Praktis setelah terbitnya SK regrouping, aktivitas belajar mengajar di sekolah itu tidak ada. Guru-guru, murid dan sarana prasarana sekolah telah digabungkan ke sekolah negeri terdekat.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Klaten, Drajad mengatakan terkait dengan pemanfaatan pekarangan bekas SD Jemawan 2 oleh Pemerintah Desa Jemawan, pihaknya hanya menerima tembusan karena asetnya milik DPKAD.

"Kami hanya dapat tembusan. Mau dibangun desa untuk BUMDes," jelas Drajad. (yve)



Kamis, 06 Des 2018, 20:11:25 WIB Oleh : W Asmani 61 View
Ikuti Filosofi Jokowi, Kampus Muallimin Dibangun
Kamis, 06 Des 2018, 20:11:25 WIB Oleh : Nila Jalasutra 81 View
Implementasi Simarda Diawali dari 7 OPD
Kamis, 06 Des 2018, 20:11:25 WIB Oleh : Nila Jalasutra 76 View
Sleman Raih Enterpreneur Award

Tuliskan Komentar