atas1

Indonesia Jangan Sampai Jadi Negara Gagal

Kamis, 28 Mar 2019 | 11:43:24 WIB, Dilihat 382 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Indonesia Jangan Sampai Jadi Negara Gagal Duta Besar Indonesia untuk Turki, Dr Lalu Muhammad Iqbal dalam pidato ilmiah Milad Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ke-38 di kampus setempat, Kamis (28/3/2019).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Mahasiswa Polbangtan Juara Karya Ilmiah Nasional


KORANBERNAS.ID --Masyarakat kita disadari atau tidak tengah hidup dalam sistem anomali. Hubungan internasional antarbangsa pun mengalami uji ulang keabsahannya.

"Semua orang seperti terekspos di dunia global karena sistem anomali yang terjadi saat ini," papar Duta Besar Indonesia untuk Turki, Dr Lalu Muhammad Iqbal dalam pidato ilmiah Milad Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ke-38 di kampus setempat, Kamis (28/3/2019).

Ditengah anomali ini, menurut Lalu, Indonesia diharapkan tidak salah dalam mengambil kebijakan luar negerinya. Bila salah, dikhawatirkan negara ini bisa menjadi negara gagal laiknya beberapa negara seperti Lybia atau Yaman.

Di kedua negara tersebut, pemerintah setempat salah dalam mengambil kebijakan politik luar negerinya. Akibatnya perang dan kemiskinan merajalela.

"Saya melihat libya dan yaman habis. Mereka jadi negara gagal saat ini. Jangan sampai Indonesia seperti mereka yang salah membuat kebijakan politik luar negeri. Indonesia pernah salah, jangan sampai terjadi lagi ," tandasnya.

Lalu mengakui memang tidak mudah untuk satu negara memahami kepentingan nasionalnya. Kepentingan nasional.pun sulit dipetakan karena membutuhkan orang-orang yang benar-benar paham denyut nadi bangsa. Padahal tanpa pemahaman itu, negara bisa tergerus sejarah.

"Untuk itu dalam pemilu mendatang diharapkan kita mendapatkan pemimpin yang tahu benar denyut nadi bangsa," tandasnya.

Lalu menambahkan, sebenarnya para pendiri bangsa ini sudah memberikan gambarannya dimana posisi Indonesia di dunia internasional dalam hal kebijakan politik luar negeri. Proklamator bangsa, Mohammad Hatta sudah menentukan dimana Indonesia bermain.

"Kepentingan indonesia adalah melihat keberimbangan kondisi dunia dan tidak boleh menepi," imbuhnya.(yve)

 



Kamis, 28 Mar 2019, 11:43:24 WIB Oleh : Redaktur 650 View
Mahasiswa Polbangtan Juara Karya Ilmiah Nasional
Rabu, 27 Mar 2019, 11:43:24 WIB Oleh : Arie Giyarto 772 View
Masalah Sampah Selesai di Rumah
Rabu, 27 Mar 2019, 11:43:24 WIB Oleh : Nanang WH 568 View
Pejabat UNESCO Puji Keunikan Geopark Karangbolong

Tuliskan Komentar