atas1

Ibadah di Gereja Mundur 2,5 Jam
Jemaat Bantu Pelaksanaan Sholat Idul Adha

Minggu, 11 Agu 2019 | 19:26:49 WIB, Dilihat 402 Kali - Oleh warjono

SHARE


Ibadah di Gereja Mundur 2,5 Jam Suasana pengamanan Shalat Idul Adha di Desa Serang. (Prasetiyo/koranbernas.id)

Baca Juga : Matur Nuwun Ibu, Semoga Sukses...


KORANBERNAS.ID—Kerukunan umat beragama di desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga ini layak dicontoh daerah lain. Yakni saat umat muslim di tiga masjid di desa yang berada di kaki Gunung Slamet itu melaksanakan Shalat Idul Adha, Minggu pagi (11/8/2019), penjagaan keamanan dilakukan oleh 15 warga Kristen dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pengalusan.

GKJ Pengalusan yang berpusat di Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet, Purbalingga selama ini memiliki pepanthan (kelompok) di Dusun Brobahan, Desa Serang, Kecamatan Karangreja. Dalam hal ini, jemaat GKJ Pengalusan yang pada hari Minggu biasanya memulai ibadah pada jam 06.30 WIB, pada hari Minggu (11/8/2019), diundur menjadi jam 09.00 WIB, karena sebagian warganya bertugas melakukan pengamanan Shalat Idul Adha terlebih dulu.

Pendeta GKJ Pengalusan, Bagus Imam Cahyono, S.Th kepada koranbernas.id mengemukakan, jemaat GKJ Pengalusan di Pepanthan Brobahan Desa Serang, berinisiatif mendahulukan pengamanan Sholat Idul Adha di tiga masjid di Desa Serang. Yakni Masjid Miftahul Huda, Masjid Al Ikhlas dan Masjid Fatkhul Huda.

“Mengingat Idul Adha kali ini jatuh hari Minggu, dan bersamaan dengan saat umat Kristen ke gereja, maka sebagai wujud toleransi yang sudah terjalin baik selama ini, kami mendahulukan pengamanan Sholat Idul Adha. Setelah bertugas pengamanan, ibadah dimulai pukul 09.00 WIB,” ujar Bagus Imam Cahyono yang didampingi koordinator pengamanan Sholat Idul Adha dari GKJ Pengalusan, Sutrisno.

Pendeta GKJ Pengalusan, Bagus Imam Cahyono, S.Th berfoto selfi bersama jemaat GKJ Pengalusan dan warga muslim di Desa Serang. (Prasetio/koranbernas.id)

Ada 15 warga GKJ Pengalusan, baik jemaat dewasa maupun pemuda yang bertugas mengamankan pelaksanaan Sholat Idul Adha di tiga masjid itu. Setiap masjid yang rata-rata dihadiri kurang lebih 400 warga muslim, dijaga oleh 5 orang.

Tidak ada polisi yang ikut membantu pengamanan itu, karena dari tiga masjid di Desa Serang dan GKJ Pengalusan bersepakat, pengamanan sepenuhnya dilakukan oleh jemaat GKJ Pengalusan.

Para petugas keamanan itu, mengatur arus lalu-lintas yang ramai kendaraan melintas di depan tiga masjid itu. Petugas lebih banyak membantu menyeberangkan orang yang mau Sholat Idul Adha dan sesudahnya.

Lokasi tiga masjid itu berada di jalur wisata dan jalan raya jurusan Purbalingga-Pemalang, sehingga selalu ramai.

“Tugas keamanan kami laksanakan sejak jam 05.30 WIB hingga selesainya Sholat Idul Adha sekitar jam 08.00 WIB. Kami membagi tugas, ada yang bertugas di jalan raya, ada yang patroli keliling memantau rumah milik warga, serta pengaturan jalan masuk dan keluar masjid serta menjaga hewan qurban terdiri 3 sapi dan 12 ekor kambing di sekitar masjid saat Sholat Idul Adha berlangsung “ timpal Sutrisno.

Seusai Shalat Idul Adha, diadakan bazar dan pengobatan massal oleh Lembaga Amil Zakat Infaq Sodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Purbalingga, yang dipusatkan di Halaman Masjid Al-Ikhlas Desa Serang.

Bazar diisi dengan penjualan sembilan bahan pokok (sembako) murah, dan pakaian pantas pakai dengan harga sangat murah. Sedangkan pengobatan massal untuk umum, bertujuan mengobati warga Desa Serang dan sekitarnya.

Diketahui, banyak warga yang menderita sakit infeksi saluran pernafasan, panas, demam, pusing dan darah tinggi.

Pendeta Bagus Imam Cahyono berharap, komunikasi yang telah terjalin baik dan erat antara umat Islam dan Kristen di daerah kaki Gunung Slamet ini, terus dijaga.

“Sambutan dari pihak masjid dan warga muslim selama ini sangat baik. Kami saling menjaga dan menghormati, sehingga setiap perayaan kegiatan keagamaan maupun dalam kehidupan sehari-hari, dapat berjalan dengan aman dan nyaman,” ujar Bagus Imam Cahyono.

Bagus mengucapkan terima kasih, karena selama penjagaan berlangsung, petugas keamanan dari GKJ Pengalusan mendapat perlakuan baik. Usai pemotongan hewan kurban, setiap petugas keamanan mendapat bagian satu kanthong plastik daging kurban. (SM)



Minggu, 11 Agu 2019, 19:26:49 WIB Oleh : Putut Wiryawan 239 View
Matur Nuwun Ibu, Semoga Sukses...
Minggu, 11 Agu 2019, 19:26:49 WIB Oleh : Masal Gurusinga 388 View
Jalan Cokro-Delanggu Rusak, Tanggung Jawab Siapa?
Minggu, 11 Agu 2019, 19:26:49 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 247 View
JKT48 Tanding Mobile Legend Lawan Pegawai KAI

Tuliskan Komentar