atas

Implementasi Simarda Diawali dari 7 OPD

Kamis, 06 Des 2018 | 18:50:52 WIB, Dilihat 80 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Implementasi Simarda Diawali dari 7 OPD AA Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri

Baca Juga : Sleman Raih Enterpreneur Award


KORANBERNAS.ID—Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman AA Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri mengatakan pihaknya telah menjalankan program smartcity di hampir semua lini kebijakan, baik dari segi kearsipan maupun perpustakaan.

“Untuk smart governance contohnya kami melakukan pengembangan untuk sistem kearsipan melalui aplikasi Simarda, alih media arsip, Sistem Informasi Kearsipan Nasional, dan Sistem Informasi Kearsipan Statis. Sementara dari sisi pelayanan, kami juga mengembangkan Genta Siaga, restorasi arsip, storyline Sleman, kunjung arsip, dan PPID,” kata Ayu saat menjadi narasumber dalam acara Evaluasi Implementasi Program Smartcity, Kamis (06/12/2018).

Ayu menjelaskan bahwa pihaknya pada tahun 2019 menargetkan seluruh perangkat daerah mengimplementasikan Simarda.

“Di tahun ini, telah diimplementasikan ke tujuh perangkat daerah yang akan dijadikan pilot project. Sebelumnya ke tujuh perangkat daerah ini telah menjalani bimtek,” kata Ayu.

Dari sisi pelayanan kearsipan, Ayu menggarisbawahi program Genta Siaga atau Gerakan Cinta Arsip Keluarga. Program ini disusunnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Sleman dalam mengelola arsip-arsip pribadi keluarga agar tersimpan dengan baik.

“Kegiatan ini sudah berlangsung dari tahun 2016. Tahun 2018 ini targetnya adalah 13 dusun di Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati,” papar Ayu.

Merambah ke bidang perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman juga telah mengupayakan perpustakaan berbasis IT melalui Online Public Access Catalog (OPAC), e-book Sleman, Sleman One Search, dan Layanan Sirkulasi Mandiri.

Kepala BPBD Sleman, Joko Supriyanto, mengatakan, pihaknya baru dalam proses mengembangkan aplikasi sistem kebencanaan.

“Sleman Disaster Information System ini baru dirancang. Nantinya masyarakat bisa tahu jarak mereka dengan puncak Merapi dan jarak itu termasuk aman atau tidak nanti akan ada notifikasinya,” jelas Joko.

Sleman Disaster Information System ini dibeberkan Joko nantinya dapat diakses masyarakat termasuk anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman.

“Anggota TRC langsung bisa menuju lokasi bencana dengan mengacu pada maps yang ada di aplikasi,” lanjutnya.

Wing Wahyu Winarno, Tim SPBE Kemenpan RB yang sekaligus menjabat sebagai Tim Tenaga Ahli Penyusunan Rencana Strategis Jogja Smart Province, menanggapi dua paparan perangkat daerah di Sleman ini.

Wing mengemukakan bahwa sistem-sistem yang disusun Sleman telah cukup mencakup hal-hal yang diperlukan.

“Apabila antar sistem ini bisa saling memberi informasi dan saling terkoordinasi dengan baik, saya kira masyarakat bisa menjadi lebih mudah mendapatkan informasi yang komprehensif dan juga Bupati pun jajarannya bisa lebih cepat lagi dalam pengambilan keputusan,“ tutur Wing. (SM)



Kamis, 06 Des 2018, 18:50:52 WIB Oleh : Nila Jalasutra 75 View
Sleman Raih Enterpreneur Award
Kamis, 06 Des 2018, 18:50:52 WIB Oleh : Sari Wijaya 59 View
Waspadai Jalur Srandakan-Palbapang
Kamis, 06 Des 2018, 18:50:52 WIB Oleh : Surya Mega 93 View
BPJS Ketenagakerjaan Salurkan 1.600 Paket Khusus di BPBD

Tuliskan Komentar