atas1

Indra Uno : Ibu Sadar Gak, Tempe yang Ibu Makan Ini Impor

Senin, 01 Apr 2019 | 11:24:56 WIB, Dilihat 8667 Kali - Oleh warjono

SHARE


Indra Uno : Ibu Sadar Gak, Tempe yang Ibu Makan Ini Impor Indra Cahya Uno ikut mengisi acara "Diskusi dan Temu UMKM di Magelang". (istimewa)

Baca Juga : Tak Perlu Panik Hadapi Gelombang Perubahan


KORANBERNAS.ID—Berkeliling ke daerah, Prof Indra Uno kakak Kandung Sandiaga Uno, mengaku kerap mendapat keluhan soal harga kebutuhan sehari-hari. Keluhan terutama datang dari emak-emak, yang mengaku kesulitan membelanjakan uang karena harga-harga barang yang terus terkerek.

Demikian halnya saat melakukan roadshow di sejumlah lokasi di Magelang, Minggu (31/3/2019). Emak-emak di Magelang, yang ditantang untuk bisa mengembangkan kewirausahaan, tetap menyelipkan keluhan tentang biaya hidup.

“Nah..itu. maka setiap orang, setiap keluarga harus mengubah mindset. Ibu-ibu yang sudah punya usahanya, harus lebih serius dan semangat untuk mengembangkan usahanya. Yang belum punya usaha, harus berpikir untuk tidak selalu menunggu pemberian suami, meskipun benar bahwa suami lah yang memiliki kewajiban untuk mencari nafkah,” kata Indra Cahya Uno memberikan motivasi.

Indra Uno mengaku heran meski tidak kaget ketika terjadi disparitas harga antar daerah. Misalnya, warga Magelang mengeluhan harga bawang merah dan bawang putih yang mencapai Rp 60 ribuan perkilo.

Di saat yang sama, komoditas sejenis hanya dijual dengan harga Rp 5.000 di Jepara dan Rp 8.000 di Nganjuk.

“Maka saatnya sekarang semua orang, termasuk bapak dan ibu di desa-desa, berpikir maju untuk mengembangkan potensi diri. Semua saya kira punya ponsel. Ada pulsanya. Manfaatkan ponsel itu untuk sesuatu yang bermanfaat, menambah pendapatan dengan cara yang benar dan baik,” kata Indra menganjurkan.

Bagi Indra, setiap daerah memiliki keunggulan dan potensi masing-masing. Hanya selama ini, bisa jadi masyarakat setempat belum terbuka wawasan dan semangatnya untuk mengoptimalkan apa yang ada di sekitar mereka.

Seperti Magelang misalnya, adalah daerah yang subur dengan pengairan yang sangat baik. Sehingga menjadi hal yang aneh, kalau Magelang tidak bisa swasembada pangan dan mampu menjamin ketersediaan pangan dengan harga yang terjangkau.

“Pertanyaan saya, tempe yang ibu bapak makan sekarang ini hasil dari sini bukan?. Pasti kedelainya impor kan? Kenapa ibu bapak tidak menanam kedelai sendiri?,” tanya Indra disambut jawaban yang hadir bahwa mereka khawatir ketika masa panen harga komoditas pertanian mereka jatuh.

“Nah, kalau kasusnya seperti itu, maka seharusnya pemerintah berperan untuk mengendalikan harga. Pemerintah harus bisa memastikan harga tidak jatuh saat panen,” imbuh Indra.

Co Founder OK OCE ini berpendapat, bukan hal sulit sebenarnya untuk memetakan setiap potensi daerah. Sehingga dia juga mengaku heran mengapa pemerintah sepertinya begitu sulit untuk menjamin hasil pertanian dalam negeri menjadi raja di negeri sendiri dan masih terus melakukan import hasil pertanian.

“Tapi ya sudah. Saya baru bisa berpesan, yang penting bapak ibu semua terus membuka wawasan, membuka diri untuk maju dan berkembang. Dalam berwirausaha, salah satu rumusnya adalah tidak boleh mudah putus asa. Dan jangan lupa membangun jejaring. Silakan hubungi jaringan OK OCE kita di tiap daerah. Nanti kita bantu pendampingan selamanya. Selama usaha bapak ibu masih ada,” tandasnya.(SM)



Minggu, 31 Mar 2019, 11:24:56 WIB Oleh : Arie Giyarto 659 View
Tak Perlu Panik Hadapi Gelombang Perubahan
Minggu, 31 Mar 2019, 11:24:56 WIB Oleh : warjono 3959 View
Angka Pengangguran Sudah Taraf Berbahaya, Perlu Percepatan OK OCE
Minggu, 31 Mar 2019, 11:24:56 WIB Oleh : Redaktur 652 View
Salut, Santri Milenial Belajar Pertanian

Tuliskan Komentar