atas1

Indahnya Cincin dari Batok Kelapa

Selasa, 18 Jun 2019 | 15:52:06 WIB, Dilihat 247 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Indahnya Cincin dari Batok Kelapa Proses pembuatan cincin dari batok kelapa di “Idneh Craft” Dusun Sompok Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri Bantul, Selasa (18/6/2019). (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Usianya 75 Tahun, Gigi Penjual Jeruk Nipis Ini Masih Utuh


KORANBERNAS.ID -- Bagi sebagian orang, batok kelapa hanya dibuang begitu saja atau dimanfaatkan untuk bahan bakar. Namun di tangan orang kreatif dan berjiwa seni, batok kelapa  itu bisa disulap menjadi barang seni bernilai tinggi.

Inilah yang dilakukan  Hendri Hermawan (23) pemilik “Idneh Craft” yang beralamat di Dusun Sompok Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri Bantul.

Batok kelapa  tersebut bisa dibuat menjadi cincin beragam  motif dan model.

Dirintis sejak November 2018, Hendri mulai mengotak-atik batok atau tempurung kelapa. Awalnya dia melihat ada teman-temanya yang membuat, kemudian dia meniru dan memodifikasi secara lebih beragam motifnya.

“Saya awalnya melihat teman saya, kemudian saya tiru dengan motif beragam. Saya modifikasi model-model yang ada,” kata Hendri kepada wartawan pada acara Dinamika Desa gelaran Dinas Kominfo Bantul, Selasa (18/6/2019).

Untuk membuat cincin tersebut dia  awalnya menghabiskan modal Rp 500 ribu.  Uang tersebut untuk membeli gerinda, bor serta amplas.

Cincin indah berbahan baku batok kepala. (istimewa)

“Untuk batok kita ambil dari orang hajatan, orang yang punya warung atau juga dari sekitar, tidak ada kesulitan,” katanya.

Untuk membuat satu cincin dirinya membutuhkan waktu 1,5 jam hingga 2 jam tergantung kerumitan motifnya. Harga jual mulai Rp 25.000 hingga Rp 40.000 per item. Cincin seharga Rp 40.000 memiliki motif hingga lima lapis.

Untuk pemasaran, mahasiswa semester 10 jurusan Teknik Sipil Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY)  tersebut  dibantu dua orang marketing secara online.

Pemasarannya selain DIY juga merambah ke Jatim dan Depok Jawa Barat.

“Untuk pembuatan  saya berdua dengan teman saya. Jadi memang saya belum fokus sekali untuk usaha ini karena masih disambi kuliah. Omzet sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta,” katanya. (sol)



Selasa, 18 Jun 2019, 15:52:06 WIB Oleh : Arie Giyarto 419 View
Usianya 75 Tahun, Gigi Penjual Jeruk Nipis Ini Masih Utuh
Senin, 17 Jun 2019, 15:52:06 WIB Oleh : Nanang WH 252 View
Ratusan Warga Saksikan Rekonstruksi Penganiayaan Berat
Senin, 17 Jun 2019, 15:52:06 WIB Oleh : Arie Giyarto 336 View
Para Penyair Membaca Puisi Gunung Api

Tuliskan Komentar