atas1

Ini Bukti Bahwa Ketoprak Masih Eksis di Sleman

Minggu, 14 Jul 2019 | 18:34:54 WIB, Dilihat 120 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Ini Bukti Bahwa Ketoprak Masih Eksis di Sleman Festival Kethoprak Antar Kecamatan 2019 di Lapangan Desa Candibinangun Pakem, Sabtu (13/7/2019) malam. (istimewa)

Baca Juga : Bunyi Krenyes Cokelat Tempe dari Pakem


KORANBERNAS.ID--Bupati Sleman Sri Purnomo menyambut baik diadakannya Festival Kethoprak Antar Kecamatan 2019, di Lapangan Desa Candibinangun Pakem, Sabtu (13/7/2019) malam.

Kegiatan ini, menurut Sri Purnomo dapat dijadikan sebagai ajang untuk pentas bagi grup kesenian serta menunjukkan karya terbaiknya. Selain itu dengan digelarnya festival ketoprak ini menunjukkan bahwa ketoprak masih eksis di Sleman. Terbukti dengan semua Kecamatan se Kabupaten Sleman dapat mengikutinya.

Semua Kecamatan memiliki group ketoprak, yang masing-masing menampilkan tema dan ceritera rakyat baik fiksi, babat, maupun gambaran ceritera masa lalu.

Dalam ceritera ini terkandung nilai-nilai dan panutan yang bagus. Dengan digelar di lapangan seperti ini, nilai-nilai tersebut dapat tersampaikan lebih dekat ke semua lapisan masyarakat.

Sri Purnomo berharap para seniman dapat mengangkat ceritera kontemporer, gambaran kehidupan masa kini maupun cerita milenial dengan kreasi seni. Dengan cara ini, pentas ketoprak diharapkan mampu mengikuti perkembangan zaman.

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan kenthongan oleh Bupati Sleman disaksikan Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Camat Pakem dan Kepala Desa Candibinangun.

Aji Wulantoro SH, Kepala Dinas Kebudayaan Sleman menyampaikan, Pemkab menyelenggarakan Festival Kethoprak Antar Kecamatan se Kabupaten Sleman selama sembilan hari berturut-turut mulai Jumat 12 hingga Sabtu 20 Juli 2019 pukul 19.30 WIB – selesai di Lapangan Baratan Candibinangun Pakem.

Sebanyak 17 kontingen dari masing-masing kecamatan ikut berpartisipasi dalam Festival Kethoprak. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pembiayaan dana keistimewaan DIY.

Menurut Aji, maksud dan tujuan diselenggarakannya festival tersebut adalah untuk menggali dan menjaring potensi seniman yang ada di tingkat masyarakat, serta sebagai wujud kepedulian dan perhatian Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap kelestarian kehidupan seni. Event ini diharapkan juga dapat menggugah kembali semangat kebersamaan dalam rangka beraktifitas dan berkreasi dalam bingkai kompetisi di kalangan seniman.

Aji juga berharap ajang ini menjadi media beraktivitas dan peningkatan kualitas seniman guna mempertahankan eksistensi jati diri seniman sebagai salah satu akar budaya seni dan untuk menggali dan menjaring potensi seniman yang ada di tingkat masyarakat.

Selain itu, juga untuk pembangunan karakter terhadap masyarakat luas khususnya generasi muda serta meningkatkan “rasa handarbeni” terhadap budaya sendiri yang adiluhung.(SM)



Minggu, 14 Jul 2019, 18:34:54 WIB Oleh : Nila Jalasutra 141 View
Bunyi Krenyes Cokelat Tempe dari Pakem
Minggu, 14 Jul 2019, 18:34:54 WIB Oleh : Nila Jalasutra 105 View
Kawasan Wisata Ini Jadi Lintasan STR
Minggu, 14 Jul 2019, 18:34:54 WIB Oleh : Surya Mega 103 View
Melati, Andalan Dandim Purbalingga Membangun Karakter

Tuliskan Komentar