atas

Ini Cara KPU Sukseskan Pemilu

Sabtu, 01 Des 2018 | 23:45:49 WIB, Dilihat 282 Kali - Oleh Rosihan Anwar

SHARE


Ini Cara KPU Sukseskan Pemilu KPU DIY menggandeng banyak pihak untuk turut menyukseskan pesta demokrasi serentak tahun depan. Salah satunya dengan menggelar kegiatan pendidikan pemilih yang melibatkan sejumlah elemen masyarakat di Yogyakarta, Jumat (30/11/2018). (rosihan anwar/koranbernas.id)

Baca Juga : Guru pun Harus Belajar Pendidikan Karakter


KORANBERNAS.ID -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY akhir-akhir ini kerap menyelenggarakan kegiatan bertajuk pendidikan pemilih untuk pemilu 2019. Kegiatan yang mirip-mirip dengan sosialisasi pemilu itu digelar dengan menggandeng banyak pihak. Mulai dari perguruan tinggi, LSM, ormas dan juga organisasi keagamaan.

Namun, Komisioner KPU DIY Wawan Budiyanto mengutarakan pandangan yang berbeda. Menurutnya pendidikan pemilih yang dilakukan KPU DIY berbeda dengan sosialisasi pemilu.

“Pendidikan pemilih ini merupakan bagian strategi kita untuk merangkul stakeholder penting dalam penyelenggaraan pemilu. Pemilu itu kan tidak hanya merupakan kepentingan KPU atau Bawaslu, tapi hajat banyak pihak,” katanya, Jumat (30/11/2018) sore, pada acara pendidikan pemilih di Sleman.

Wawan menerangkan, tingkat literasi politik masyarakat Yogyakarta cukup tinggi. Terlebih lagi, Yogyakarta sering menyandang predikat Kota Pelajar atau Kota Pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan pemilih dilakukan untuk melibatkan elemen-elemen masyarakat agar mau turut menyukseskan pemilu.

“Rekan-rekan elemen masyarakat sipil punya peran strategis terkait dengan pendidikan pemilih, karena mereka juga punya peran penting di masyarakat yang menjadi mitra mereka,” tuturnya kepada Koran Bernas.

Contohnya saja, organisasi wanita Fattayat yang merupakan sayap ormas Nahdathul Ulama (NU), ataupun Aisyiyah yang merupakan organisasi otonom ormas Muhammadiyah, Wawan menyebutkan, keduanya memiliki basis massa yang kuat.

“Dengan menggandeng mereka dalam pendidikan pemilih, kita berharap mereka menjadi mitra KPU untuk turut serta menyampaikan kepada publik tentang apa yang dilakukan oleh KPU dan juga tentang pemilu,” ungkapnya saat diwawancarai ketika mengisi acara yang digelar di Create and Dream Coworking Space di Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

Oleh sebab itu, Wawan melanjutkan, KPU membedakan pendidikan pemilih dengan sosialisasi. “Kalau pendidikan pemilih untuk jangka panjang, misalnya membentuk pola sikap masyarakat agar menolak money politics. Kalau sosialisasi untuk jangka pendek saja, di saat akan digelarnya pemilu,” terangnya. (yve)



Sabtu, 01 Des 2018, 23:45:49 WIB Oleh : Nila Jalasutra 256 View
Guru pun Harus Belajar Pendidikan Karakter
Sabtu, 01 Des 2018, 23:45:49 WIB Oleh : Masal Gurusinga 313 View
Menara Protelindo Belum Berijin
Sabtu, 01 Des 2018, 23:45:49 WIB Oleh : Nila Jalasutra 253 View
Ada Pusat Perbelanjaan Baru di Sleman

Tuliskan Komentar