atas

Ingin Cari Beasiswa Luar Negeri ? Tak Perlu Jauh-jauh

Rabu, 06 Feb 2019 | 15:05:10 WIB, Dilihat 664 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Ingin Cari Beasiswa Luar Negeri ? Tak Perlu Jauh-jauh Rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto beramah-tamah dengan pengelola stand University College Dublin, Irlandia. Saat acara Indonesia Scholarship Festival (ISF) di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (6/2/2019). (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Jaga Kearifan Lokal Agar Tak Hilang Identitas


KORANBERNAS.ID -- Pameran beasiswa dan pendidikan tinggi internasional Indonesia Scholarship Festival (ISF) hadir di Yogyakarta, Rabu (6/2/2019). Pameran yang diselenggarakan di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini menjadi ruang pertemuan antara penyedia beasiswa dan kampus terbaik di dunia.

Kegiatan serupa digelar sebelumnya di Balai Sudirman (4/2/2019) Jakarta dan Airlangga Convention Centre UNAIR (8/2/2019). ISF pertama pekan ini telah sukses diselenggarakan oleh Koperasi Cempaka di Balai Sudirman, Gedung Panti Prajurit, Jakarta Selatan. Selanjutnya guna menyasar pengunjung yang berada di kawasan Jogia-Jateng, ISF dihelat Rabu (6/2/2019) di gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Selanjutnya puncak dari marathon festival bertaraf internasional ini terakhir akan digelar di Airlangga Convention Center, Universitas Airlangga, Surabaya pada Jum'at (8/2).

Acara yang mengusung tema “Mengintegrasikan Pendidikan dengan Inovasi Menuju Generasi Emas Indonesia tahun 2045” ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin mendapatkan informasi terbaru mengenai beragam beasiswa yang tersedia dan sekolah tinggi lanjutan, baik Diploma (Keprofesian), Strata Satu, Magister, Spesialis maupun Doktoral.

Pameran beasiswa dan pendidikan tinggi internasional ini mendatangkan beberapa penyedia beasiswa bergengsi dari dalam negeri maupun luar negeri. Ada 34 eksibitor, 18 kampus luar negeri, 4 kampus dalam negeri, 8 instansi pemerintah, 1 start-up dan 3 konsultan bahasa. Antara lain beasiswa unggulan Kemendikbud, Pusbindiklatren Bappenas, Nuffic Neso, Erasmus, Aminef (Fullbright), DAAD, dan Australia Awards.

Shobahul Arafi menyampaikan bahwa sebagai wujud kontribusi nyata kepada bangsa menuju Indonesia emas 2045, ada dua kunci yang perlu disinergikan yaitu edukasi dan inovasi. Dengan diselenggarakannya ISF ini semoga memberikan dukungan untuk mencapai Indonesia emas 2045.

Dengan slogan acara start, struggle, shine, Arafi berusaha untuk menciptakan semangat bagi 8673 peserta ISF untuk mulai meraih mimpi, berusaha, dan memiliki masa depan yang cerah nantinya. Oleh sebab itu tidak hanya menghadirkan pameran beasiswa dan universitas, ISF juga mengadakan Workshop tentang belajar di luar negeri. Seminar beasiswa, start up and youth empowerment talkshow, TOEIC, TOEFL, juga simulasi dan workshop IELTS yang diisi oleh narasumber berkualitas dan berpengalaman di bidangnya.

"Festival seperti ini memberikan akses seluas-luasnya kepada generasi bangsa untuk mendapatkan informasi dan berkomunikasi dengan penyedia beasiswa internasional maupun nasional. Serta dapat melakukan koordinasi langsung dengan universitas-universitas ternama, baik dalam maupun luar negeri," papar pria selaku host event ISF ini.

"ISF 2019 merupakan lanjutan dari pameran-pameran Internasional tentang pendidikan yang diselenggarakan Koperasi cempaka sejak 2016. Tahun ini konsep yang agak berbeda dari sebelumnya, yaitu lebih banyak menghadirkan penyedia beasiswa ketimbang universitas sebagai peserta," pungkas Arafi.

Menanggapi hal itu Rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto mengatakan, Lima tahun lalu hampir semua perguruan tinggi bicara tentang masyarakat ekonomi asia. Tapi ada yang dilupakan, kampus-kampus tersebut terlalu sibuk mengadakan workshop, bagaimana megadakan semiloka dan mengadakan seminar nasional bagaimana menghadapi MEA. Tetapi sajian yang didapatkan lebih banyak harapan, bukan peluang aktif.

Coba tanyakan apa yang didapatkan mahasiswa tersebut setelah dua kali atau bahkan lima kali mengikuti seminar menghadapi MEA dimana-mana selain sertifikat?, oleh karena itu ini merupakan langkah nyata, merupakan kerja cerdas dari penyelenggara karena telah mencoba untuk mengenalkan bagaimana menjadi manusia internasional dan secara akademik bisa meningkatkan kualitas mereka sendiri. yaitu melalui kesempatan meraih scholarship dan berkesempatan mendapatkan beasiswa luar negeri.

"Saya pikir generasi milenial yang tanpa upaya untuk merasakan atmosfir belajar di luar negeri barangkali akan menjadi generasi yang tertinggal dalam pusaran regional asean. mudah-mudahan teman-teman generasi muda kita bisa memanfaatkan peluang yang sangat baik ini," pungkas Gunawan.

Puguh Prasstyo, selaku Kordinator Program, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan pameran beasiswa dan pendidikan pada level perguruan tinggi merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan aksesibilitas terhadap informasi bagi siapapun yang memiliki impian untuk melanjutkan studi, khususnya di luar negeri.

“Acara ISF 2019 bertema “Mengintegrasikan Pendidikan dengan Inovasi Menuju Generasi Emas Indonesia tahun 2045”. dengan harapan pada 100 tahun kemerdekaannya, Indonesia bisa mencapai masa keemasannya, dan pemuda sebagai efek bonus demografi adalah ujung tombak tercapainya visi Indonesia 2045. bonus demografi merupakan sesuatu yang harus dihadapi dengan optimis, sehingga bisa memberikan dampak yang postif bagi pembangunan Bangsa,” papar Puguh.(yve)



Rabu, 06 Feb 2019, 15:05:10 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 338 View
Jaga Kearifan Lokal Agar Tak Hilang Identitas
Rabu, 06 Feb 2019, 15:05:10 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 440 View
Kejar Beasiswa, Mahasiswa Antusias ke Luar Negeri
Rabu, 06 Feb 2019, 15:05:10 WIB Oleh : Sholihul Hadi 2268 View
Fraksi PKB Pertanyakan Tarif Diklat Rp 30 Juta Per Orang

Tuliskan Komentar